Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Diah Budiasih

Mahasiswi gunadarma fakultas ekonomi jurusan akuntansi angkatan 2011.

Arti Kebebasan

OPINI | 11 April 2013 | 15:19 Dibaca: 104   Komentar: 0   0

Kalau menurut saya, kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci…
Marah atau memaafkan…
Terpuruk atau bangkit…
Bahagia atau sebaliknya…

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI… walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari kita..
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia.

Mulai sekarang, saya harap pikiran dan hati kita
TERBEBASKAN dari apapun yang sempat mengungkung selama ini.
Apapun hal yang membuat hidup kita tidak bahagia.

Tuhan tidak pernah mengutuk kita, namun kitalah yang
sering mengutuk kehidupan dan diri kita sendiri.

Kita memiliki berbagai macam kebebasan,
Pilihlah kebebasan-kebebasan yang baik.
Buatlah hal-hal baik, terbaik yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru kita dengan
energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna… :-)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Soul Leadership” ala Risma …

Tamam Malaka | | 02 April 2015 | 11:03

Membaca Lagi Surat Jaya Suprana …

S Aji | | 02 April 2015 | 09:14

Masih Terasa Berat Berasuransi? Bagikan …

Kompasiana | | 19 March 2015 | 18:31

Apa yang Dijual di Kaki Lima Jepang? …

Andi Asdiana Ekasar... | | 02 April 2015 | 09:22

Blog Competition: Peningkatan Peran SDM dan …

Kompasiana | | 26 March 2015 | 16:37


TRENDING ARTICLES

Menteri Yohana dan Jaya Suprana: Mengapa …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Panglima TNI Kok Makin Genit dan Lucu Ya? …

Ksatria Nusantara | 6 jam lalu

Apa Pasal Ahok Berani Mati …

Umar Zidans | 9 jam lalu

Ke-Tionghoa-an antara Jaya Suprana dan …

Agustinus Wahyono | 10 jam lalu

Siapa Bakal Presiden RI ke-8? …

Axtea 99 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: