Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Isti

memilih menulis untuk mendefinisikan kerinduan

Makna Angka 100 di Kompasiana

OPINI | 13 April 2013 | 16:05 Dibaca: 157   Komentar: 10   3

Kubuka beranda Kompasianaku. Hari ini, Sabtu, 13 April 2013 memberi sebuah makna tersendiri. Kutengok wajah-wajah dengan beragam ekspresi di friendlistku, oh ternyata, aku sudah memiliki 100 orang teman maya! Dalam kurun waktu 4 bulan.

Mungkin bukan angka yang fantastis bagi sebagian orang, dan bukan soal kuantitas yang ingin kubagi. Ini hanya soal makna dan spesialnya angka yang merupakan kombinasi angka 1 dan 0, entah 10, 100, 1000 dan seterusnya, yang biasanya dipandang sebagai sebuah pencapaian bermakna. Tak masalah, jika ingin lebih memaknai angka 9, 99, 999 atau kombinasi angka lainnya tapi sekali lagi, memang secara umum kombinasi angka di awal lah yang sering dijadikan sebagai tonggak sejarah.

Di antara teman-teman mayaku ini, masih sedikit sekali yang berinteraksi dengan saya secara cukup baik/akrab. Selebihnya, mungkin saya lebih memilih sebagai silent reader, atau sekedar memberikan respon seperlunya untuk beberapa artikel yang cukup saya fahami.

Angka 100 belumlah cukup, berharap akan terus bertambah teman-temanku di Kompasiana. Angka 100 juga tidak berarti apa-apa jika tidak ada interaksi di dalamnya. Sebisanya, saya tengok-tengok lapak dari friendlist.

Terima kasih untuk yang sudah meminta dan menerima pertemanan di Kompasiana. Salam kompasiana!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 20 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 22 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 23 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 23 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 December 2014 07:59


Subscribe and Follow Kompasiana: