Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Astokodatu

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat, (Mantan karyawan, mantan swastawan, selengkapnya

Sepintas tentang Musibah dan Dosa…

OPINI | 06 March 2013 | 10:47 Dibaca: 172   Komentar: 0   3

Pada umumnya kita tidak suka bicara soal musibah. Tetapi berita tv radio tulisan dikoran hamper selalu ada berita tentan kecelakaan lalu-lintas, tindak criminal, peristiwa banjir, dan kejadian alam yang lain. Dan tentu disana ada korban. Orang yang menjadi korban itu kena musibah. Terus apa biasanya pikiran kita terhadap korban musibah….?

Musibah itu “kondisi atau peristiwa buruk” yang membuat korban tidak nyaman, celaka,meninggal.

Kondisi buruk itu dalam hubungannya dengan diri sendiri, sakit dsb. Dalam hubungannya dengan keluarga sendiri, dalam hubungannya dengan lingkungan manusia. Atau terkait dengan lingkungan alam. Dan kalau ada kejadian membuat orang teringat kepada Tuhan.

Kita juga sangat cenderung menganalisa sebab-akibatnya, bahka dampak jauhnya.

Sebab peristiwa buruk sering disebut : Human error, Kesalahan teknis, peristiwa murni alam,atau campuran.

Setelahnya orang berfikir tentang akibat dan dampaknya : setelah akibat langsung, dipcarai akibat yang terkait. Ada akibat berrantai. Akibat meluas dan dinilai tingkat intasitas pengaruhnya. Akibat social, politis, hokum dan ekonomi.

Atas dasar pekikiran itu entah spontan atau hasil evaluasi panjang orang menentukan sikap dan reaksi. Tanggap darurat sampai evaluasi dan tindakan kuratip selanjutnya. Semuanya itu sudah disertai rasa penyesalan dan sadar tidak ada tindakan preventip sebelunya.

Sangat mudah kita bicara tentang saran : Marilah kita mengambil hikmahnya….. Hikmah itu tidak mudah diambil seperti dinasehatkan. Mengambil Hikmah sering terlalu cepat menghubungkan dengan Human error yang mendasar yaitu dosa. Musibah sering sihubungkan dengan hukuman atas dosa seseorang. Nampaknya itu membuktikan bahwa orang beriman. Tetapi coba dulu bertanya Pembelajaran apa secara teknis? Pembelajaran apa secara visioner ? Dan pikirkan koreksi-koreksi yang tepat.

Bila kita mau memakai istilah “agama” dengan dosa. Dosa kita juga bisa terhadap diri sendiri, sesama, kepada alam semesta dan baru bicaralah kepada Tuhan…… Memaang Tuhan sumber keselamatan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | | 18 December 2014 | 14:47

Bunga KPR Turun, Saatnya Beli Rumah? …

Rizky Febriana | | 18 December 2014 | 11:44

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 7 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 8 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 10 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: