Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Venusgazer™

You'll Never Walk Alone... @venusgazer

Bahagia Mempunyai Sahabat Dunia Maya

OPINI | 19 March 2013 | 02:54 Dibaca: 1016   Komentar: 0   9

Rasanya tidak ada yang tidak merasa bahagia mempunyai seorang sahabat. Orang yang kita anggap lebih dari sekedar teman biasa. Bagi banyak orang hubungan dengan sahabat kadang melebihi hubungan dengan saudara sendiri. Ada ikatan emosional yang susah untuk dijelaskan lewat kata-kata.

Saya mempunyai beberapa orang yang saya anggap sebagai seorang sahabat walaupun belum pernah bersua sekalipun. Ya, itulah sahabat dunia maya saya. Awalnya teman biasa lalu seiring berjalannya waktu kualitas pertemanan berkembang menjadi sebuah persahabatan yang kemudian saling bertukar nomor hape.

Bagaimana bentuknya? Sebenarnya sederhana saja. Salah contoh adalah ucapan “selamat pagi..atau malam” via surel, sms atau messenger (whatsapp). Sebuah ucapan sederhana, dua patah kata yang bagi saya dalam makna. Sebuah ungkapan perhatian dan juga pembangkit semangat dalam memulai hari. Tidak penting siapa yang memberi ucapan terlebih dahulu. Sebagai pribadi saya merasakan hubungan seperti ini sungguh sesuatu yang istimewa.

Apakah sebuah hubungan “dekat” dalam dunia maya harus antara pria dengan wanita atau sebaliknya? Tidak juga, mempunyai sahabat sesama jenis tidak kalah menariknya dibanding dengan lawan jenis. Setiap hari saya coba ‘say hello’ dengan seorang sahabat ini, mengetahui bahwa keadaannya baik-baik saja sudah cukup senang bagi saya. Saat mendapat kabar bahwa keadaannya sedang sakit rasa hati saya juga merasa tidak nyaman. Hanya doa yang bisa saya kirimkan. Ada juga salah seorang sahabat saya nun jauh disana yang pada setiap kesempatan selalu menanyakan kesehatan anak-anak saya yang biasa dia sebut sebagai keponakannya. Saya merasa sesuatu yang luar biasa, padahal belum pernah bertemu.

Menjalin relasi dengan wanita tidak harus dibarengi dengan perasaan cinta layaknya sepasang kekasih. Saya rasa itu tidak kurang indah dibandingkan dengan mereka yang menjalin asmara lewat dunia maya. Saya mempunyai teman wanita yang saya anggap sebagai sahabat. Kami saling menaruh respek. Tidak pernah berbicara hal-hal yang menjurus omongan orang dewasa. Tidak pernah berbagi cerita secara detil mengenai permasalahan rumah tangga masing-masing. Kedekatan tidak harus dieratkan dengan curhat masalah pribadi. Ucapan “good morning…” sudah melampaui batas kenikmatan. Beberapa waktu lalu sebuah pesan via messenger, yang isinya tidak terduga adalah ucapan selamat atas terpilihnya Paus yang baru, padahal kami berbeda agama.

Apa yang didapat dari sebuah persahabatan dunia maya? Jawabnya banyak. At least ada seseorang yang bisa diajak tukar pikiran, berbagi ide maupun pengalaman. Salah seorang sahabat saya adalah orang yang selama ini mendorong saya untuk menulis. Tidak pernah merasa bosan memberi semangat ketika saya drop. Ia yang selalu menghibur saya ketika saya merasa gagal. Ia juga yang tidak akan segan menegur jika ada sesuatu yang salah pada diri saya.

Dari sisi materi, sebuah persahabatan tidak bisa diukur dari seberapa banyak materi yang didapat. Karena persahabatan bukan sebuah bisnis, bukan hitungan untung rugi. Bukan melulu soal take and give. Sejauh ini ada sahabat yang mengirimi saya buku dan kartu pos . Sesuatu yang saya tahu diberikan secara tulus tanpa mengharapan balasan. Secara nominal mungkin tidak seberapa, tetapi nilai dibalik itu semua adalah tidak ternilai. Yang pasti bukan itu tujuan utama dari sebuah persahabatan, itu bisa efek samping dari sebuah persahabatan.

Sudah pembaca memiliki sahabat? Ada sebagian orang yang merasa belum perlu memiliki seorang sahabat. Alasannya bisa karena sudah memiliki kekasih atau pasangan hidup dan itu sudah cukup. Atau lebih suka mempunyai banyak teman tanpa harus ada kedekatan tersendiri. Bisa juga karena memang mempunyai sifat tertutup, menutup diri terhadap manusia lain. Sebenarnya tidak terlalu masalah. Lewat tulisan ini saya hanya ingin berbagi, tentang pengalaman dan perasaan saya mempunyai seorang sahabat. Sesuatu yang menjadi catatan berarti sepanjang perjalanan hidup saya. Sebuah ikatan yang begitu istimewa dan membahagiakan. Love you guys…..

Salam persahabatan untuk pembaca Kompasiana semua.

sumber gambar: www.greetings.kalpoint.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Jangan Kacaukan Indonesiaku! …

Eki P. Sidik | 8 jam lalu

Jersey Baru, Semoga Ada Juga Prestasi Baru …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Perpuskota Jogja Menjadi Wahana Wisata …

Iis Ernawati | 9 jam lalu

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 9 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: