Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Avis

Saya dr. Hafiidhaturrahmah namun biasa disapa Avis, lulusan FK Univ Jenderal Soedirman. Saat ini saya selengkapnya

Laskar Pencerah: Kisah Aji si Arsitek Cilik Pertama Bromo

REP | 10 April 2013 | 16:40 Dibaca: 318   Komentar: 0   6

Setelah melewati seminar, jalan menjadi Laskar Pencerah masihlah panjang. Sebanyak 120 remaja kembali ke sekolah masing-masing dan bebas berekspresi menuangkan idenya dalam “Mading” alias Majalah Dinding. Hanya satu minggu batas pembuatan mading mereka sebelum akhirnya kami, Tim Pencerah Nusantara Tosari akan datang ke masing-masing sekolah untuk memberikan penilaian.

Hasilnya, Fairuziana (psikolog)-Olivia (apoteker)-dan Feny (bidan) harus dibuat terperangah dengan mading ciptaan anak SMP dan SMA ini. Pasalnya, karya buatan mereka menunjukkan orisinalitas dan termasuk tidak kalah jika dibandingkan dengan anak kota. Bahkan mereka membuat boneka dari kotak korek api yang sebelumnya tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Jika yang membuat ini anak kota, saya tidak terlalu terkejut tapi ini anak Bromo!.

Kami berkeliling ke 8 desa lagi dalam dua hari untuk menilai dan di sebuah desa yang sama sekali tidak terkoneksi dengan sinyal apalagi internet, kami menemukan kreatifitas Mading mereka. Secara grafis mungkin tidak sebaik mading lainnya namun kertas mungil berisikan tips tersebut mereka tulis sendiri.

“Ini tips merawat kaos kaki siapa yang bikin?” tanya Fairuz

“Saya bikin sendiri kak. Dulu waktu beli kaos kaki masih saya simpan kertas bungkusnya yang isinya tips ini” dan Fairuz hanya terdiam, tidak pernah terpikirkan bungkus kaos kaki saja sampai disimpan.

“Trus ini tips merawat kuku siapa yang bikin?”

“Saya sendiri kak. Saya tanya ke ibu lalu saya tulis disini”

Ternyata berbagai macam ide tidak harus datang dari dunia internet atau digital lainnya. Hal sederhana dalam keseharian mereka pun dapat dimanfaatkan menjadi sebuah tulisan khusus.  Keseluruhan mading yang tersebar di setiap sekolah ini menyimpan ceritanya sendiri kepada kami. Ternyata masih ada harapan bagi negeri saya untuk berbangga bahwa dia menyimpan remaja-remaja potensial yang harus terus diarahkan jalannya. Sampai disini, saya makin menyadari betapa banyak potensi anak bangsa yang harus terkubur hanya lantaran tidak ada media bagi mereka untuk mengembangkan diri. Majalah dinding ini bukti sederhananya. Ketika kita berikan kesempatan para remaja untuk mengeluarkan ide dan kreatifitasnya ternyata mereka mampu. Dan ini tugas kita bersama untuk melihat potensi-potensi para remaja di sekitar kita.

13653019021306761687

Mading di salah satu sudut SMA

1365302038269685727

Para Laskar Pencerah pembuat mading

1365302201932422116

Mading yang unik

1365302302913550800

Psikolog Fairuz penggagas Laskar Pencerah

13653032741646183662

Di sudut sekolah merah:Kreativitas luar biasa

13653033711519563563

Tulisan penyemangat di salah satu sudut mading

136530353597527732

Mereka tidak pernah melihat ini sebelumnya tapi mereka berhasil membuatnya

1365303611273500470

Si boneka kotak bersama rumah kotaknya

1365303761728180124

Laskar Pencerah: Karya kelas arsitek di tangan bocah SMP

1365588486894171587

Aji si cilik dengan sejuta mimpi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: