Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Siti Swandari

terbuka, ingin bersahabat dengan siapapun dan dimana saja,with heartfelt wishes. gemini, universitair, suka baca, nulis , selengkapnya

Warning: Resep-Obat-Palsu Buat Beli Penenang?

OPINI | 17 February 2013 | 10:37 Dibaca: 896   Komentar: 0   2

Aneka obat penenang. Gambar :bhaskoroarifin.wordpress.com

Aneka obat penenang. Gambar :bhaskoroarifin.wordpress.com

Rupanya kasus Raffi Ahmad membuat media mulai giat gencar memburu bertia2 tentang obat-obatan yang banyak di konsumsi oleh orang yang sebetulnya tidak membutuhkan.
Kemarin di Trans Teve di acara Reportase Inverstigasi, jam limaan sore , ternyata sekarang pelajar/remaja mulai ketagihan obat penenang.
Banyak macamnya a.l : luminal-pentobarbital-benzobiozepines dan lain2 – gambar saya sertakan.

Ditayangannya yang cukup komplit , dari pemakai ,pengedar dan pemasarannya diikuti dan dikuntit oleh crew teve, ternyata obat penenang itu bisa membuat seseorang yang gelisah , galau/ kacau , atau takut menjadi Pede , berani dan merasa seperti jawara – rasanya energinya bertambah dan menjadi agresif , berani malak2 dan melakukan tindakan2 yang melewati garis,

Kok bisa menyebar ? , ada seorang yang pernah sakit/depresi (?) , dan setelah sembuh dari Rehabilitasi , karena dia terus harus meng konsumsi obat2-an itu untuk meredam sakitnya, malah punya akal licik untuk menyebar luaskan obat2-annya , alias menjual kepada masyarakat obat2 penenang itu dengan memakai resep palsu.
Caranya ? , dia meng-edit resep aslinya yang dah kadaluwarsa dan di sulap jadi baru, diperbanyak sehingga dia bisa membeli obat penenang itu di banyak apotik dan mengedarkannya dengan keuntungan yang lumayan.

Yang terkena jaringnya,banyak para pelajar , mahasiswa bahkan masyarakat umum.
Dengan beberapa pengguna yang lain , sekarang ini banyak pelajar yang menggunakannya sehari-hari , waktu mau masuk sekolah bahkan banyak yang memakainya didalam kelas , atau saat istirahat.
Yang tragis sering dicampur dengan minum minuman alcohol yang tidak jelas/oplosan.

Peredarannya gampang dicari /didapat , via SMS atau bertemu disuatu tempat yang berpindah-pindah , harga antara 20.000 sampai 40.000 per kaplet.

Ketika ditanya, kenapa kok memakai obat itu , di jawab – karena banyak masalah di keluarganya/ keuangan /perkara cinta dan yang lain , mereka harus memakai satu sampai 3 butir perhari.
Meskipun itu merupakan jalan pintas tapi di terjang saja, demi untuk meredam hati yang bergejolak dan bingung mencari solusinya.

Menurut dokter yang ditanya , obat itu harus dengan resep dokter setelah memeriksa si pasien, karena kalau ngawur pemakaiannya bisa fatal akibatnya , bahkan menimbulkan kematian.

Meminum tanpa aturan , bisa membuat seseorang kecanduan , dan untuk menyembuhkannya harus dirawat di suatuatu rehabilitas center ( Rumah Cemara ? ), juga layaknya seperti pasien kecanduan narkoba.

Yang dikhawatirkan akibat mengkonsumsi ,adalah sifat agresif yang amat berbahaya dan tidak terkendali - pasti bisa timbul saling-silang dan benturan bagi suatu komunitas dalam masyarakat.

Apakah BPOM dan polisi tidak perlu menertibkannya , mengantisipasi dan mengawasi cara2 yang kurang baik itu ?- hal ini pasti bisa menimbulkan keresahan bagi orangtua dan juga masyarakat.

Jadi … WARNING - HATI-HATI - WASPADALAH

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 4 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 6 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: