Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Diah Budiasih

Mahasiswi gunadarma fakultas ekonomi jurusan akuntansi angkatan 2011.

Arti Kebebasan

OPINI | 11 April 2013 | 15:19 Dibaca: 98   Komentar: 0   0

Kalau menurut saya, kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci…
Marah atau memaafkan…
Terpuruk atau bangkit…
Bahagia atau sebaliknya…

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI… walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari kita..
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia.

Mulai sekarang, saya harap pikiran dan hati kita
TERBEBASKAN dari apapun yang sempat mengungkung selama ini.
Apapun hal yang membuat hidup kita tidak bahagia.

Tuhan tidak pernah mengutuk kita, namun kitalah yang
sering mengutuk kehidupan dan diri kita sendiri.

Kita memiliki berbagai macam kebebasan,
Pilihlah kebebasan-kebebasan yang baik.
Buatlah hal-hal baik, terbaik yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru kita dengan
energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna… :-)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: