Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rahman Firdhaus

don't judge me if you don't know me

Filosofi Cinta Seorang Ibu Kepada Anaknya

OPINI | 08 March 2013 | 15:32 Dibaca: 508   Komentar: 0   0

Sebelum kita membahas tema di atas, mungkin sedikit saya ingin menyapa kompasiana.com ini. Dan ini merupakan tulisan pertama saya pada blog ini. Mungkin itu saja perkenalan singkat dari saya dan kita kembali pada tema “Filosofi Cinta Seorang Ibu Kepada Anaknya”.

Sedikit saya singgung mungkin ada dari anda sekalian yg sudah melihat atau pun membaca artikel dengan judul yang sama. Walaupun judul sama belum tentu isinya pun sama.

Pendapat masyarakat “Ibu” dapat didefinisikan manusia yang mampu melahirkan dan membesarkan seorang manusia dengan kasih sayang, kelembutan dan perhatian. Banyak pandangan tentang definisi dari seorang ibu. Namun Penulis berpendapat Ibu adalah sosok wanita lemah lembut, penuh kasih sayang dalam merawat dan membesarkan buah hatinya.

Bayangkan, beratnya kandungan Ibu ketika mengandung kita tidak disesalkan oleh Ibu. Bahkan, setiap detiknya Ibu selalu memperhatikan kandungannya agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan bagi kandungannya. Setiap detiknya diperhatikan kandunganya dengan cermat.

Dalam hal mengkonsumsi makanan pun, sang ibu sangat cermat memperhatikan asupan makanan yang memiliki vitamin agar kita tumbuh sehat di dalam kandungan sang ibu.  Kasih sayang dan cinta seorang ibu selalu ada dan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, pengabdian dan perhatiannya tidak pernah mengenal kata berhenti layaknya sebuah keajaiban yang hadir dan menjadi naluri alami untuk terus memberi dengan sepenuh hati.

Anak adalah buah cinta kasih orang tuanya, mereka belajar dan mendapatkan pengetahuan dari orang terdekatnya terutama sosok seorang Ibu. Oleh karena itu cinta dan perhatian yang tulus seorang Ibu terhadap buah hatinya telah menjadi inspirasi bagi mereka untuk bisa berperilaku dan menunjukkan kreatifitasnya sebagai bentuk ungkapan terima kasih setelah begitu banyak perhatian dari Ibu yang diberikan kepadanya.

“Kasih Ibu Kepada Beta Tak Terhingga Sepanjang Masa” penggalan lirik lagu tersebut sudah menjelaskan pada kita bahwa kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah habis atau pun di gantikan dengan harta sekalipun.  Ketika menyebutkan cinta seorang ibu kepada anaknya di era sekarang banyak yang membanding bandingkan cinta seorang ibu kepada anaknya di era sekarang, setelah melihat banyak sekali kasus kasus kekerasan terhadap anak bahkan ada yang sampai tega membunuh anaknya sendiri oleh ibunya sendir. Tragis kejam dan tidak berkeprimanusiaan, begitulah pemikiran yang ada di masyarakat.

Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat bertanya-tanya tentang cinta seorang ibu kepada anaknya di era modern skarang ini. Faktor Ekonomi sangat dominan mempengaruhi perilaku lembut seorang ibu. Ketika kondisi ekonomi sedang terhimpit seorang ibu bisa berpikir secara cepat untuk menghabisi nyawa anaknya sendiri dengan dalih tidak bisa membelikan susu, makan, dan vitamin pada anaknya. namun di balik itu semua tidak sedikit pula seorang ibu yang tidak melakukan tersebut.

kembali terhadap pandangan masyarakat yang lain yang berpendapat bahwa kasih sayang seorang ibu tidak dapat di bandingkan dengan apa pun. namun, pada era modern sekarang malah seorang anak yg bertanya-tanya tentang cinta seorang ibu kepada anaknya itu seperti apa? ini yang menarik. ada sebuah cerita kecil yang bercerita tentang upah yang di inginkan seorang anak karna sang anak sering di minta tolong oleh ibunya sendiri (dalam hal ini bukan pembantu). sang ibu meminta tolong kepada anak nya karena sang ibu sedang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya, dan sang anak pun sedang santai saja tidak melakukan aktifitas yang penting. ibu meminta tolong kepada anaknya antara lain:

1 pergi kewarung

2 menjaga adik nya yang masih kecil

3 menyiram tanaman di dpan rumah

pada malam harinya saat si ibu sedang santai si anak yg di minta tolong tersebut menghampiri ibunya dengan membawa selembar kertas yang berisi

UPAH MEMBANTU IBU HARI INI

1 pergi kewarung = 5.000

2 menjaga adik = 1.0000

3 menyiram tanaman = 5.000

Jumlah = 20.000

sang anak menagih upah tersebut. apa yang di lakukan sang ibu? sang ibu membaca sambil tersenyum dan membalas surat tersebut dengan isi

1. mengandung kamu selama 9 bulan = gratis

2. melahirkan kamu = gratis

3. merawat mu sampai dewasa = gratis

4. memandikan mu = gratis

sang anak membaca itu dengan berlinang air mata dan meminta maaf pada ibu nya. dari cerita tersebut bisa di simpulkan bahwa jangan pernah membanding bandingkan kasih sayang seorang ibu dengan apa pun. karna kasih sayang seorang ibu sangatlah murni. seorang ibu tidak akan mengharapkan imbalan apa pun kepada anaknya. sayangi lah ibu mu melebihi apapun di dunia ini sebagai mana di perintahkan oleh semua agama.

Dauz

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Antara Sinetron dan Novelnya …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Keheningan Ceruk Airmata Ratu Ibu Bangkalan …

Husni Anshori | 7 jam lalu

[Cermin] Tentang Keimanan …

Taswin Munier | 7 jam lalu

Jokowi dan Tukul Arwana: Muka Ndeso Rejeki …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Mengunjungi Candi Sukuh dan Candi Cetho di …

G T | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: