Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sandy Septian

ujian adalah pendidikan

Manusia Hologram

OPINI | 14 April 2013 | 21:04 Dibaca: 154   Komentar: 0   0

Kamu ingat dengan tokoh-tokoh super hero sepanjang masa? yang kerapkali diidolakan jutaan orang dan terkenal diseluruh penjuru dunia, pengagumnya tak lain adalah dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga manulapun mengaguminya.

Ya, tokoh-tokoh tersebut antara lain; Superman, Batman, Spiderman, X-Men, Flash, Wonder Woman, Capten America, Fantastic four dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Tokoh-tokoh super hero tadi acapkali memberikan daya tarik serta totontonan yang menarik ketika kita hendak meliriknya disebuah stasiun televisi, layar lebar, ataupun buku-buku serta komik,

Tersohor dengan karakter serta wataknya yang kuat, baik, suka menolong, pantang menyerah juga tak terkalahkan saat melawan musuh-musuhnya.

Tak heran!  saat usia kita masih kecil, kita mengidolakanya. Namun semua itu hanyalah sebuah cerita fiksi yang diragukan keberadaanya, oleh karena itu kita tidak pernah bisa melihatnya lansung selain dstasiun televisi, layar lebar, novel, ataupun komik.

Singkatnya seperti itu! oke,  langsung saja melompat sementara dari tokoh-tokoh superhero yang imaginer alias khayalan tersebut.

Mungkin, umumnya! orang asing dengan nama “Manusia Hologram”, Mmm.. nama yang tak familiar tentunnya dicekuk-cekuk telinga kita. Apakah ini Super Hero keluaran terbaru? Super Hero yang dirilis di Indonesia kah? hehe sangat wajar bila timbul pertanyaan seperti itu.

Ya, “Manusia Hologram” mereka bukan sosok super hero, hanya sosok manusia biasa tapi kadang mereka harus dipaksa diluar keadaan yang tidak biasa, dituntut bak super hero yang kuat, tidak mudah menyerah, bermain-main, bersahabat dan bercengkrama dengan angkara api.

Awalnya tak menyangka, ternyata kami adalah manusia yang dipilih Sang Pencipta, disematkan satu sama lain, dipertemukan, disadarkan tentang mahalnya makna persahabatan, semuanya sudah guratan takdir.

Manusia hologram hanyalah sebuah simbol pekerja yang tak lepas dari urusan perut, belum lagi nasib-nasib perut yang harus menjadi tanggungjawabnya dirumah nanti, sedikitnya menghilangkan pekikkan lambung, semuanya  beranggotakan 20 orang, menyusul hengkangnya 5 orang menjadi 15 orang sisanya.

Bersarang disebuah perusahaan besar, dan ternama yang bergerak diindustri makanan dan minuman atau sering dikenal dengan consumer food.

Mengingat masa silam, sebelum tercetusnya dan sebelum akrab dengan sapaan “manusia hologram”, aku masih ingat momen-momen awal terbentuknya “manusia hologram”

Nyaris tak pernah lupa, perusahaan yang dikenal dengan produk makanan biskuitnya itu, sedang membutuhkan lumayan banyak karyawan untuk diposisikan sebagai “Supervisi”, yaitu divisi kepengawasan dan verifikasi yang kebanyakan aktivitas kerjanya dilapangan. Alhasil kebanyakan kita sering sekali jalan-jalan menyambangi titik-titik pusat daerah Jawa Barat.

Melalui tahapan-tahapan penerimaaan calon karyawan, aku lewati seleksi demi seleksi dari wawancara, psikotes, hingga berakhir dengan wawancara user dan Alhamdulillah dari sekian banyak calon karyawan yang mengikuti seleksi, 20 peserta diantaranya termasuk aku, dinyatakan lulus, dan diterima menjadi karyawan.

bersambung..

@@@

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Rayakan Ultah Ke-24 JNE bersama Kompasiana …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 12:53


TRENDING ARTICLES

Susi Mania! …

Indria Salim | 9 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Pramugari Cantik Pesawat Presiden Theresia …

Febrialdi | 13 jam lalu

Kerusakan Demokrasi di DPR, MK Harus Ikut …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Dari Pepih Nugraha Untuk Seneng Utami …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Kompasianer Dian Kelana Nulis Novel …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | 10 jam lalu

Semua Anak Kreatif? …

Khoeri Abdul Muid | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: