Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kamis Kliwon Malam Jumat Legi

OPINI | 08 March 2013 | 22:30 Dibaca: 2873   Komentar: 0   2

1362755731713031741

Olahraga di bawah pohon beringin.

Kamis Kliwon, 7 Februari 2013

Jam masih menunjukkan 8.30 sekalipun agak mendung tapi hawa terasa panas dan gerah. Setelah sedikit peregangan dan pemanasan, anak-anak kubiarkan bermain basket, futsal, dan sepakbola sesuai dengan minat mereka. Toh, anak-anak juga ingin santai setelah ulangan matematika pada jam ke dua dan ke tiga tadi. Aku hanya duduk di bawah pohon beringin yang menaungi lapangan olahraga. Kulihat batang yang mati mulai kering dan kami kawatirkan sewaktu-waktu patah dan menimpa murid-murid kami yang sedang bermain atau olahraga. Sebenarnya kemarin, akan kami tebang. Namun ada beberapa guru yang keberatan sebelum ‘minta ijin kepada penghuninya dan mengadakan sesaji’ Aku mengiyakan menghormati keyakinan mereka.

13627558433693466

Sesajen di antara topeng peninggalan.

Malam Jumat Legi, ingat leluhur.

Saat sedang memperhatikan pohon beringin, sebuah pesan singkat (sms) dari putriku di Jogja masuk. Isinya: Skrg mlm Jumat Legi. Ingt leluhur. Agak mengherankan juga, selama ini apalagi sejak kuliah di sana dia tak pernah ada perhatian tentang hal ini, kok malah mengingatkanku. Kujawab singkat: Y.

Tak lama berselang sms dari Si Marni masuk: Bsa ntar turis k padepokan jam 2 nanti. Tentu saja tak kutolak dan kujawab: Okey. Apalagi sejak Oktober kemarin aku sudah tak pernah lagi mengantar wisatawan ke Bromo dan Semeru. Bahkan sekedar berkunjung ke padepokan. Sehingga pendapatan turun…..

Jam 3 sore, kami sudah di padepokan dan mempersiapkan diri untuk menerima wisatawan dari Inggris. Di galeri, Mas Soleh sudah membakar kemenyan dan menaruh sesaji di antara topeng-topeng peninggalan moyang kami. Di sudut galeri, aku bersimpuh berdoa mengucap syukur kepada Tuhan bukan kepada ( arwah ) leluhur atas rejeki yang datang tak terduga.

Jam 3.30 – 4.30, Tari Remo sebagai sambutan kepada tamu dan Kelana Topeng dilanjutkan Kelana Sabrang kami tampilkan. Kemudian Si Marni mengajak tamu mbesa dengan iringan Prau Layar dan Caping Gunung.

13627559081421727480

Tari sambutan.

1362755972183111791

Tari Kelana Topeng.

Jam 5 sore, kami meninggalkan padepokan dan menanjak ke Bromo. Ketika melintas di depan pemakaman di utara padepokan, kami lihat banyak peziarah mengirim bunga dan doa untuk mengenang para leluhur. Kami dan terutama aku, sekalipun sering kelayapan ke tempat keramat, makam kuno, dan punden serta membakar kemeyan dan menyediakan sesajen namun boleh dikatakan belum tentu setahun sekali ke makam. Berdoa bagi leluhur cukup di rumah.

1362756027357565965

Seorang wisatawan Inggris sedang

Jumat Legi hari keramat?

Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Swt, semuanya adalah baik. Termasuk waktu. Namun sebagai manusia berbudaya dan beragama kita tak pernah lepas dari simbol-simbol untuk aktualisasi. Kita mengenal waktu tertentu yang tak boleh diabaikan untuk menjalankan hukum agama, kecuali ada halangan yang tak mungkin dilewati.

Sebagai orang atau suku Jawa, Jumat Legi* merupakan hari yang dikhususkan secara umum untuk mengenang dan mendoakan para leluhur yang telah mendahului kita. Sebagai hari yang dikeramatkan, tentunya ada hal-hal yang sebaiknya tak dilakukan. Bukan berarti dilarang atau jika dilanggar akan mendapat kutukan atau musibah. Bersenang-senang atau hanya memikirkan hal-hal duniawi di saat kita sebaiknya ingat akan mereka yang mungkin masih di alam penderitaan bukanlah hal yang tepat. Namun mengisi kehidupan dengan berkarya bukanlah hal yang harus dihindari. Maka sekalipun malam Jumat Legi, kami tak menolak jika ada wisatawan datang. Menari dan bernyanyi bersama. Bukakah ini rejeki? Karunia Tuhan yang tak boleh ditolak……..

* Hari untuk nyekar ke makam setiap daerah berbeda-beda.

Jumat Legi, 25 Bakda Mulud 1946

1362756097270007503

Mi Marni mengajak temannya (biarawati) untuk

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Survivor Lapindo Mulai Tenggelam …

Teguh Hariawan | | 22 September 2014 | 21:21

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | | 23 September 2014 | 04:08

Beginilah Antusiasme para Warga Belajar …

Pkbm Al-fath | | 22 September 2014 | 23:52

Ketika Animasi Tom & Jerry Ditegur KPI, …

Sahroha Lumbanraja | | 23 September 2014 | 00:24

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 1 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | 7 jam lalu

Soal 4X6 Bikin Heboh Dunia! Tunggu Saya Jadi …

Pebriano Bagindo | 8 jam lalu

Aku Bekerja di Kompasianer …

Yusuf Cahyono | 8 jam lalu

Di Jakarta Timur Kasus HIV/AIDS Terbanyak di …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Sedekah Air (Gentong Haji) ala Jama’ah …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: