Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Nurlaila Yusuf

I love reading as much as I love my cats

Iklan “Yagitudeh” di Kompasiana, apa ya Penyebabnya?

OPINI | 10 April 2013 | 15:04 Dibaca: 299   Komentar: 0   0

1365581018600050538

KOMPAS.com

Sudah beberapa hari ini saya masih sering lihat aduan-aduan mengenai iklan porno yang diposting sebagai artikel atau catatan harian di Kompasiana. Yah, saya juga sempat syok nggak habis pikir, kenapa Kompasiana yang aturannya super ketat ini bisa memasang iklan tidak senonoh macam friend sex dan lain-lain tapi begitu tahu alasannya, sekarang, tiap melihat aduan seperti itu, mau tak mau saya mesem sendiri.

Awal kemunculan iklan porno kalau tidak salah ingat sekitar tiga minggu yang lalu, ketika kompasiana sedang “berbenah” habis-habisan -hal ini saya simpulkan demikian karena pada saat itu, Mas Iskandar secara khusus membuat artikel yang menginformasikan bahwa akan ada banyak gangguan yang ditemui user akibat maintenance. Begitu melihat aduan soal iklan porno, saya langsung mencari tahu penyebabnya. Dan, inilah jawaban yang saya dapatkan dari salah orang IT yang paling hebat yang pernah saya kenal di tempat saya bekerja,
“Tempat iklan porno muncul di Kompasiana itu harusnya tempat google adsense muncul, google adsense tidak mungkin membiarkan iklan semacam itu lolos. Coba lihat, tidak ada sign “i” dipojok kotak, sedangkan adsense google pasti ada. Ini kemungkinan besar ulah dari malware yang ada di web-web dewasa.” setelah itu, lewat chat Mas Ihwan bertanya pada saya apakah iklan tersebut muncul di semua user atau tidak, karena saya sendiri tidak melihat iklan tersebut di welcome page kompasiana saya, maka saya jawab tidak. “Nah, berarti iklan tersebut muncul dari pc user, memang ada malware. Biasanya bukan cuma malware iklan porno, virus pun kadang ada yang terinstall otomatis, makanya hati-hati pilih web.” Setelah itu, Mas Ihwan memberitahu bahwa cara menghilangkan iklan porno adalah dengan menghapus history web dewasa di googlechrome atau firefox, lalu periksa PC kalau-kalau ada program mencurigakan yang terinstall secara misterius. Bagi Kompasianers yang kedapatan iklan tersebut, coba praktikan deh apa yang diajarkan oleh kenalan saya Mas Ihwan, siapa tahu itu akan berhasil. Saya belum bisa mempraktikannya langsung karena so far, welcome page saya aman, (Alhamdulillah)

Sekian dulu dari saya, semoga sore Anda menyenangkaan :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 10 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Bukan Diriku …

Roviatus Sa'ada... | 8 jam lalu

Humor Revolusi Mental #017: Orang Batak …

Felix | 8 jam lalu

Sabang & Tugu Nol Kilometer yang …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | 8 jam lalu

Distributor Rokok Mengambil Alih Permainan …

Jumardi Salam | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: