Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Lagu Anak

OPINI | 25 April 2013 | 14:49 Dibaca: 144   Komentar: 0   0

Tepat sore kemarin pukul 15.00 WIB aku sedang bercengkrama dengan adik-adik mahasiswa angkatan 2012 untuk bersharing ria tentang kegiatan Company Visit yang akan mereka adakan 2 bulan lagi. Sekaligus sambil menunggu waktu pukul 18.30 untuk rapat internal Departemen PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) BEM FE, aku sih menyebutnya Sharing Class. Tiba-tiba dari kejauhan ada adik kelas 2011 yang memanggilku, Ahmed namanya. Entah apa yang dia ucapkan aku tak bisa mendengarnya dengan jelas, yasudah aku berikan isyarat agar dia menghampiriku saja.

“Mbak Evi, sampean gak ikut aku ke Pijar (Pondok Indonesia Belajar)? Tanya Ahmed

Langsung saja ku menjawab “Iya” dan aku pending agenda jam 15.00-17.00 wib yang seharusnya aku pergi untuk berobat. hehe :D

Seketika langsung saja aku menuju PIJAR (Pondok Indonesia Belajar) untuk mengajar adik - adik disana yang notabene duduk dikelas Sekolah Dasar. Tak terasa juga sudah hampir 2 bulanan aku tidak mengajar disana, karena masih disibukkan dengan kegiatan organisasi dan tugas yang menumpuk. Kangen juga dengan anak-anak disana dan suasana keceeriaan anak-anak. Yes, saya suka dengan anak-anak tapi jangan diartikan “suka” dalam arti “dewasa” hehe…

Hampir 30 menit perjalanan sampai juga di Rumah PIJAR tepat di daerah Rungkut Medayu Utara, Surabaya. Memasuki gang dari jalan yang beraspal mulus, berkavling dan akhirnya jalan tanah yang bergelombang jadi harus pelan-pelan. Ternyata disana sudah ada pengajar yang lain, yakni Mbak Dani, Robi, Siska, Mas Viky dan Mas Dika beserta beberapa anak yang sudah datang. Baru saja aku melepas sepatuku, langsung disambut dengan pelukan manja si Lidya dan minta gendong. Owhhh,,, kangen juga sama anak hiperaktif dan cerdas ini. Sedikit yang bisa aku ceritakan tentang adik Lidya ini, dia anak kelas TK yang hiperaktif, cerdas dan berani tampil didepan hingga dia memenangkan juara ke-2 dari Lomba Anak yang diadakan oleh AISEC Surabaya. Waktu itu dia menampilkan pembacaan puisi yang hebatnya dia tanpa menggunakan teks dan tentu dengan ekspresi yang cukup baik.

Tak berapa lama kemudian datanglah anak-anak yang lain, sudah lama tak datang di PIJAR semakin bertambah banyak anak-anak yang bergabung untuk belajar bersama. Dan hari Rabu kemarin jadwal nya untuk “Menghafal Hadist” ya seperti amalan-amalan doa pendek untuk anak-anak yang dipimpin oleh Mas Dika yang sering dipanggil dengan sebutan Ustad Dika. Disitu aku pun ikut membantu dan membimbing adik-adik untuk mengikuti hafalan Hadist nya agar bisa lebih baik dalam mengucapkan.

Seusai itu ganti Mas Viky yang mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama. Dan nyanyian itu sedikit membuatku meneteskan air mata apalagi sambil melihat adik-adik ini bersemangat untuk menghafal dan menyanyikan lagu tersebut. Dan jangan salah lagu ini bukan lagu sedih tapi lagu yang gembira dan bersemangat, cocok sekali untuk memompa semangat adik-adik kecil ini.

Ini Lagunya :

“ANAK MERDEKA”

Aku ini anak MERDEKA

Selalu riang, selalu senang

Sebab dunia milik bersama

Tuk dibagi secara adil dan merata

Reff : Ku bawa-bawa Matahariku

Kubagi-bagi layaknya roti

Semua mendapatkannnya…. Hey..!!!

Semua senang bersama-sama

Begitu semangatnya adik-adik ini menyanyikan lagu ANAK MERDEKA. Seolah-olah mereka telah lepas dari suatu batasan untuk berekspresi. Sambil bergoyang pinggul kekanan kekiri dan senyum cerianya mereka mendendangkan lagu tersebut berulang-ulang. Senang rasanya melihat semangat mereka dan sempat tersirat dalam benakku bahwa hal ini sangat bertolak belakang dengan kegemaran lagu-lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak di tengah kota yang memiliki fasilitas belajar lebih. Mereka disuguhkan oleh lagu-lagu percintaan yang belum waktunya untuk mereka dengar.

Terkadang perubahan yang terjadi didalam kehidupan belum tentu bisa memberikan suatu dampak yang positif bagi seseorang. Sama halnya dengan semakin majunya industri musik dan multimedia di Indonesia juga memberikan dampak yang tak baik khususnya bagi adik-adik yang kebanyakan disuguhi oleh lagu-lagu cinta dipagi hari sampek malam hari, lagu anak-anak pun jarang kita dengar di media-media elektronik. Sungguh sangat disayangkan, padahal diluar sana lagu anak-anak dari Indonesia dinyanyikan oleh beberapa musisi Internasional di Panggung Orkestra Belanda. Seperti lagu ‘Nina Bobo’ yang biasanya menjadi lagu pengantar tidur bagi masyarakat Indonesia, dinyanyikan oleh dua penyanyi seriosa ternama di Eropa, Claudia Patacca dan Gerrit Ellen. Hasilnya, Nina Bobo melengking merdu dan pasti akan mengingatkan ketika kita kecil dahulu.. Merinding aku dengernya :)

Let’s listen :

http://www.youtube.com/watch?v=t_pyhgQpptM

Yuk, gerakkan lagi lagu anak-anak !!!

ANAK MERDEKA !!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

7 Perilaku Buruk Berlalu-lintas di Tiongkok …

Aris Heru Utomo | | 21 December 2014 | 09:10

Blusukan ke Pasar Pengalengan, Pasar Sayur …

Thamrin Sonata | | 20 December 2014 | 23:42

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 2 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 3 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 4 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Aburizal Bakrie Disandera Jokowi ? …

Adjat R. Sudradjat | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: