Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rumahkayu

Ketika daunilalang dan sukangeblog berkolaborasi, inilah catatannya ~ catatan inspiratif tentang keluarga, persahabatan dan cinta...

Ada Apa Dengan Cinta?

OPINI | 20 April 2013 | 00:43 Dibaca: 206   Komentar: 8   3

Ada Apa Dengan Cinta ?

APA yang pertama kali terlintas jika kita mendengar kalimat di atas?

Film laris antara Cinta ( Dian Sastrowardoyo ) dan Rangga ( Nicholas Saputra ) yang meledak tahun 2002 ?

Atau… mesuatu yang lebih dalam, tentang misteri cinta, yang tak pernah habis dibahas ?

13611660711438372944

Gambar: http://my.opera.com/angle8008

Apakah cinta itu sesuatu yang harus diraih dengan pengetahuan dan perjuangan? Ataukah cinta itu semata-mata perasaan yang menyenangkan, bahkan memabukkan, yang kebetulan saja lewat, atau menghampiri karena sedang beruntung?

Dan bagaimana cara orang memandang cinta ?

Mana yang lebih dulu seharusnya ada, atau dilakukan : dicintai atau mencintai ?

Banyak artikel ditulis, banyak buku diterbitkan, banyak tulisan dipublikasikan dengan kiat-kiat bagaimana caranya agar kita dicinta.

Para lelaki lalu berlomba untuk menjadi sukses , atau memiliki pengaruh ( walau untuk menyederhanakan masalah, disini tidak didefinisikan dan dibahas spesifik tentang apa arti “sukses” sendiri yang memang dapat dibahas lebih panjang lagi ), para perempuan berlomba untuk tampil menarik, dengan merawat tubuh, berpakaian baik , membuat penampilan menarik, dan seterusnya. Semua adalah bentuk usaha agar dicinta. Adakah usaha dilakukan agar dapat mencinta ?

Misteri berikut tentang cinta yaitu, apakah sebetulnya mencintai itu mudah?

Demikian mudahnya sehingga ketika orang berpikir tentang cinta, yang pertama dicari adalah “obyek” untuk dicinta, bukan analisa ke dalam diri apakah dia memang sanggup mencinta?

Belum lagi pertanyaan, apakah cinta selalu klasik?

Apakah yang disebut menarik itu selalu sama dari jaman ke jaman, atau berubah sesuai berjalannya waktu dan sikap sosial di sekitar ?

Apakah ada hal-hal yang universal, atau semua selalu bercorak lokal ?

Dan … apakah jika kita mencinta, maka cinta itu harus berbalas?

Apa arti sebenarnya dari cinta yang tulus, apakah cinta tulus benar-benar bebas dari harapan membangkitkan cinta yang sama besar dan menghasilkan cinta yang serupa dari yang dicinta?

Apakah jika kita mencinta dan cinta itu tidak berbalas, maka itu dapat diklasifikasikan sebagai malapetaka, sebagai kemalangan, lalu patut ditangisi, walau misalnya yang dicinta sebetulnya memang tidak sejiwa, sehingga dalam jangka panjang memang hanya akan menyiksa?

Dan setelah kesadaran itu tiba, bahwa jika cinta diterima, maka yang kini didefinisikan dengan cinta itu sebenarnya kelak akan menimbulkan luka dalam dan kesakitan, apakah jika cinta tak berbalas lalu harus disambut dengan bersorak-sorai merayakan karena akan lebih beruntung kelak ?

Ah, ada apa sebetulnya ya, dengan cinta ?

p.s.

Tulisan karya penghuni akun Rumahkayu ini dimuat di buku Senandung Cinta dari Rumah Kayu yang diterbitkan Daun Ilalang Publishing tahun 2010

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 11 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | 8 jam lalu

Hargai Penulis dengan Membeli Karyanya …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Kompilasi Buku, Haruskah Ada Ijin dari …

Cucum Suminar | 8 jam lalu

“Kematian Allah” untuk Kehendak …

Ps Riswanto Halawa | 9 jam lalu

Masyarakat Pedesaan Pikir-Pikir Beli Elpiji …

Akhmad Alwan A | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: