Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Pengalaman KTA Standchart

REP | 05 April 2013 | 07:08 Dibaca: 336   Komentar: 0   0

First, ini unek2 saya mengenai “hebatnya” marketing Standchart (SC)…

Saya memiliki usaha toko, kebetulan saya membutuhkan sejumlah dana untuk perputaran cash flow dan pembelian beberapa barang pesanan konsumen, ketika masuk ke situs SC terlihat sepertinya mudah, lalu saya apply online, karena beberapa persyaratan mengharuskan mengirim scan maka saya memutuskan mengambil opsi menyerahkan dokumen dengan cara lain.

Beberapa hari kemudian saya ditelp oleh Ibu “E” dan beliau menanyakan apakah betul saya mengajukan KTA SC? lalu saya jawab betul dan kemudian beliau melalui kurirnya meminta tanda tangan di formulir dengan cara mendatangi toko saya, sampai disitu tidak ada masalah, kemudian beberapa hari kemudian saya menerima sms dari SC yang mengatakan dokumen telah diterima lengkap dan akan diproses, nah disini mulai hebat, kira2 dua hari kemudian Ibu “E” mengirim sms ke saya dengan bunyi ” pak tolong HP diaktifkan terus karena sedang diproses, omset 5, 6 MILIAR !!! selama setahun ya pak astagaaaaa, saya mengajukan pinjaman 40juta, kalau omset saya sudah sebesar itu buat apa saya pinjam 40 juta? saya sampai telp Ibu “E” dan saya bilang Ibu tidak salah masukan data seperti itu? kan saya kasihkan fotocopy rekening 3 bulan terakhir mana sesuai dengan omset sebegitu besar? Lalu Ibu itu bilang “tidak akan di cek koq pak”, ya sudah mau gimana lagi formulir sudah terkirim DENGAN ISI DATA YANG SANGAT TERAMAT TIDAK SESUAI DENGAN DATA YANG SAYA KIRIM VIA ONLINE.

5 hari kemudian saya telp Ibu “E” menanyakan status aplikasi karena tidak ada telp satupun juga baik ke rumah / kantor / ke Hp saya, lalu Ibu “E” mencoba cek di komputernya dan dia bilang dengan santainya “ohhh pak, aplikasinya ditolak, nih baru dapet datanya, gini aja pak gimana kalau bapak mengajukan ke Bank Danam*n” saya bilang oh begitu ya bu, saya pikir2 dulu saja.

Disini saya baru tau, betapa hebatnya seorang marketing KTA SC bisa mengirim data palsu sesuai keinginan dia TANPA KONFIRMASI DULU PADA CALON NASABAH !!! HEBATTT !!! dan konyolnya saya pikir SC tidak akan merekrut analis kacangan yang percaya begitu saja dengan data omset miliaran rupiah masih mengajukan pinjaman 40 juta, dah gak bisa berkata apa2 sama Ibu ini, mau marah kasian juga, ya sudah lah…kapok sama marketing SC, apa pihak SC asal2an merekrut marketing sampai begitu pintarnya mengisi data calon nasabah seenak dia?

Setelah saya baca di forum ini mengenai beberapa kasus SC bersyukur juga KTA saya ditolak, yah ini cuma share aja kali aja ada saudara/i yang emang mo mengajukan ke SC dan sudah bulat tekatnya mungkin karena terdesak semoga saudara/i gak dapet marketing abal2 spt saya.

Tq kompas buat memuat share ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: