Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Prapasta Rsg

By Race I am Sundanese By Grace I am Christian

Sunda Kristen

REP | 24 April 2013 | 20:18 Dibaca: 1711   Komentar: 43   4

Setelah aku percaya Isa Al Masih sebagi Tuhan dan Juruselamatku, banyak penentangan dari lingkungan dan teman-temanku. Masyarakat menganggapku manusia tidak berkualitas, demikian pula teman-temanku mulai menjauhiku, minimalnya menjaga jarak denganku. Puji syukur, alhamdulillah kalau keluarga cukup ikhlas menerima dan tidak menentangku.

Salah satu yang mengganjalku, adalah keheranan mereka adanya urang Sunda yang berkeyakinan kristen. Seolah-olah Sunda itu identik dengan muslim. Pernah di suatu kebaktian ada kesaksian seorang pendeta yang berkunjung ke Suku Baduy, menyatakan bahwa suku Baduy yang notabene adalah suku Sunda buhun dalam praktek kehidupan dan budayanya sangat selaras dengan kekristenan, contohnya sifat yang egaliter dan monogami dalam perkawinan. Saya belum meneliti lebih jauh kesahihannya.

Aku mencari-cari data, berapa sebenarnya urang Sunda asli yang menganut agama kristen. Di data BPS Jawa Barat ada data jumlah penduduk menurut agama yang dianut, tapi tidak ada data urang Sunda asli yang beragama kristen. Menurut Wikipedia, suku Sunda berjumlah sekitar 34 juta, dan menurut web yahoo yang menganut agama kristen hanya sekitar 30 ribu jiwa, memang sangat rendah persentasenya - tapi ada, itu yang penting.

Setelah mengetahui ada sekitar 30 ribu orang sunda kristen, ingin rasanya mencari mereka dan bergabung dengan saudara sesuku yang seiman. Tapi dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kedewasaan rohani, aku tetap mengasihi urang Sunda mau beragama Islam, Sunda Wiwitan, ataupun Kristen. Aku tetap bangga sebagai warga USA (Urang Sunda Asli) yang merupakan bagian dari NKRI dan warga dunia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: