Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Tips & Trik Belanja Furniture

REP | 27 March 2013 | 19:30 Dibaca: 1148   Komentar: 0   0

13643608951563029957

Sebelum berbagi tips singkatnya, lebih baiknya saya cerita sedikit pengalaman hari minggu yang lalu saat keliling-keliling cari produk furniture yang dibutuhkan, sehingga dari cerita ini bisa dilihat gambaran lebih jelas dari tips belanja furniturenya :)

Sore itu, sepulang menghadiri undangan pernikahan rekan kerja di daerah cipete, saya dan calon istri mampir-mampir di tempat penjualan furniture, tepatnya di sepanjang jalan Raya Bogor antara petigaan Jl. Raya Cibubur dan sebelum perempatan Tol Cisalak. Capainya perjalanan tak menghalangi niatku untuk gerilya, soalnya perlu teman-teman ketahui kami akan menikah sekitar 2 minggu lagi. Dengan Kondisi kontrakan yang masih bersih (baca: belum ada isinya, hehehe) tentunya sudah sangat mepet sekali waktu untuk belanja keperluan rumah tangga.

Sambil becanda bersama, saling lempar senyum dan berbagi cerita, ehemmm.. kami kunjungi satu persatu tempat penjualan furniture. Tempat pertama kami mampir adalah sebuah supermarket, salah satu yang terkenal di Indonesia. Dari tempat parkir langsung terlihat target belanja kami, terletak di tengah-tengah area pameran, aku nilai cukup pintar penjual furniture itu memilih lokasi. Yang kami liat pertama kali lemari warna hitam, dengan pintu kaca terlihat mewah dan termasuk lebar ukurannya. Aku beranikan diri buka pintunya, tercium aroma khas kayu yang yang masih baru diolah dan di dalam terlihat beberapa perkakas, mungkin lemari itu sekaligus gudang mini sementara juga. Tak lama menunggu datang SPG dengan senyum ramah menyapa tersungging dari wajah yang lumayan menarik. Tapi masih enakan lihat calon istriku sih ;-).

Percakapan kami lumayan lama dan alot, mengingat kami tertarik dengan lemari sekaligus tanya kasurnya juga. Tapi aku pikir dengan merk yang belum begitu terkenal, masih terlampau tinggi dia kasih harga, hal ini cukup bisa dimengerti mungkin karena mahalnya harga sewa tempat plus bayar pegawai. Di akhir percakapan, walau dia menawarkan potongan harga dan berbagai trik rayuannya, kami sampaikan penolakan halus dan meminta nomor pribadinya sewaktu-waktu kami butuh.

Sekeluarnya dari supermarket itu, kami susuri lagi jalan Raya Bogor kea rah selatan, tiba-tiba terlihat sebuah toko furniture di seberang jalan, khusus kayu jati tapi sepertinya gak jual kasur. Untuk menghilangkan rasa penasaran, aku putar balik arah kendaraan, kebetulan ada akses untuk memutar dan langsung parkir depan tokonya. Saat itu ada yang sedang belanja juga, dan sementara pelayan lain menemani pelanggan, si ibu (sepertinya yang punya toko) segera mendekati kami. Pendekatan si Ibu lumayan mengena, dia bisa mencairkan suasana bahkan menebak kalo kami mau mantenan, dan dengan gaya khasnya di puji kecantikan calon istriku dan memuji juga aku yang katanya pintar mencari istri, hehehe. Dibilangnya kalo aku mirip seseorang yang dia kenal, dan obrolan-obrolan lain mengalir begitu saja di tengah-tengah penjelasan tentang furniture jualannya. Jika dibandingkan dengan yang di Supermarket tadi, harga bisa dibilang sama, tapi jika boleh memilih aku akan memilih di tempat ini, karena kualitas lebih tinggi (bahan jati semua beserta ukiran) padahal dengan harga yang relative sama. Tapi aku belum puas untuk cari perbandingan, sehingga kami sampaikan ke si ibu untuk sementara masih mau mencari-cari lagi dulu.

Kembali kami arahkan kendaraan ke arah selatan, tak begitu jauh kami jalan sekali lagi terlihat sebuah toko furniture. Nah yang ini aku lihat sepertinya lebih lengkap, tapi aku bingung gak ada putaran balik, tadinya calon istriku mo nunggu kendaraan saja, tapi aku bilang biarkan saja, dan akhirnya kamipun nekad memarkir kendaraan di tempat itu, toh pikirku masih keliatan dari toko di seberang, lagipula bisa jadi cuma mampir sebentar tanya-tanya saja. Dengan hati-hati kami jalan kaki nyeberang, aku di sebelah kanan sambil haling-halangin kendaraan, calon istriku langsung comment, deeeuhh bisa juga ya jagain cewenya, dan aku dibuat meseman karenanya.

Tapi ternyata cerita lain setelah kami interaksi di dalamnya, tadinya hanya untuk tanya-tanya ternyata suasana sudah mulai nyaman di dalam. Di tempat itu rupanya sedang ada pelanggan juga, atau siapa aku gak tau, yang jelas sampai disana aku langsung di samperin si Mbak yang melayani. Menyingkat waktu kami langsung tanya harga barang-barang yang dibutuhkan, terlihat disana lemari warna hitam minimalis tapi elegant dan enak dilihat, ada juga rak piring dan juga kasurnya, sebuah spring bed dari merk yang sudah dikenal. Pas tanya berapa masing-masing, ternyata harganya langsung membuatku yakin saja. Termasuk murah untuk kualitas lemari yang bagus (buatan perajin langsung bukan pabrikan), harga rak juga sesuai, dan spring bed pun demikian, dengan merek yang sudah dikenal aku rasa sudah cocok harganya. Untuk memastikan pilihan, si Mbak mengajak kami ke lantai 2 untuk melihat-lihat alternative merek laiinya, sekaligus kami tanyakan untuk ranjangnya juga. Sempat bingung memilih di antara bebarapa alternative spring bed, tapi saat kami dibawa kembali ke pemilik toko, akhirnya aku bisa memilihnya. Pemilik Toko seorang yang masih muda, terlihat ramah dan enak diajak ngobrol, aku tanyakan referensi sang pemilik dari beberapa alternative itu. Melihat orangnya baik, sehingga aku percaya saja dan menerima pendapatnya.

Nah, tinggal sekarang menentukan harga, di sini termasuk alot juga kami tawar menawar. Kecocokan di antara kami saat interaksi, memudahkan sesi transaksi ini sehingga dengan cepat diperoleh kesepakatan. Tapi saat itu terkendala pembayaran, karena aku gak bawa uang cash yang cukup sementara kartu kreditku gak sesuai dengan mesin yang ada di sana. Pemilik toko menawarkan solusi untuk melakukan pembayaran di Toko dia satunya lagi di Jln Raya Cibubur-Lapangan Tembak, dia menjelaskan toko disana dijaga istrinya, dan mesinnya bisa menerima dari semua media payment. Halnya si Mbak Pelayan, setelah berhasil menjual 1 set kasur beserta ranjangnya, 1 lemari dan 1 rak piring, dia diijinkan pulang cepat sama Sang Pemilik Toko yang kemudian aku tahu namanya Mas Hans. Tentu saja si Mbak kegirangan, walau dikasih tugas harus mengantar aku ke toko satunya dulu ditemani teman lelakinya.

Sesampainya di toko yg di Jln Raya Cibubur (hanya kurang lebih 50 meter dari pertigaan Jl Raya Bogor), terlihat Sang Nyonya beserta anak dan orang tua/mertuanya. Di sini pun aku merasa kerasan, karena baik sang suami juga istri pemilik toko ternyata sama-sama ramah dalam melayani pelanggan. Sambil ngobrol basa basi kami selesaikan pembayaran, dan akhirnya selesailah pencarian hari itu.

Nah, dilihat dari cerita di atas, aku punya kesimpulan supaya saat belanja mendapatkan kepuasan:

  1. Tentukan dulu budget buat belanja
  2. Pastikan barang apa yang mau dibeli, jangan sampai tergoda barang-barang yang lain sebelum kebutuhan pokok didapatkan, terutama bagi yang simpanannya masih belum banyak :-)
  3. Cari lebih dari 2 alternatif otulet, sehingga kita bisa compare harga & kualitas
  4. Cari toko yang dijual pribadi saja, karena memungkinkan harga lebih murah dengan barang lebih berkualitas, dibanding di pusat perbelanjaan (biaya sewa mahal) sehingga harga lebih tinggi. Kecuali kalau mau gaya-gayaan beli di tempat yang prestigenya tinggi
  5. Cari pelayan/pemilik toko yang enak diajak ngobrol, sehingga saat tawar menawar pun kita bisa nyaman
  6. Kalau barang yang dibutuhkan banyak, usahakan outlet yang dituju itu menjual semua yang dibutuhkan, sehingga memungkinkan harga akan didiskon lebih dibanding dengan toko yang berbeda.
  7. Lebih enaknya cari dulu referensi harga barang sejenis di internet.

Aku ingat sebuah perumpamaan, Jika kita ingin melihat step by step perkembangan hidup manusia, tak perlu kita mengikuti kehidupan seseorang sejak lahir sampai meninggal, tapi cukup kita lihat di sekeliling, di sana ada orang yang baru lahir, yang umur 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun, bahkan 100 tahun atau lebih. Ilmuwan pun gak perlu mengikuti perkembangan bintang yang umurnya miliaran tahun di alam semesta untuk mengetahui prosesnya, tapi dengan peralatan yang sekarang ada mereka bisa juga mempelajari siklus bintang itu dari mulai proses lahir sampai berakhir menjadi jejak supernova atau proses akhir bintang lainnya. Nah bagi teman-teman yang gak mau repot-repot dan menghabiskan banyak waktu untuk mencari referensi belanja furniture, silahkan kunjungi outlet dimana aku belanja itu, bagi yang jauh mau pesan juga bisa mengakses alamat situsnya di http://grosirfurniture.com/ nama toko sama dengan nama situsnya, Grosir Furniture, alamat fisiknya ada di Jl.Raya Bogor Km 31 N0 11 Cimanggis-Depok, atau di Jl. Raya Lapangan Tembak No 21 A Cibubur. Aku mereferensikan karena merasa nyaman dengan pelayanan juga cocok dengan harganya. Semoga Membantu :-)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek : Tablet Sebagai Pengganti …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 6 jam lalu

Capres Demokrat Tak Sehebat Jokowi, Itu …

Dini Ambarsari | 9 jam lalu

Salah Kasih Uang, Teller Bank Menangis di …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Salah Transfer di Internet Banking …

Ifani | 12 jam lalu

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: