Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Muhammad Armand

Lahir di Polmas-Sulbar. Penulis Buku: "Remaja & Seks". ILUNI. Mengajar di Universitas Sultan Hasanuddin, Makassar-Sulawesi selengkapnya

Ronaldo Masuk Islam?

OPINI | 10 April 2013 | 20:52 Dibaca: 3010   Komentar: 71   13

Kawanku dengan sumringah berkata: “Ronaldo hafal Al-Fatiha”. Saya malah ngakak: “Ha ha ha. Kok Ronaldo sudah gede gitu baru hafal Al-Fatiha. Anakku aja masih TK sudah hafal Al-Fatiha”. Sepertinya kawanku ini nggak mood bicara denganku. Trus, kenapa emangnya kalau Ronaldo bisa hafal hijaiyyah?. Apa yang salah?.

13746140361280888766

soomalie wp

Trus, kalau seumpama Ronaldo masuk Islam?. So What?. Bangga gitu sebagai pemeluk Islam?. Senang karena pesepakbola internasional itu masuk Islam?.  So, mau deklarasi: “Nih liat nih Islam agama hebat”. Saya kok biasa-biasa saja akan berita yang dianggap ‘mentereng’ nan heboh membahana itu.

Aneh terasa, begitu hebohnya dengan suksesnya Ronaldo menghafal alphabet Qur’an, sedang ‘alphabet’ tentang jambret-jambret, visitor-visitor kompleks prostitusi, curi-curi sandal di teras masjid, dan penyatrom rumah-rumah warga, kok beragama Islam!!!. Koleksi aksi-aksi itu, sangat bisa dikalimatkan sebagai energi dan emosi kemiskinan.

* * *

Andai saja saya bisa berkomunikasi dengan CR7, saya pengen sekali berkata kepadanya: “Chris….Jangan sobat. Kamu akan menyesal nantinya”. Loh, koq saya ‘melarang’ Ronaldo masuk Islam?. Padahal itu hak super azasi bagi setiap manusia, insan dan hamba Tuhan. Persis pemeluk Islam yang berpindah agama, itu juga hak super azasi untuknya.

Sebab, Ronaldo akan meneteskan airmatanya. Kok bisa?. Ya bisalah, seorang ‘muallaf’ gitu yang menyaksikan saudara-saudaranya menenteng kotak amal, di terik matahari di traffic light, melihat lelaki berkopiah lusuh memegang amplop berisikan surat panti asuhan, dan bernapak tilas di perumahan-perumahan warga.

Sedang di belakang kompleks perumahan saya, rimbun pohon nipa, dan setiap sore ada seorang lelaki ‘meragikan’ pohon nipa itu menjadi ballok (tuak, red), lelaki ini bernama Daeng Gassing, nama aslinya Mustamin.

Tak pelak lagi, gubuk-gubuk reok di bantaran sungai-sungai ‘kemiskinan’, malah anjal-anjal di Makassar bernama Haeruddin, Abdul Salam, Rasyid, dan sederet nama-nama Muslim lainnya. Ke tingkat lebih elit, koruptor-koruptor Indonesia, dominan umat Islam, begitu cintanya kitab suci, hingga Al Qur’anpun ‘dimakan’. Dan serupa itulah sketsa Islam di seputar kita. Tiada yang dapat membatahnya….!!!

Dan benarlah ucapan Baginda Nabi bahwa umat Islam suatu masa, laksana buih di lautan, dihempas dahsyatnya gelombang. Maka sayapun ‘menimpali’ pesan Beliau bahwa semua itu akibat ulah umat Islam sendiri, bukan orang lain^^^

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Hari Anak Nasional Terlupakan oleh …

Topik Irawan | | 23 July 2014 | 18:53

Parcel Lebaran Dibuang ke Jalan …

Roti Janggut | | 23 July 2014 | 17:43

Efek Samping Kurikulum “Cepat Saji” …

Ramdhan Hamdani | | 23 July 2014 | 18:46

Mengejar Sunset dan Sunrise di Pantai Slili …

Tri Lokon | | 23 July 2014 | 20:12

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 8 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 9 jam lalu

Psikologi Freud dalam Penarikan Diri Prabowo …

Sono Rumekso | 11 jam lalu

Ke Mana Sebaiknya PKS Pascapilpres? …

Aceng Imam | 11 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: