Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sendy Wulandhary

mahasiswi Biologi angkatan 2009 Universitas Indonesia.

Hal yang Berharga di Balik Doa yang Tak Kunjung Terkabul

OPINI | 24 April 2013 | 19:25 Dibaca: 289   Komentar: 0   0

Pernahkah tersadar, kenapa doa yang selama ini kita panjatkan jarang terkabul bahkan lamaaaa sekali.  Padahal dia sangat sholeh ataupun sholehah, sholat selalu 5 waktu bahkan ditambah sholat sunah, puasa dan banyak berdzikir.  TETAPI berbeda sekali dengan seseorang yang sholat saja masih bolong-bolong, kelakuan urak-urakan, doa yang dipanjatkannya selalu saja terkabul dengan cepat.  Hmm cukup aneh juga masalah ini.

Nah, tahukah KENAPA ??? Ternyata sepele sekali jawabannya.  Allah sangat senang dan selalu merindukan kaumnya yang bersikap seperti itu.  Oleh karena itu, Allah tidak ingin kehilangan kalau nama-NYA selalu diseru setiap saat oleh hambanya.  Subhanallah :-).  Kalau dipikir benar juga, bayangkan saja kalau kita punya kekasih tentu senang dengan panggilan “sayang” setiap saat, begitupun juga Allah yang tentunya senang kalau asmaul husna atau lafadz-NYA selalu diucap setiap hari.  Allah hanya ingin dekat dengan hambanya.  Mudah saja baginya untuk mengabulkan doa bagi hambanya yang seperti itu, sehingga kita pun akan semakin terus menjalankan hal-hal yang membuat Allah senang.  Apa yang diinginkan pun pasti terkabul, bahkan kalau tidak terkabul di dunia tentu Allah menjanjikan yang jauh lebih berharga yaitu surga di akhirat nanti.  Luar biasa bukan??

Bedanya Allah yang mengabulkan doa dengan cepat, padahal kelakuannya saja minus.  Tentu Allah akan cepat-cepat saja mengabulkan doanya, bergelimangan dosa hingga  tersadar nantinya.  Segala hal di dunia dapat segera dimiliki, tetapi apa artinya juga, toh kita hidup di dunia hanya sementara yang antinya jelas akan kembali ke Allah.  Orang tersebut hanya cukup sampai disitu permohonannya, tidak lebih.  Semoga dengan adanya renungan ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.  Tetap bersabar hingga Allah mengabulkan doa kita :-), karena rencana Allah jauh lebih berharga dibandingkan apa yang kita inginkan selama ini, heehehhe.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pecahnya “Kapal” PPP dan Upaya …

Irham Wp | | 20 April 2014 | 03:26

Bisakah Membangun Usaha Tanpa Uang? …

Maskal Novessro | | 20 April 2014 | 08:52

Ketika Rupiah Tidak Lagi Dianggap sebagai …

Dhita Arinanda | | 20 April 2014 | 05:10

Musafir; Aku Pasti Pulang …

Elkhudry | | 20 April 2014 | 06:29

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Gara-gara Amien Rais Mental Prabowo dan …

Mas Wahyu | 2 jam lalu

PDI P Sudah Aman, tapi Belum Tentu Menang …

El-shodiq Muhammad | 5 jam lalu

Rapor TimNas U-19 Usai Tur Timur Tengah dan …

Hery | 16 jam lalu

Nasib PDIP Diujung Tanduk …

Ferry Koto | 17 jam lalu

Alumni ITB Berkicau, Demo Mahasiswa ITB …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: