Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ismail Elfash

orang biasa yang sedang belajar menulis, mengungkapkan isi hati dan sekedar berbagi

Cara Mengganti Buku Nikah yang Hilang

REP | 01 April 2013 | 00:31 Dibaca: 4887   Komentar: 3   2

Buku nikah sangat penting sebagai tanda bukti sah nya ikatan pernikahan. Buku nikah juga menjadi persyaratan bagi keluarga yang akan mengajukan kredit bank. Membuat akte kelahiran anak,  memerlukan buku nikah. Bahkan buku nikah, menjadi “prasasti” atas ikatan suci yang telah telah diikrarkan bersama pasangan yang kita cintai. Tertulis tanggal keramat pernikahan kita, sebagai awal mula kita mengemban tugas mulia sebagai manusia yang berpasang-pasangan.

Buku nikah yang bentuknya kecil seukuran buku saku, terkadang kita jarang memperdulikan. Karena memang jarang dibutuhkan. Namun jangan salah, ketika hilang (kehilangan, kebanjiran, kebakaran, pencurian, dll) buku nikah ini lumayan “sulit” untuk menggantinya kembali. Karena buku nikah hanya dikeluarkan satu kali oleh kantor urusan agama kecamatan. Tidak bisa dibuat baru (beda dengan ijazah). Karena kalau dibuat baru (tanggalnya) akan menjadi masalah besar akan keabsahan status kita dan anak kita (nanti dikiranya kumpul kebo, hoho..). Logikanya, tidak mungkin anak tahu tanggal nikahnya orang tua (kecuali anak tiri). Atau anak akan menjadi ragu, sesungguhnya siapa orang tua sebenarnya, kalau ternyata orang tuanya “menikah baru” hanya karena gara-gara mengganti buku nikah.

Tapi hilangnya buku nikah, bukan tanpa solusi. Ada cara untuk mendapatkan buku nikah pengganti (bukan buku nikah baru). Berikut pengalaman saya, tanya sana-sini cara mengganti buku nikah saudara,  yang hilang.

Apabila buku nikah hilang, segera mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA)  Kecamatan, dimana kita menikah. Sebab, yang mencatat dan mengeluarkan buku nikah adalah petugas KUA (penghulu) di kecamatan dimana kita melaksanakan akad nikah. KUA mempunyai data nikah. Tertulis tanggal dan tahunnya. Namun agak repot kalau datanya berpuluh-puluh tahun ke belakang. Ada kemungknan datanya sudah hilang.

Petugas KUA akan meminta data, tanggal nikah dan pasangan suami-istrinya berikut “Bin” nya. Bin adalah keterangan bahwa kita anak laki-laki, atau binti anak perempuan dari Bapak siapa, sebutkan nama Bapak kita.

Setelah data kita berikan, petugas KUA akan mencari data kita. Kalau ketemu, maka akan diberikan surat pengantar dari KUA kecamatan. Selanjutnya kita diminta ke kantor polisi untuk membuat surat keterangan kehilangan.

Setelah mendapatkan surat pengantar dari KUA kecamatan, tempat kita menikah, dan mendapatkan Surat keterangan Kehilangan dari kepolisian setempat, langkah selanjutnya adalah ke KUA Kabupaten/Kota. Karena yang berhak mengeluarkan salinan bukti nikah (bukti surat nikah - pengganti) adalah KUA Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh kepala KUA kabupaten/kota.

Setalah mendapatkan salinan surat nikah dari KUA Kabupaten/Kota, maka selesailah proses penggantian buku nikah yang hilang.

Mengenai biaya saya tidak tahu pasti, karena pengalaman saya hanya tanya sana-sini. Tapi mungkin, sebenarnya gak ada tarif resmi, namun yang ada adalah tarif isi amplop tidak resmi yang diresmikan, heheh…

000OOO000

Masalah muncul, ketika kita merantau, tinggal jauh dari kampung halaman tempat kita menikah. Untuk mendapatkan buku nikah pengganti, mau tidak mau harus ke KUA tempat kita menikah dulu. Kasus lainnya apabila nikah dibawah tangan, ada penghulunya resmi, tapi tidak tahu dari KUA mana, ini yang merepotkan. Kemana kita mencari KUA nya. Mening kalau penghulunya masih ada, kalau sudah meninggal??

Atau kasus lainnya, kita tahu tempat menikah di KUA mana, tapi tidak mungkin kita pulang kampung. Atau kasusnya, kita tahu KUA tempat kita menikah, tapi ternyata catatannya tidak ditemukan, datanya sudah hilang, atau memang dulunya petugas KUA teledor tidak mencatatnya, atau bahkan mungkin saja buku catatan nikah berpuluh-puluh tahun yang lalu sudah lapuk, sehingga catatannya tidak terbaca lagi.

Untuk kasus-kasus di atas solusi pertamanya adalah tetap mendapatkan surat pengantar dari KUA. Bisa saja KUA Kecamatan di lingkungan tempat kita tinggal. Namun karena datanya tidak ada, maka kita diharuskan sidang nikah di Pengadilan Agama Kabupaten/Kota. Sidang nikah ini, bukan nikah baru, melainkan akad mencocokkan data tanggal nikah, pasangan dan lain sebagainya. Syaratnya pasangan-suami istrinya harus hadir mengikuti sidang di pengadilan agama Kabupaten/Kota.

Setelah melakukan sidang di Pengadilan Agama Kabupaten/Kota, dikeluarkanlah surat keterangan pernikahan. Surat ini dibawa kembali ke KUA Kecamatan sekitar kita. Lalu dibuatkan surat pengantar oleh KUA Kecamatan.

Langkah selanjutnya sama seperti di atas. Ke Kantor Polisi untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan. Baru yang terakhir, surat-surat tersebut dibawa ke KUA Kabupaten/Kota untuk dibuatkan surat nikah penggantinya.

Semua proses ini, lumayan memakan waktu. Tapi petugas KUA Kecamatan bisa mengurus sampai ke KUA Kabupaten/Kota. Kita bisa terima jadi dan mengambil buku nikah penggantinya di KUA Kecamatan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan datang saja ke KUA dan tanya petugasnya. Mohon maaf, kasus ini berlaku untuk pencatatn nikah yang beragama Islam. Untuk yang Non Islam, saya tidak tahu.

Salam

Ismail

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 3 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 5 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 9 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 11 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: