Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Pengalaman KTA Standchart

REP | 05 April 2013 | 07:08 Dibaca: 378   Komentar: 0   0

First, ini unek2 saya mengenai “hebatnya” marketing Standchart (SC)…

Saya memiliki usaha toko, kebetulan saya membutuhkan sejumlah dana untuk perputaran cash flow dan pembelian beberapa barang pesanan konsumen, ketika masuk ke situs SC terlihat sepertinya mudah, lalu saya apply online, karena beberapa persyaratan mengharuskan mengirim scan maka saya memutuskan mengambil opsi menyerahkan dokumen dengan cara lain.

Beberapa hari kemudian saya ditelp oleh Ibu “E” dan beliau menanyakan apakah betul saya mengajukan KTA SC? lalu saya jawab betul dan kemudian beliau melalui kurirnya meminta tanda tangan di formulir dengan cara mendatangi toko saya, sampai disitu tidak ada masalah, kemudian beberapa hari kemudian saya menerima sms dari SC yang mengatakan dokumen telah diterima lengkap dan akan diproses, nah disini mulai hebat, kira2 dua hari kemudian Ibu “E” mengirim sms ke saya dengan bunyi ” pak tolong HP diaktifkan terus karena sedang diproses, omset 5, 6 MILIAR !!! selama setahun ya pak astagaaaaa, saya mengajukan pinjaman 40juta, kalau omset saya sudah sebesar itu buat apa saya pinjam 40 juta? saya sampai telp Ibu “E” dan saya bilang Ibu tidak salah masukan data seperti itu? kan saya kasihkan fotocopy rekening 3 bulan terakhir mana sesuai dengan omset sebegitu besar? Lalu Ibu itu bilang “tidak akan di cek koq pak”, ya sudah mau gimana lagi formulir sudah terkirim DENGAN ISI DATA YANG SANGAT TERAMAT TIDAK SESUAI DENGAN DATA YANG SAYA KIRIM VIA ONLINE.

5 hari kemudian saya telp Ibu “E” menanyakan status aplikasi karena tidak ada telp satupun juga baik ke rumah / kantor / ke Hp saya, lalu Ibu “E” mencoba cek di komputernya dan dia bilang dengan santainya “ohhh pak, aplikasinya ditolak, nih baru dapet datanya, gini aja pak gimana kalau bapak mengajukan ke Bank Danam*n” saya bilang oh begitu ya bu, saya pikir2 dulu saja.

Disini saya baru tau, betapa hebatnya seorang marketing KTA SC bisa mengirim data palsu sesuai keinginan dia TANPA KONFIRMASI DULU PADA CALON NASABAH !!! HEBATTT !!! dan konyolnya saya pikir SC tidak akan merekrut analis kacangan yang percaya begitu saja dengan data omset miliaran rupiah masih mengajukan pinjaman 40 juta, dah gak bisa berkata apa2 sama Ibu ini, mau marah kasian juga, ya sudah lah…kapok sama marketing SC, apa pihak SC asal2an merekrut marketing sampai begitu pintarnya mengisi data calon nasabah seenak dia?

Setelah saya baca di forum ini mengenai beberapa kasus SC bersyukur juga KTA saya ditolak, yah ini cuma share aja kali aja ada saudara/i yang emang mo mengajukan ke SC dan sudah bulat tekatnya mungkin karena terdesak semoga saudara/i gak dapet marketing abal2 spt saya.

Tq kompas buat memuat share ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 7 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 14 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 14 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: