Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Gordi

Alumnus STF Driyarkara, Jakarta 2012, simak pengalamannya di http://gordyafri.blogspot.com dan http://gordyafri2011.blogspot.com selengkapnya

Satu Jam di Kantor Samsat Sleman

REP | 25 February 2013 | 11:47 Dibaca: 1466   Komentar: 0   3

Baru saja kami mengurus surat-surat kendaraan untuk motor dan mobil. Kami tiba di kantor Samsat Kabupaten Sleman, Jl Bhayangkara pukul 9.30. (Saya lupa nomor jalannya)

Kami memarkir sepeda motor. Kemudian menuju tempat fotokopi yang terletak di samping tempat parkir. Setelah fotokopi STNK kami ke kantor.

Di dalam sudah banyak pengunjung. Semuanya mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan, 1 tahunan, STNK hilang, peprindahan alamat, dan sebagainya. Saya dan sahabat saya mengurus perpanjangan STNK 1 tahunan. Jadi, hanya STNK yang diperpanjang, tanpa perpanjangan 5 tahunan untuk ganti plat.

Saya menunggu di ruang tunggu. Duduk di kursi paling pojok. Sahabat saya memasukkan berkas dari loket pertama. Kemudian dia mengurus semuanya mengikuti prosedur yang ada. Saya menunggu sambil membaca buku. Membunuh rasa bosan.

Banyak orang yang menunggu. Ada yang menunggu panggilan dari beberapa loket. Pengeras suara terus menerus bersuara. Sumbernya dari beberapa loket. Bergantian.

Selang 15 menit kemudian, sahabat saya datang. Menyerahkan buku kepemilikan kendaraan pada saya. Lalu dia pergi lagi. Saya duduk lagi sambil memerhatikan lalu lalangnya pengunjung.

Saya juga sempat ngobrol dengan sesama pengunjung di sebelah kiri saya. Ada seorang ibu dengan anak kecilnya. Anak ini melihat saya dengan tatapan serius. Saya balik tersenyum padanya. Dia seorang cowok yang ganteng. Lalu dia berbalik bersembunyi di pangkuan ibunya. Saya dan ibu itu berbincang-bincang sebentar. Kemudian, ibu itu menuju loket di mana nomor antriannya dipanggil.

Sahabat saya datang lagi. Dia bilang, kita menunggu panggilan untuk pengambilan. Dia menenteng nomor antrian. Kami duduk sambil memerhatikan banyaknya orang yang mengurus surat-surat di sini. Nomor antrian yang kami tunggu berkisar sampai 201-2010. Kami memegang nomor 244 dan 245. Berarti kami menunggu 3 kelompok lagi.

Sementara nomor antrian di loket pertama, loket memasukkan berkas, sudah sampai angka 281-290. Woao sudah banyak. Sahabat saya berujar, kiranya sehari bisa dapat angka 500. Banyak.

Jarum jam menunjukkan pukul 10.20. nomor antrian kami dipanggil. Sahabat saya menuju loket pengambilan STNK. Kemudian, kami keluar dari ruang tunggu. Menuju tempat parkir. Saya mengambil sepeda motor dan kembali ke rumah.

Mengurus STNK tidak perlu lama-lama. Satu jam saja. Dalam waktu 1 jam sudah beres. Meski melewati beberapa loket. Kelihatannya panjang. Dari segi antriannya. Tetapi ternyata tidak lama. Satu jam menjadi kesempatan berharga.

Demikian ceritaku siang ini.

Selamat siang dan salam semangat awal pekan untuk sahabat semua.

PA, 25/2/13

Gordi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 5 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 8 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 9 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: