Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Robi Ardianto

Orang bicara cintaAtas nama TuhannyaSambil menyiksa membunuhBerdasarkan keyakinan mereka (I.F)

Bisnis Hp Pertama kali dan Kartu Perdana Sangat Menguntungkan

REP | 18 March 2013 | 23:28 Dibaca: 2195   Komentar: 2   2

Masih ingat tahun 2000an pertama kali HP membumi ke masyarakat Indonesia, tidak seperti sekarang Harga Handphone dulu masih terbilang cukup mahal. Dan juga Harga kartu perdana yang sekali pakai lalu dibuang karena di obral di konter- konter dengan sangat murah.

Hp pertama yang saya pakai dulu adalah Ericson, yang pakai tutup dan berantena kecil. Tapi sayangnya saya lupa tipenya karena hanya seminggu saya memakainya. Dan yang kemudian saya pakai adalah HP NOKIA 3310. Meski dulu Hp tidak memiliki fitur selengkap sekarang, kalau dulu suara Hp hanya poliponik dan juga mengandalkan lampu yang kedap-kedip. Dan dengan kecanggihan teknologi saat ini, HP sudah lengkap dengan berbagai macam Fitur. Dan juga tidak semahal dulu.

Tapi, untuk pelaku bisnis HP mereka beranggapan, lebih menguntungkan jaman dahulu daripada sekarang, meski banyak konter kecil yg kemudian gulung tikar. Saya salah satu pelaku bisnis jual beli Hp second dan juga kartu perdana Second. Meski dulu saya masih duduk di bangku SMA tapi saya sudah melakukan transaksi jual beli Hp, meski tidak memiliki konter khusus. Karena saya akan mencarikan HP sesuai dengan yang dibutuhkan, setelah itu barang saya ambil di konter langganan saya.

Keuntungannya dalam setiap transaksi lumayan, dari sekali penjualan perdana saja bisa untung 10-50 ribu, karena harga perdana pada saat itu Rp 150.000rupiah dan isi pulsa 100.000,-. Belum lagi hasil jual HP keuntungan ku dari 100.000 sampai 350.000 jumlah yang sangat lumayan pada saat itu. Dalam sebulan saya isa melakukan 2 kali transaksi penjualan Handphone meski terhadap orang-orang yang saya kenal. tidak seperti sekarang. Kartu Perdana saja di obral hanya di jual 2000 perak.

Nokia 3310 Kisah Handphone bisa goyang

Hp bisa goyang, aku juluki ponsel Nokia 3310 milik ku karena kalau didirikan dan di aktifkan getarnya, dia akan bergoyang-goyang sesuai kedipan lampu. Seperti orang yang bergoyang mengikuti alunan irama, itu pun menjadi daya pikat tersendiri pada saat itu pada Handphone tersebut.

Dan yang paling mengesankan adalah, ketika Hp saya berdering ternyata di dpan kamar saya terlihat beberapa orang yang seperti paman saya, dan beberapa temannya . Karena pada saat itu saya masih duduk di bangku sekolah Madrasah Aliyah kelas 2. Dan sengaja saya sembunyikan bahwa saya telah memiliki HP, karena pada saat itu masih menjadi barang wah !!!

Apalagi, lampunya Nokia 3310 bisa diganti dengan berbagai macam warna bisa biru, kuning, merah, dll. Dan wallpaper Handphone yang masih hitam putih tetap saja menjadi kesan yang masih wah, karena pada saat itu HP masih jarang digunakan.

Dari bisnis tersebut saya sempat memberikan Handphone- handphone saya ke paman dan ayah saya. Ehhm, lumayan untuk pemula dalam belajar bisnis HP.

Berikut pengalaman saya memiliki HP untuk pertama kali, dan sekaligus berbisnis HP dengan sangat menguntungkan. Jadi untuk anda calon enterpreuner peluang bisnis itu ada dimana-mana termasuk sekitar kita. Tetap semangat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 17 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 19 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: