Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Siti Swandari

terbuka, ingin bersahabat dengan siapapun dan dimana saja,with heartfelt wishes. gemini, universitair, suka baca, nulis , selengkapnya

Warning: Resep-Obat-Palsu Buat Beli Penenang?

OPINI | 17 February 2013 | 10:37 Dibaca: 872   Komentar: 0   2

Aneka obat penenang. Gambar :bhaskoroarifin.wordpress.com

Aneka obat penenang. Gambar :bhaskoroarifin.wordpress.com

Rupanya kasus Raffi Ahmad membuat media mulai giat gencar memburu bertia2 tentang obat-obatan yang banyak di konsumsi oleh orang yang sebetulnya tidak membutuhkan.
Kemarin di Trans Teve di acara Reportase Inverstigasi, jam limaan sore , ternyata sekarang pelajar/remaja mulai ketagihan obat penenang.
Banyak macamnya a.l : luminal-pentobarbital-benzobiozepines dan lain2 – gambar saya sertakan.

Ditayangannya yang cukup komplit , dari pemakai ,pengedar dan pemasarannya diikuti dan dikuntit oleh crew teve, ternyata obat penenang itu bisa membuat seseorang yang gelisah , galau/ kacau , atau takut menjadi Pede , berani dan merasa seperti jawara – rasanya energinya bertambah dan menjadi agresif , berani malak2 dan melakukan tindakan2 yang melewati garis,

Kok bisa menyebar ? , ada seorang yang pernah sakit/depresi (?) , dan setelah sembuh dari Rehabilitasi , karena dia terus harus meng konsumsi obat2-an itu untuk meredam sakitnya, malah punya akal licik untuk menyebar luaskan obat2-annya , alias menjual kepada masyarakat obat2 penenang itu dengan memakai resep palsu.
Caranya ? , dia meng-edit resep aslinya yang dah kadaluwarsa dan di sulap jadi baru, diperbanyak sehingga dia bisa membeli obat penenang itu di banyak apotik dan mengedarkannya dengan keuntungan yang lumayan.

Yang terkena jaringnya,banyak para pelajar , mahasiswa bahkan masyarakat umum.
Dengan beberapa pengguna yang lain , sekarang ini banyak pelajar yang menggunakannya sehari-hari , waktu mau masuk sekolah bahkan banyak yang memakainya didalam kelas , atau saat istirahat.
Yang tragis sering dicampur dengan minum minuman alcohol yang tidak jelas/oplosan.

Peredarannya gampang dicari /didapat , via SMS atau bertemu disuatu tempat yang berpindah-pindah , harga antara 20.000 sampai 40.000 per kaplet.

Ketika ditanya, kenapa kok memakai obat itu , di jawab – karena banyak masalah di keluarganya/ keuangan /perkara cinta dan yang lain , mereka harus memakai satu sampai 3 butir perhari.
Meskipun itu merupakan jalan pintas tapi di terjang saja, demi untuk meredam hati yang bergejolak dan bingung mencari solusinya.

Menurut dokter yang ditanya , obat itu harus dengan resep dokter setelah memeriksa si pasien, karena kalau ngawur pemakaiannya bisa fatal akibatnya , bahkan menimbulkan kematian.

Meminum tanpa aturan , bisa membuat seseorang kecanduan , dan untuk menyembuhkannya harus dirawat di suatuatu rehabilitas center ( Rumah Cemara ? ), juga layaknya seperti pasien kecanduan narkoba.

Yang dikhawatirkan akibat mengkonsumsi ,adalah sifat agresif yang amat berbahaya dan tidak terkendali - pasti bisa timbul saling-silang dan benturan bagi suatu komunitas dalam masyarakat.

Apakah BPOM dan polisi tidak perlu menertibkannya , mengantisipasi dan mengawasi cara2 yang kurang baik itu ?- hal ini pasti bisa menimbulkan keresahan bagi orangtua dan juga masyarakat.

Jadi … WARNING - HATI-HATI - WASPADALAH

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 11 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Semangat Kondektur Kopaja Wanita dan Tukang …

Yos Asmat Saputra | 8 jam lalu

Melatih Berpikir Dengan Cara Bertanya …

Ramlan Effendi | 8 jam lalu

Mt. Rinjani, The Second Day …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Di Kabupaten Tasikmalaya;”Yang …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: