Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Astokodatu

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat, (Mantan karyawan, mantan swastawan, selengkapnya

Sepintas tentang Musibah dan Dosa…

OPINI | 06 March 2013 | 10:47 Dibaca: 169   Komentar: 0   3

Pada umumnya kita tidak suka bicara soal musibah. Tetapi berita tv radio tulisan dikoran hamper selalu ada berita tentan kecelakaan lalu-lintas, tindak criminal, peristiwa banjir, dan kejadian alam yang lain. Dan tentu disana ada korban. Orang yang menjadi korban itu kena musibah. Terus apa biasanya pikiran kita terhadap korban musibah….?

Musibah itu “kondisi atau peristiwa buruk” yang membuat korban tidak nyaman, celaka,meninggal.

Kondisi buruk itu dalam hubungannya dengan diri sendiri, sakit dsb. Dalam hubungannya dengan keluarga sendiri, dalam hubungannya dengan lingkungan manusia. Atau terkait dengan lingkungan alam. Dan kalau ada kejadian membuat orang teringat kepada Tuhan.

Kita juga sangat cenderung menganalisa sebab-akibatnya, bahka dampak jauhnya.

Sebab peristiwa buruk sering disebut : Human error, Kesalahan teknis, peristiwa murni alam,atau campuran.

Setelahnya orang berfikir tentang akibat dan dampaknya : setelah akibat langsung, dipcarai akibat yang terkait. Ada akibat berrantai. Akibat meluas dan dinilai tingkat intasitas pengaruhnya. Akibat social, politis, hokum dan ekonomi.

Atas dasar pekikiran itu entah spontan atau hasil evaluasi panjang orang menentukan sikap dan reaksi. Tanggap darurat sampai evaluasi dan tindakan kuratip selanjutnya. Semuanya itu sudah disertai rasa penyesalan dan sadar tidak ada tindakan preventip sebelunya.

Sangat mudah kita bicara tentang saran : Marilah kita mengambil hikmahnya….. Hikmah itu tidak mudah diambil seperti dinasehatkan. Mengambil Hikmah sering terlalu cepat menghubungkan dengan Human error yang mendasar yaitu dosa. Musibah sering sihubungkan dengan hukuman atas dosa seseorang. Nampaknya itu membuktikan bahwa orang beriman. Tetapi coba dulu bertanya Pembelajaran apa secara teknis? Pembelajaran apa secara visioner ? Dan pikirkan koreksi-koreksi yang tepat.

Bila kita mau memakai istilah “agama” dengan dosa. Dosa kita juga bisa terhadap diri sendiri, sesama, kepada alam semesta dan baru bicaralah kepada Tuhan…… Memaang Tuhan sumber keselamatan.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: