Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Siti Swandari

terbuka, ingin bersahabat dengan siapapun dan dimana saja,with heartfelt wishes. gemini, universitair, suka baca, nulis , selengkapnya

ABG Tua, Berondong Keropos

OPINI | 20 February 2013 | 12:29 Dibaca: 469   Komentar: 0   0

Pasangan nyleneh , komentar ?. Gambar :varius-opinion.blogspot.com

Pasangan nyleneh , komentar ?. Gambar :varius-opinion.blogspot.com

“ Bener kan ? - kau percaya enggak , bener aku kan ? “ , tegas tegas seorang rekan berkomentar tentang kematian pak Ratman beberapa hari yang lalu akibat serangan jantung. Pak Ratman itu berumur sekitar 65 tahun .

Rekan saya itu seorang pengajar disalahsatu fakultas dikota ini dan termasuk cukup akrab dengan saya serta banyak mengamati kasus-kasus masyarakat yang hangat dan menarik , terutama yang berkenaan dengan masalah wanita.

“ Pak Ratman sih kelewat menggebu , enggak ingat umur “ komentarnya lagi.
“ Tetapi yah , dasar laki-laki , nafsu besar , … hihi, tenanganya sih sudah keropos “ , tambahnya lagi sambil ketawa.
Saya ikut ketawa melihat gayanya.

Tragis juga nasip bu Ratman yang masih muda belia itu ditinggal begitu cepat oleh suaminya.
Pak Ratman itu salahsatu warga yang baik di daerah saya. Orangnya ramah , rendah hati dan setiap warga selalu welcome jika minta bantuan dan pertolongan dari dia.
Bu Ratman sudah meninggal kira2 4 tahun yang lalu – kemudian pak Ratman menikah lagi dengan seorang dara 20-an tahun , dari suatu kota kecil.
Kami sewarga RT sempat datang di pesta pernikahan yang cukup ramai dan ada gossip bila pernikahan itu berlandaskan suatu transaksi keuangan yang cukup besar.
Saya lihat “ mertua “ pak Ratman – pun lebih muda dari beliaunya.

Jadi status pak Ratman betul2 seorang duda tajir, bonafit , cukup segar , awet muda meskipun umurnya sudah 62 tahun.
Sedangkan Nanies ,isterinya adalah seorang dara duapuluhan yang muda , cantik dan santun…. Ckckck – bukan main.

Saya dan suami kadang geli dan juga kagum , jika memperhatikan “ dua sejoli “ itu.
Sering kami bertemu pada pertemuan kampung atau pesta-pesta , terlihat betapa mesra hubungan pengantin baru itu.
Geli juga melihat perbedaan umur mereka yang begitu besar , layak seperti bapak dengan anaknya ( cucunya ? ).

Lebih-lebih bila bertemu dipagi buta, di acara jogging dan jalan santai , kami lihat pak Ratman tua itu pontang-panting memang ingin selalu mengimbangi isterinya yang masih belia dan kinyis gesit itu.
“ Kita kan nggak pernah dengar pak Ratman sakit jantung ya ? , kelihatannya sehat-sehat saja selama ini ? “ kata Tien rekan saya itu lagi..
“ Ya , barangkali sudah sampai disitu saja umurnya, mati dan hidup itu ditangan Tuhan , bawel amat sih kamu , apa urusanmu ? “ bantah saya , dia malah ketawa ngakak.

“ Iya sih , tetapi melihat kenyataan2 yang terjadi – saya sudah hampir memastikan , jika seorang laki-laki yang berumur sekitar 60-an dan menikah dengan wanita duapuluhan, paling lama 3 tahun saja si kekek pasti sudah game “ sergah Tien lagi.
Dan kemudian untuk lebih meyakinkan teorinya , dia menyebut beberapa tokoh , orang2 terkenal yang bernasip sama.
“ Kamu kayak propessor kehilangan kacamatanya ,… bingung dan kurang kerjaan “ saya sergah lagi dia.
“ Atau kalau enggak, ya si perempuan akan selingkuh ,lari dengan pacar yang masih sepantaran dengan dia , kamu ingat …. ( menyebut suatu nama terkenal ) “ , ya, saya ingat cerita itu. Saya cuma bisa garuk2 yang tidak gatal saja.

Tetapi mungkin saja hal itu disebabkan oleh banyak sekali perbedaan antara mereka berdua . Emosi dan daya tahan rupanya merupakan perbedaan yang sulit ditanggulangi.
Ibarat balapan mobil, mobil tua keluaran 50-an- limapuluhan , memang bukan tandingan mobil tahun 90-an-sebilanpuluhan.

Kalau dipaksakan untuk racing ,… akibatnya berantakan tuh yang sudah keropos ditengah jalan , saya jadi ketawa juga .

“ Iya kan ? , jadi pernikahan itu sebaiknya sebanding pelaku2-nya – seimbang dalam pendidikan, status social , emosi dan umur- klo perbedaannya terlalu besar dalam hal2 itu, pasti terjadi kepincangan dalam keluarga itu - enggak nyambung “ diapun tidak mau kalah.
“ Mmmm ,… tumben kok kamu pinter , … hehehe, biasanya bloon “ saya goda dia.
“ Coba , kalau besar perbedaan dalam pendidikan, status social dan emosi, mungkin masih bisa ditanggulangi , tetapi kalau dalam perbedaan umur ,… wah, gawat bisa game point “, dia ketawa.
Ada-ada saja teorinya , tapi apa betul begitu ya ? , butuh penelitian lebih lanjut kayaknya.

Capprib ( Catatan Pribadi ) :
Engkau dapat melupakan dia , yang pernah bersamamu tertawa , namun tidak akan dapat melupakan dia yang pernah bersamamu berurai air mata.
( Kahlil Gibran – Pasir dan buih ).

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 5 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 6 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | 8 jam lalu

Mendaki Gunung Merapi Tanpa Harus Cuti …

Mcnugraha | 8 jam lalu

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | 8 jam lalu

KIS Adaptasi KJS atau Plagiat JKN …

Aden Rendang Sp | 8 jam lalu

Demokrasi Pasar Loak …

Budhi Wiryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: