Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Muhammad Teguh P Ir

Saya bekerja sebaga penulis lepas diberbagai majalah, creative marketing conceptor & alhamdulillah menjadi pembicara motivasi selengkapnya

Kuliah Sambil Kerja! Efektifkah?

OPINI | 07 March 2013 | 16:38 Dibaca: 2063   Komentar: 0   1

Assalamualaikum.

Ini adalah tema penulisan yang sangat berat bagi saya. Jujur saja, jika salah mengartikan para pembaca yang masih kuliah dan sama sekali tidak mencintai dunia usaha akan langsung membenci saya. Dilain pihak, jika saat ini anda seorang mahasiswa/I kuliah yang mempunyai niat untuk berusaha, maka tentulah anda akan bersahabat dengan saya. Bukan begitu?

Baiklah, anggap saja anda sedang tidak berada dalam posisi keduanya. Sekarang menurut anda, apakah konsentrasi dan focus itu penting dalam mengusahakan sesuatu? Tolong jawab? Baik saya mendengar anda menjawab dengan ‘ya! Saya setuju’. Bila memang anda setuju, berarti anda termasuk orang yang selalu menghargai si focus & si konsentrasi. Sama seperti saya, saya termasuk orang yang selalu ingin focus dan berkonsentrasi penuh akan suatu hal.

Terkait dengan focus dan konsentrasi. Sekarang anda harus menjawab pertanyaan saya:

1.      Dapatkah anda membagi konsentrasi kuliah dengan usaha sampingan anda? Sertakan alasannya?

2.      Seberapa sering anda kelabakan sendiri karena tidak bisa mengatur waktu, sehingga anda tidak focus mengerjakan kedua-duanya? Jika anda pintar mengatur waktu anda, tolong bagikan dalam ‘comment’ catatan ini. Bersedia?

3.      Sesungguhnya saat ini anda ingin kuliah saja atau kuliah sambil kerja (part time)?

4.      Jika anda ingin kuliah saja, mengapa anda memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan sampingan? Tidakkah anda khawatir pekerjaan bisa mengganggu focus dan konsentrasi anda pada bangku kuliah? Langkah apa yang anda akan ambil dalam menyikapi keduanya? Tolong bagikan kepada sesame!

5.      Beranikah anda berhenti kuliah untuk melakukan pekerjaan saja? Coba anda gunakan nalar untuk menjawab kasus ini?

Tentu tidak ada maksud untuk memisah antara keduanya (kuliah & kerja). Saya hanya ingin menanyakan pendapat teman-teman. Terlebih kita telah mengetahui bersama, jika saat ini banyak anak kuliahan yang karena sibuk melakukan pekerjaannya dia di drop out. Sampai se-ekstrem itukah? Ya! Mengapa anda tanyakan lagi pada saya? Bukankah anda sendiri termasuk orang yang sebenarnya ingin mendapatkan keduanya. Apakah keinginan anda?

1.      Berusaha menyelesaikan/menamatkan kuliah anda dalam waktu normal? Itupun karena anda jadikan sebagai persembahan bagi kedua orang tua. Anda telah sarjana? Itukah yang anda inginkan? Jawab saja Iya.

2.      Karena anda anak yang sangat perhatian terhadap kondisi keuangan orang tua anda, anda memutuskan untuk hidup mandiri. Anda menyelipkan usaha sampingan disaat anda masih sibuk-sibuknya menjalani kegiatan di kampus anda! Bukan itu niat anda? Meringankan beban keuangan orang tua terhadap anda? Apa jawaban anda?

Apapun jawaban anda. Itulah pilihan yang telah anda pilih. Ingat! Semua orang punya hak untuk menasihati anda, tapi anda juga mempunyai hak yang sama untuk menyaring semua nasihat-nasihatnya. Saya tidak ingin menghasut anda untuk jadi seorang yang pembangkang. Saya hanya ingin mengajak anda untuk keras kepala dengan apa yang anda tengah usahakan. Jangan terlalu banyak melihat kiri dan kanan, jalani saja. Jika bagi anda itu benar dan tidak merugikan, saya dukung anda 150%!! Saya serius, karena selama ini saya dikenal didalam keluarga sebagai anak muda yang keras kepala. Keras kepala dalam hal masa depan. Karena masa depan saya ditangan saya sendiri. Saya harus menciptakan cita-cita saya sendiri. Tidak ada nasihat yang berkenan dihati saya, jika memang mengganggu proses pencapaian mimpi-mimpi saya.

Karena saya tahu saya manusia lemah. Saya meminta Allah SWT untuk memberikan sedikit sifat-Nya Yang Maha Kuat untuk menguatkan saya menjalani proses cita-cita itu.

Nah, bagaimana dengan anda? Apa yang sedang anda perjuangkan hari ini? Benarkah yang anda lakukan hari ini adalah bagian dari proses penjemputan masa depan anda? Jika salah, anda harus cepat-cepat banting stir. Anda harus tinggalkan kegiatan yang tidak ada manfaatnya sama sekali untuk anda, anda harus kejar & belajar mengenai sesuatu yang membantu anda untuk menjemput mimpi itu!

Jangan takut! Belum terlambat! Sekali lagi saya katakan, jika sekarang berada pada jalan yang keliru dan tidak ada hubungannya dengan cita-cita anda, segera tinggalkan! Ting-gal-kan! Jika anda ragu, mudah sekali saya katakan anda memang tidak serius mengejar apa yang anda mimpikan selama ini.

Atau jangan-jangan anda memang tidak punya mimpi? Benar begitu? Jika benar, anda bisa jadi celaka. Tolong dengar dulu penjelasan saya. Perhatikan, mimpi itu ibarat tujuan yang menggiring anda untuk berada didalamnya. Jelas halnya, jika anda tidak mempunyai mimpi. Anda tidak tahu harus kemana? Mau dibawa kemana hidup ini? Disia-siakan saja? Kacau, sangat kacau jika idialis anda seperti itu.

Agar saya anda tetap bersahabat. Sebagai sahabat sekali lagi saya semangati anda untuk terus genggam kuat mimpi-mimpi anda, jangan sampai terlepas, gigit dia kuat-kuat! Setuju? Terima kasih jika anda mengangguk-angguk!

Wassalam..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: