Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Aku Lebih Memilih

OPINI | 23 April 2013 | 08:17 Dibaca: 104   Komentar: 1   1

13666794921787499550

Sumber: pinterest.com

Kalau disuruh memilih antara dua pilihan antara mencintai dan dicintai, saya pasti akan memilih untuk mencintai.Menurut saya mencintai seseorang itu lebih menyenangkan dibandingkan jika dicintai.Karena orang yang dicintai itu, akan merasa tersanjung dan merasa teristimewakan.

Bisa dikatakan saya termasuk kategori orang yang loyal terhadap sesuatu misalnya jika saya sudah menyukai si ‘dia’ bisa dibilang orang tersebut benar-benar sudah mampu membuat saya jatuh hati, makna dari istilah loyal itukan setia atau patuh jadi dengan istilah lain berarti mengikuti dengan patuh dan setia terhadap seseorang atau system/peraturan.
Pernah mendengar isitilah take and gift?
nah kira-kira seperti itulah saya lebih suka memberi(gift)  dibandingkan diberi (take)sama juga seperti sedekah jika kita diberikan makanan oleh seseorang misalnya. kita kan tidak mengetahui apakah yang memberikan makanan tadi ihklas atau tidak.

Saya lebih suka saya yang berkorban untuk dia, bukan dia yang berkorban untuk saya alasannya karena saya tidak mengetahui sejauh mana keikhlasan pengorbanannya yang diberikannya tersebut. (Akan kubantu persembahkan yang terbaik, meski itu bukan untukku).
Setiap orang pernah merasa yang namanya suka dengan lawan jenis.Bisa hanya karena kharisma, ahlak dan lain sebagainya yang dimiliki oleh si si ‘dia’ atau bahkan kekurangan yang dimiliki si dia.Sungguh, rencana-Nya lebih indah, dan itu sudah fitrah.
Dan juga jika bicara Cinta saya setuju dengan istilah bahwa Cinta itu buta. Kalau ada seseorang yang diberikan pertanyaan oleh orang lain seperti:
Apa yang membuat kamu suka/sayang/cinta dengan dia?“.

Kalau anda memberikan jawaban apapun itu alasannya, menurut saya berarti anda belum benar-benar mencintai dia dan anda hanya sebatas suka saja dan tidak lebih dari itu.
Kembali lagi masalah Cinta itu buta.Apapun yang dimiliki atau belum dia miliki baik kekurangan/kelebihan
diantara itu semua tidak menjadi acuan untuk mencintai dirinya.

Kalau memang anda mencintai si dia katakan saja: saya mencintai dia tanpa syarat atau alasan apapun
Karena hati ini sudah berbunga layaknya kembang berwarna-warni yang sedang tumbuh di sebuah taman yang indah ciee.

Bumi ini seakan berhenti berputar bila aku tidak mengetahui sehari saja kabar kesehatannya.
saat berbicara dengannya walau hanya kata. Seperti ada es batu yang ditaruh di hati.

Pokoknya saya mencintai dia tanpa mengenal yang namanya status keduniawian kecuali agama dan ahlaknya.Saya kira itu tadi sedikit gambaran dari pubertas terlambat saya ini.Yah..
sekedar melatih kemampuan menulis saja agar tidak semakin hilang dan hilang.^_^

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 1 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 13 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 13 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: