Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Soal Santet dan Pembunuhan, Tirulah Hukum Saudi!

OPINI | 24 March 2013 | 19:51 Dibaca: 539   Komentar: 0   5

Maraknya aksi kriminal di tanah air membuat hati ini miris, apalagi kasus terbaru, pembunuhan tahanan Lapas yang terjadi di Jogja, kota dimana keluargaku tinggal.Hampir tiap hari berita kejahatan menghiasai media cetak ataupun online, dari perampokan, pembunuhan, pemerkosaan hingga korupsi para pejabat.

Rasa aman masyarakat semakin sulit didapat, apalagi pelaku kejahatan juga banyakyang berasal dari penegak hukum sendiri, dari polisi, jaksa dan hakim. Termasuk tentara yang semestinya bertugas menjaga pertahanan negara ikut terlibat dalamkejahatan tersebut, dan semakin diperparah dengan ulah para pemimpin yang tidak
amanah serta ulama yang gila urusan dunia.

Saya jadi bermimpi, negara Indonesia menerapkan hukum seperti negara Saudi disini untuk para pelaku kriminal tersebut. Negara ini menerapkan hukuman mati untuk pelaku pembunuhan yang disengaja, perkosaan, perampokan bersenjata dan kejahatan narkoba, termasuk juga pelaku santet atau ilmu sihir yang sedang
ramai dibicarakan juga di Indonesia, karena akan dibuat RUU soal santet.

Hanya dengan pengakuan tersangka telah berbuat sihir atau terbukti mempelajariilmu-ilmu sihir bisa menyeret pelaku ke algojo pancung. Bandingkan dengan negarakita, praktik-praktik sihir menyebar luas dimasyarakat, bahkan diiklankan secara bebas cara belajar ilmu-ilmu tersebut. Mestinya dilarang keras semua hal yang bisa
menjadi sebab ilmu sihir ada. Tangkap dukun-dukun, paranormal, ‘orang pintar’ atau ‘kyai’ yang dengan gagahnya beriklan bisa melakukan hal-hal ghoib!

Dengan hukum yang tegas seperti ini, memberi rasa adil pada korban kejahatan,memberi rasa aman pada masyarakat, karena orang akan berpikir berkali-kali jikamau melakukan kejahatan-kejahatan tersebut. Memberi efek jera yang luar biasa,apalagi disini hukuman mati dilakukan dengan cara dipancung didepan publik.

Walau banyak ditentang beberapa aktivis HAM karena dinilai melanggar hak asasimanusia, nampaknya pemerintah Saudi tetap saja menjalankan hukum ini, mungkinkarena terbukti efektif meredam aksi kejahatan tersebut. Secara pribadi saya setujuhukuman mati buat pelaku kriminal seperti itu, tentu setelah melewati pengadilanyang jujur dan adil. Soal cara hukumannya, dipancung atau ditembak mati, ituhanya masalah teknis. Bagaimana menurut Anda?
Dammam, 24/03/2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Batu David Bersinar Merah Terang jika …

Mahaji Noesa | | 05 March 2015 | 20:19

Niat Korupsi Dapat Dipidana …

Hendra Budiman | | 05 March 2015 | 16:31

Sup Seafood Kok Jadi Sup Plastik? …

Purwanti Asih Anna ... | | 05 March 2015 | 16:58

Waspada Predator Seksual di Dunia Maya! …

Ryan M. | | 05 March 2015 | 20:16

Kompasiana Ngulik: Ngobrolin Genre Musik …

Kompasiana | | 23 February 2015 | 14:51


TRENDING ARTICLES

(Breaking News) Denny Indrayana Tersangka …

Pakde Kartono | 3 jam lalu

Gaya Ahok Tidak Meng-Indonesia! …

Sang Millioner | 6 jam lalu

Lima Mata Iblis Penguasa Dunia …

Wasiat Kumbakarna | 7 jam lalu

Mengapa Ruki Tidak Menolak? …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Pelayanan Luar Biasa Fx Sudirman …

Thamrin Dahlan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: