Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

M. Rasyid Nur

M. Rasyid Nur, pendidik yang bertekad "Ingin terus belajar dan belajar terus". Silakan juga diklik: selengkapnya

Kurikulum 2013 Diantara Keraguan

OPINI | 22 March 2013 | 05:22 Dibaca: 372   Komentar: 7   0

BEBERAPA hal di antara serba-serbi catatan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang berlangsung selama tiga hari, Rabu - Jumat (20 s.d. 22 Maret 2013) di Hotel Golden View Batam antara lain adalah rencana pelaksanaan kurikulum 2013 dan masih rendahnya kualifikasi guru di provinsi kelautan ini. Di satu sisi, kurikulum baru ini akan tetap dilaksanakan sementara di sisi lain para pendidik yang akan melaksanakannya di kelas masih diragukan kemampuannya.

Walaupun masih ada beberapa topik menarik lain yang dibahas dalam Rakor yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah se-Kepri, para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan para Sekretaris dan Kepala Bidang di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten se-Kepri namun dua hal ini cukup menarik menurut saya.

Paparan topik Persiapan Pelaksanaan Kurikulum 2013 yang langsung disampaikan oleh Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud RI yang diwakili oleh Dr. Hermana Soemnatri, MA terdengar masih meragukan para peserta Rakor. Sementara ketika pemaparan topik Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan yang dipaparkan salah seorang Kabid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi, terbersit informasi kalau para guru di provinsi ’segantang lada’ ini ternyata masih separoh lagi yang berkualifikasi di bawah standar.

Tuntutan undang-undang dan peraturan pemerintah perihal kualifikasi guru yang sudah berkualifikasi S1 ternyata baru mencapai 11.006 orang dari 23.906 guru yang ada di Provinsi Kepri. Artinya masih belum sampai setengah dari tuntutan yang ditetapkan. Akankah mampu dicapai menjelang tahun 2014 yang tinggal kurang dari dua tahun lagi? Sementara mereka akan diberi beban tugas melaksanakan kurikulum baru yang sampai hari ini masih belum dapat dipahami secara benar oleh semua guru.

Seperti yang disampaikan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud yang khusus diundang oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dalam Rakor sekali setahun ini terdengar betapa sebenarnya kurikulum ini belumlah selesai persiapannya. Beberapa kali Dr. Hermana menjelaskan bahwa kurikulum ini masih akan disempurnakan di sana-sini. Perkembangan situasi yang berjalan sangat cepat dapat saja mempengaruhi kurikulum ini hingga benar-benar terlaksana pada awal tahun pelajaran nanti. Demikian dikatakannnya di hadapan peserta Rakor yang cukup antusias menyimak pemaparannya. Tidakkah itu meragukan?

Peserta Rakor,terutama para pimpinan sekolah yang berada di garda paling depan sebenarnya berharap semakin mengerti apa itu kurikulum 2013. Sejatinya para kepala sekolah itu mendapat print out kurikulum baru dalam sosialisasi ini. Ternyata harapan itu tidak kesampaian. Ketika ditanya kepada salah pegawai Dinas Kabupaten, informasi yang didapatkan, dengan alasan masih dalam tahap sosialisasi awal maka contoh kurikulum itu sama sekali tidak diberikan kepada para peserta Rakor.

Tentu saja keadaan itu menambah keraguan para Kepala Sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum itu nantinya. Padahal di media, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh sudah berkali-kali menegaskan bahwa Kurikulum 2013 ini akan tetap dilaksanakan pada awal Tahun Pelajaran baru, 2013/ 2014 nanti. Artinya, waktu itu tinggal tiga bulan saja lagi. Dapatkah para pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakannya nanti?

Inilah keraguan untuk ke sekian kali dari beberapa kali berkesempatan mendengarkan penjelasan kurikulum baru ini dari sumber pertama. Belum lagi data yang dipaparkan Dinas Pendidikan Provinsi yang menyebutkan lebih dari separoh guru di Kepri masih di bawah kualifikasi Standar Nasional Pendidikan. Artinya, dari segi kesiapan kurikulumnya saja masih belum benar-benar rampung sempurna ditambah lagi dengan fakta keadaan guru yang belum pula memenuhi kualifikasi standar yang ditetapkan ketentuan. Akumulasi berbagai hal dan kendala itu akan membuat perlaksanaan kurikulum menimbulkan keraguan dari kita semua. Akankah keinginan Mendikbud untuk melaksanakan kurikulum ini akan tetap diteruskan? Waktu dan tempat jualah yang akan menjawabnya.***

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 4 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 5 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 6 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 7 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 8 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 8 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 9 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: