Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Edisoer

hidup di desa , penggemar Basiyo

Tikus Berdasi

OPINI | 03 March 2013 | 06:21 Dibaca: 487   Komentar: 11   5

13622661601660344198

rattus poli (dok. pribadi)

Tikus, binatang menjijikkan itu ada disekitar kita. Menyelinap didapur dan mencuri ikan pindang jatah sarapan besok pagi. Ada tikus pithi ( rattus rattus), tikus-tikus kecil yang kalau kepergok langsung terbirit-birit. Ada tikus wirog (Rattus norvegicus), tikus gede yang kalau ketahuan malah menatap seolah menantang. Tapi Iwan Fals di lagunya ini tentu tak sedang bercerita tentang tikus yang cuma mencuri lauk.

Kisah usang tikus2 kantor
Yang suka berenang di sungai yang kotor

Kisah usang tikus2 berdasi
Yang suka ingkar janji, lalu sembunyi

dibalik meja teman sekerja
Didalam lemari dari baja….*)

Hampir tiap hari kita disuguhi drama para tetikus, belakangan makin memuakkan dan frekwensinya menjadi-jadi. Tikus jenis ini memakai jas dan berdasi, pintar bukan kepalang karena berpendidikan tinggi. Mereka punya jabatan, punya kuasa dan dihormati. Jago memoles citra diri, lihai bersilat lidah dan diplomasi. Suka menebar janji yang ujungnya tak pernah ditepati.

Maka tak usah heran kalau tikus-tikus itu mampu menyikat trilyunan uang bank, mengerat bangunan sebukit hambalang atau menelan ribuan sapi. Tikus-tikus ini bermain rapi, diantara mereka saling menjaga dan melindungi. Kalau sial ketahuan mereka sibuk cari alibi, tuding sana tunjuk sini. Lalu mengumbar khayalan tentang konspirasi, zionis, yahudi sampai sengkuni.

Dasar tikus, mereka tak mau menanggung resikonya sendiri. Kalau sudah kepepet dan tak bisa lari si tikus ini memainkan strategi. Ada yang tiba-tiba pandai bernyanyi sambil menggigit gerombolannya yang masih sembunyi, temannya tentu mengelak dan berkelit sana sini. Kalau untuk nyanyipun tak punya nyali, mendadak binatang ini jadi bisu tuli atau hilang ingatan dan berobat ke luar negri.

Tibalah saatnya tikus-tikus ini diadili, dan lihatlah mereka bersolek bak orang suci. Dibantu pembela berbayar tinggi mengutip dalil-dalil membenarkan diri sambil menghiba minta dikasihani.

Jangan lupa, ini tikus bukan sembarang tikus, tapi tikus jenis VVIP. Kalaupun harus masuk kerangkeng besi segala fasilitas bisa mereka beli, kalau perlu bisa berlibur ke Bali. Sekeluarnya nanti mereka siap beraksi kembali.

Tikus-tikus tak kenal kenyang
Rakus-rakus bukan kepalang

Ada tikus pithi (rattus rattus),ada tikus wirog (Rattus norvegicus), ada tikus sawah (Rattus argentiventer), semuanya menjijikkan dan suka mencuri. Tapi  jenis tikus yang satu ini rakusnya luar biasa, rattus poli.

*)tikus-tikus kantor – Iwan Fals

No coment no cry

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: