Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Prapasta Rsg

By Race I am Sundanese By Grace I am Christian

Sunda Kristen

REP | 24 April 2013 | 20:18 Dibaca: 1748   Komentar: 45   5

Setelah aku percaya Isa Al Masih sebagi Tuhan dan Juruselamatku, banyak penentangan dari lingkungan dan teman-temanku. Masyarakat menganggapku manusia tidak berkualitas, demikian pula teman-temanku mulai menjauhiku, minimalnya menjaga jarak denganku. Puji syukur, alhamdulillah kalau keluarga cukup ikhlas menerima dan tidak menentangku.

Salah satu yang mengganjalku, adalah keheranan mereka adanya urang Sunda yang berkeyakinan kristen. Seolah-olah Sunda itu identik dengan muslim. Pernah di suatu kebaktian ada kesaksian seorang pendeta yang berkunjung ke Suku Baduy, menyatakan bahwa suku Baduy yang notabene adalah suku Sunda buhun dalam praktek kehidupan dan budayanya sangat selaras dengan kekristenan, contohnya sifat yang egaliter dan monogami dalam perkawinan. Saya belum meneliti lebih jauh kesahihannya.

Aku mencari-cari data, berapa sebenarnya urang Sunda asli yang menganut agama kristen. Di data BPS Jawa Barat ada data jumlah penduduk menurut agama yang dianut, tapi tidak ada data urang Sunda asli yang beragama kristen. Menurut Wikipedia, suku Sunda berjumlah sekitar 34 juta, dan menurut web yahoo yang menganut agama kristen hanya sekitar 30 ribu jiwa, memang sangat rendah persentasenya - tapi ada, itu yang penting.

Setelah mengetahui ada sekitar 30 ribu orang sunda kristen, ingin rasanya mencari mereka dan bergabung dengan saudara sesuku yang seiman. Tapi dengan berjalannya waktu dan bertambahnya kedewasaan rohani, aku tetap mengasihi urang Sunda mau beragama Islam, Sunda Wiwitan, ataupun Kristen. Aku tetap bangga sebagai warga USA (Urang Sunda Asli) yang merupakan bagian dari NKRI dan warga dunia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Film Hollywood Terbaru ‘ Interstellar …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Selfie Produk: Narsisme membangun Branding …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Masa Kecil yang Berkesan di Lingkungan …

Amirsyah | 8 jam lalu

Kisruh Parlemen, Presiden Perlu Segera …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: