Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Johnson K.s. Dongoran

Lahir dalam keluarga Kristen dari suku Batak di Tapanuli Selatan Sumatera Utara, masih muda merantau selengkapnya

Melawan Guru

REP | 25 April 2013 | 06:11 Dibaca: 276   Komentar: 9   1

Pelajaran yang paling tidak saya sukai di SMP di Pematangsiantar adalah bernyanyi. Karena itu, setiap ada giliran nyanyi saya berusaha menghafal satu lagu beberapa hari sebelumnya, yang nantinya akan saya nyanyikan di kelas. Suatu minggu, di kelas 3 SMP, ketika semua murid harus bernyanyi bergantian di depan kelas, lagu yang sudah saya hafal sudah terebih dahulu dinyanyikan murid lalin. Ketika giliran saya maju untuk bernyanyi, saya tidak mau maju. Walau guru mendesak, saya tetap tidak mau beernyanyi. Saya merasa malu menyanyikan lagu yang sama dengan lagu yang sudah dinyanyikan murid lain, walau tidak ada larangan menyanyikan lagu yang sama.
Karena saya tidak mau maju bernyanyi, guru kami ini memberi alternatif lain yang tidak masuk akal bagi saya, yaitu saya disuruh membeli rokok untuk guru ini. Ketika itu saya tidak punya uang, dan karena itu saya menolak permintaan guru ini. Tiba-tiba saya dipukul oleh guru kami ini di depan teman-teman saya karena saya menolak permintaannya untuk membeli rokok. Menurut saya waktu itu, guru kami tersebut keterlaluan, dan karena itu saya melawan guru ini saat itu juga di dalam kelas. Walau tubuh saya lebih kecil dari guru ini, tetapi saya lawan. Saya tinju bibirnya hingga pecah dan berdarah-darah.
Karena melawan guru di kelas, urusan jadi panjang, di mana Kepala Sekolah harus turun tangan. Saya kuatir juga ketika itu, karena minggu berikutnya akan test akhir penentuan lulus tidaknya dari sekolah tersebut. Setelah jelas duduk perkara bagi Kepala Sekolah, diputuskan bahwa kejadian itu terjadi bukan merupakan kesalahan saya. Kami hanya diminta berdamai. Saya menyalam Pak guru dan meminta maaf (Sumber: Pengalaman dari PBM oleh Johnson Dongoran berdasarkan percakapan dengan Raja Sagala)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 6 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 8 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: