Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Nurlaila Yusuf

I love reading as much as I love my cats

Iklan “Yagitudeh” di Kompasiana, apa ya Penyebabnya?

OPINI | 10 April 2013 | 15:04 Dibaca: 296   Komentar: 0   0

1365581018600050538

KOMPAS.com

Sudah beberapa hari ini saya masih sering lihat aduan-aduan mengenai iklan porno yang diposting sebagai artikel atau catatan harian di Kompasiana. Yah, saya juga sempat syok nggak habis pikir, kenapa Kompasiana yang aturannya super ketat ini bisa memasang iklan tidak senonoh macam friend sex dan lain-lain tapi begitu tahu alasannya, sekarang, tiap melihat aduan seperti itu, mau tak mau saya mesem sendiri.

Awal kemunculan iklan porno kalau tidak salah ingat sekitar tiga minggu yang lalu, ketika kompasiana sedang “berbenah” habis-habisan -hal ini saya simpulkan demikian karena pada saat itu, Mas Iskandar secara khusus membuat artikel yang menginformasikan bahwa akan ada banyak gangguan yang ditemui user akibat maintenance. Begitu melihat aduan soal iklan porno, saya langsung mencari tahu penyebabnya. Dan, inilah jawaban yang saya dapatkan dari salah orang IT yang paling hebat yang pernah saya kenal di tempat saya bekerja,
“Tempat iklan porno muncul di Kompasiana itu harusnya tempat google adsense muncul, google adsense tidak mungkin membiarkan iklan semacam itu lolos. Coba lihat, tidak ada sign “i” dipojok kotak, sedangkan adsense google pasti ada. Ini kemungkinan besar ulah dari malware yang ada di web-web dewasa.” setelah itu, lewat chat Mas Ihwan bertanya pada saya apakah iklan tersebut muncul di semua user atau tidak, karena saya sendiri tidak melihat iklan tersebut di welcome page kompasiana saya, maka saya jawab tidak. “Nah, berarti iklan tersebut muncul dari pc user, memang ada malware. Biasanya bukan cuma malware iklan porno, virus pun kadang ada yang terinstall otomatis, makanya hati-hati pilih web.” Setelah itu, Mas Ihwan memberitahu bahwa cara menghilangkan iklan porno adalah dengan menghapus history web dewasa di googlechrome atau firefox, lalu periksa PC kalau-kalau ada program mencurigakan yang terinstall secara misterius. Bagi Kompasianers yang kedapatan iklan tersebut, coba praktikan deh apa yang diajarkan oleh kenalan saya Mas Ihwan, siapa tahu itu akan berhasil. Saya belum bisa mempraktikannya langsung karena so far, welcome page saya aman, (Alhamdulillah)

Sekian dulu dari saya, semoga sore Anda menyenangkaan :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selintas Mengenang Taufik H Mihardja …

Dwiki Setiyawan | | 27 August 2014 | 15:21

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 13 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 14 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: