Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Fajr Muchtar

penting untuk bisa menulis sederhana, dan sederhana untuk bisa menulis yang penting. www.facebook.com/fxmuchtar fxmuchtar.blogspot.com twitter @fxmuchtar selengkapnya

Tanpa Pamrih

REP | 23 April 2013 | 18:38 Dibaca: 126   Komentar: 1   0

Prof. Sri Soemantri dan aku

Prof. Sri Soemantri dan aku

“Tanpa pamrih” . Itu nasehat yang saya dengar langsung dari Prof. Dr. H. Sri Soemantri.

Bertemu dengannya adalah satu hal yang sangat berharga. di usia mencapai 80 tahun, masih bertugas dan mengabdi pada negara. Umur yang 80 hanya terlihat dari kerentaan fisik saja tapi tak bisa mengalahkan semangat dan kecintaan pada tugas dan pengabdian.

Bagi Pak Sri, kecintaan pada negara sudah tumbuh sejak kecil dan kemudian pada usia SMA masuk dalam barisan Tentara Pelajar (TP) pada tahun 1945. awal kemerdekaan negara ini diproklamasikan. bersama dengan para pemuda pelajar lainnya. Sambil membawa buku, tak lupa menyandang bedil di punggung. Sungguh sebuah kenangan yang sangat romantis.

Pertemuan dengan beliau adalah rangkaian dari silaturahim dengan KH Drs. Muchtar Adam. Dalam pertemuan itu Pak Sri dan Pak Moewarman, laskar-laskar tua yang tersisa dari Tentara Pelajar ingin mewakafkan dana yang dimiliki oleh TP.  Khawatir dana itu tak termanfaatkan seiring usia yang sudah sepuh dan tidak ada anggota lain yang bisa diamanahi, maka kedua laskar sepuh itu mendatangi bapak. kebetulan pula kedua orang itu adalah jemaah haji Babussalam. Pak Sri berangkat haji dengan KBIH Babussalam di tahun 1991 dan Pak Moewarman pada tahun 1995.

Pertemuan pada hari senin (21 Januari 2013) dengannya hanyalah pertemuan singkat. pertemuan yang sempat tertunda di senin sebelumnya. dua kali saya mendatangi rumah beliau di Jl. Tengku Angkasa Bandung. dua kali pula tak sempat bertemu.

Hari senin pagi saya sudah disms agar datang ke Bank di jalan Dago jam 8.30. Di jalan Dago bank cukup banyak, bank yang mana? akhirnya saya ke rumah beliau dulu, dengan harapan bisa bersama-sama ke bank. ternyata beliau sudah pergi dan menunggu di bank. tepat waktu 8.30! sesuai dengan SMSnya.

Setelah bertukar sapa, saya mulai bingung, mau ngajak ngobrol tentang apa ya agar kesempatan ini ada manfaat yang bisa saya bawa. akhirnya saya mengajak ngobrol seputar Tentara Pelajar. dari situ. ceritanya mengalir. Hanya perlu menggali sedikit-sedikit dari ceritanya yang mengasyikan.

Selain nostalgia, ada kekhawatiran dan harapan darinya, “Dulu energi anak muda disalurkan kepada kecintaan pada tanah air. kalau sekarang di kemanakan energi besar itu?” tanyanya pada saya. tanpa menunggu jawaban, beliau melanjutkan “itulah yang harus disediakan oleh pesantren” katanya.

Ketika saya meminta nasehat yang paling baik yang dapat diambil dari TP, beliaupun mengatakan “Tanpa pamrih. di manapun berada”. nasehat pendek hasil dari pengalaman 80 tahunan lebih yang diberikan pada pertemuan yang hanya 45 menit.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: