Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Adriani Galry Adoniram Tobondo

Tulisan dan kata-kata yang baik itu adalah jika dapat mengubah sesuatu jauh lebih baik dari selengkapnya

Cinta itu Apa?

OPINI | 15 March 2013 | 23:53 Dibaca: 62   Komentar: 0   0

Tidak bermaksud untuk sok tahu arti “cinta” dan saya rasa setiap orang memiliki arti masing-masing tentang cinta. Meski cinta itu memiliki makna beragam karena setiap orang mengartikannya masing-masing, cinta hanya satu arti yaitu tentang perasaan kepada seseorang; perasaan itu sulit berisi sikap percaya, simpati, setia, saling terbuka, pengertian, saling mendukung dan saling menerima. Kemudian bagaimana cara kita memulai untuk memahami cinta?

Dari bayi tak berdaya hingga berhasil belajar mengenal

Tidak dapat disangkal, perempuan memegang peranan penting dalam mengisi kehidupan di bumi melalui sejarah penting kelahiran seseorang sampai kemudian membentuk komunitas yang dinamakan bangsa.

Seorang ibu akan berkomunikasi kepada bayinya, meski si bayi dan ibu sama-sama belum memahami bahasa masing-masing. Mereka hanya bisa berkomunikasi dan saling mengenal dengan sentuhan, kata-kata yang setiap hari dikeluarkan, ketika seorang ibu membelai kepala si bayi dan terutama ketika seorang ibu memberikan asi kepada bayinya. Disini awal dari bahasa cinta.

Kedudukan laki-laki? Saya tidak bisa memastikan, hanya saja seorang laki-laki dalam kapasitasnya sebagai ayah dari si bayi akan melakukan hal sama terkecuali memberikan asi dan melahirkan. Terkecuali seorang laki-laki bisa melahirkan anak, maka ia tentu memiliki kedudukan yang sama dengan seorang perempuan. Meski demikian itu sangat sulit diterima apakah benar seorang laki-laki akan lebih baik bersikap dan menggantikan peran perempuan? Dalam tekanan berbeda, perempuanlah yang memegang kendali penting, ia seperti komunikator yang handal dengan kemampuan menterjemahkan apa yang ingin disampaikan si laki-laki kepada bayi mereka.

Anak pun bertumbuh, ia banyak mendapat berbagai asupan baik makanan-minuman, perhatian dan kasih sayang dalam berbagai bentuk pendidikan awal internal keluarganya, keluarga kecil asal si bayi itu. Disinilah cinta itu tumbuh! Meski beberapa kejadian kemudian mementalkan pandangan ini, misalnya bagaimana dengan nasib dari anak-anak yang harus menerima status anak Singel Parents (Orangtua tunggal)? Apa cinta itu mudah begitu saja dibelokkan kepada arti-arti tertentu yang seluruhnya bisa saja diarahkan untuk menumbuhkan sikap dendam kepada salah satu person yang dimaksudkan baik seorang laki-laki yang meninggalkan perempuan, ibu si bayi atau sebaliknya seorang perempuan yang meninggalkan si laki-laki dimana si laki-laki harus mengasu si bayi serta menjadi atau menggantikan peran perempuan sebagai ibu si bayi.

Pandangan ini benar, tapi tidak sepenuhnya dipercaya! Mengapa demikian? Sebab keinginan yang besar, berawal dari rasa rindu terhadap sosok yang sangat dinantinya, maka dengan itu kerinduan akan mengantarkan si anak mencari cinta. Banyak dari mereka berhasil menyatukan serpihan yang hilang dan sedikit dari mereka gagal menyatukan, tapi itu sama sekali bukan sesuatu yang dapat mengubah makna cinta. Kelak cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya!

Cinta dalam dimensi lain

Kita pernah mencintai seseorang dan itu sudah menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup seorang manusia. Ada yang mengatakan bahwa cinta berawal dari rasa simpati dari seseorang baik sikapnya, penampilannya fisiknya seperti cara berpakaian sampai soal kecantikan atau ketampanan, beberapa lagi melihat seseorang dari cara berbicara dan pandangan-pandangan yang dikemukakannya seperti soal kedewasaan, sebagian lagi melihat dari kesederhanaan dan material. Sejumlah pandangan ini memberikan warna dari makna cinta itu, ada “cinta yang permanen” dan ada “cinta kontrak” serta ada pula “cinta dadakan”. Kemana kita harus menentukannya? Kita sendiri-lah yang berperan sebagai aktor untuk mengartikan dan meraih cinta itu sendiri.

Saya pribadi, ketika ingin mengatakan atau menunjukkan kepada seseorang rasa cinta, maka saya terlebih dahulu menunjukkan berbagai kelemahan saya; saya akan terang-terangan mengatakan bahwa “inilah saya sebenarnya!” serta tidak tanggung-tanggung mengatakan bahwa saya sangat lemah dan sangat membutuhkan dia berada disamping saya! Kalau pun ada kelebihan dari saya sendiri, maka kelebihan itu bukanlah sesuatu yang harus ditunjukkan terlebih dahulu tetapi kelebihan itu dipakai untuk membuktikan seberapa besar diri sendiri menjaga dengan baik dan bertanggung jawab kepada orang yang diberikan kepercayaan menjadi pendampingnya, termasuk di dalamnya mensejahterahkan baik secara materi dan non materi.

Kiranya Cinta membawa kita semakin mengenal keindahan dari setiap kehidupan dan menghargai kehidupan itu sendiri!

Tags: cinta

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penambang Belerang Kawah Ijen yang …

Mawan Sidarta | | 17 September 2014 | 10:13

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Ketika Guru Masih Bermental Plagiat, Apa …

Muhammad | | 17 September 2014 | 14:58

Seni Bengong …

Ken Terate | | 16 September 2014 | 16:16

[Fiksi Fantasi] Keira dan Perjalanan ke …

Granito Ibrahim | | 17 September 2014 | 08:56


TRENDING ARTICLES

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 6 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 10 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Warga Cidolog Ciamis “Duga” …

Asep Rizal | 8 jam lalu

RUU Kelautan Masuk Pembahasan Tingkat I …

Bicara Laut | 8 jam lalu

Ternyata Kebiasaan Bohong Dapat Dicegah …

Rahmah Hayati | 8 jam lalu

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | 8 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Peri Terasi …

Dewi Ari Ari | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: