Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ana Triyana

my life for love

Nilai Kehidupan

REP | 17 February 2013 | 21:18 Dibaca: 523   Komentar: 0   0

Kehidupan adalah Anugerah terindah dari Allah SWT. Kehidupan itu terkadang memang kejam. Tapi kehidupan juga indah dan sangat bermakna. Seandainya kita bisa memaknai arti hidup lebih dalam, Pasti semua akan terasa indah. Kehidupan ada menandakan ujian itu pasti ada. Tidak ada hal yang mudah dalam kehidupan ini, Semuanya diselingi ujian yang akan membuat kita berusaha untuk bisa melewatinya. Allah SWT tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan HambaNya. Semua orang di dunia ini pasti mengalami asam, manis dan pahitnya kehidupan. Allah SWT itu sangat adil, pemurah, pengasih dan penyayang. Dan Allah SWT pasti akan menolong hambaNya yang sedang kesulitan. Seperti yang tercantum dalam firman Allah yang berbunyi : “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

Di hari-hariku, mungkin aku banyak mengeluh. Karena memang apa yang aku ingini belum bisa terpenuhi semua. Tetapi aku sadar kalau nantinya pasti akan terpenuhi. Dari sini aku belajar untuk tidak mendapatkannya sekarang. Karena aku mau menunggu sampai apa yang ku ingini itu benar-benar menjadi yang tebaik untukku. Aku yakin semua akan indah pada waktuNya. Dalam hidup, janganlah berhenti besyukur kepada Allah SWT. Dekatkanlah diri kita kepadaNya. Janganlah terlena dengan kenikmatan dunia, ingatlah siapa yang memberi. Janganlah mengeluh karena Mengeluh adalah tanda orang yang belum pandai bersyukur.

Ku petik puisi dari sebuah buku..karangan ustaz pahrol….terasa kena di hati ini..

Ya Allah…

dalam kembara ini Kau mengajariku arti sebuah kehidupan

pada lambungan dan lenturan awan

ada takut ada harap

ada sedih ada gembira

ada gelisah ada bahagia

ada cemas ada tenang

Ya Allah……

terlalu rapuh rupa-rupanya imanku ini…

hati makin bertambah titik hitam…

yang semakin menjalar di stiap inci tubuhku

terlalu jauh penyerahanku padaMu…

aku takut Ya Allah…

di mana aku di sisi-Mu???

sempatkah aku???

Ya Allah…

pimpinlah aku…

didiklah aku…

terimalah aku…

sebagai hamba-Mu yang yakin

selalu menyerah kepadaMu

dalam apa jua keadaan

di mana jua kedudukan

yang ku harap hanya Kau..

rahmat dan pembelaanMu..

kemudi hatiku yang kian longlai..

pelayaran ini terlalu panjang dan penuh onak dan duri

kembara seakan-akan tidak berhujung

aku lelah…aku sesak…

KAUlah yg Maha GAGAH..

pada kelemahan dan keletihan ini…

ku pohon Kau pulihkan..

berikan ku kekuatan…

untuk keteruskan perjalanan…

mengikut acuanMu

Ya Allah..

karena itulah sebaik-baiknya…

diriMu begitu dekat denganku…

tapi kenapa ku merasakan terpinggir dan jauh denganMu..

diri ini sungguh hina….

andai tidak dapat melihat cinta dan keagunganMu..

.Ya Allah…

celikanlah hati ini..

rasakan dalam hati ini.. gentarkan hati ini..

apabila namaMu ku sebut….Ya Rabbi…Ya Habibi….SubhaanAllah…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 7 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | 8 jam lalu

Jangan Jadikan NKRI Menjadi Dua Kubu [II] …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: