Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Singgih Kuncoro

aku hanya sebuah kesederhanaan..

Aku Menjual Diri Untuk Membebaskan Suami Dari Tahanan.

FIKSI | 14 February 2013 | 12:45 Dibaca: 861   Komentar: 1   0

Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, cuma berpendidikan SD. Tinggal dengan dua anak di sebuah desa yang bersahaja .Sebuah desa yang bisa dikatakan miskin, karena tanah tempat bercocok tanam termasuk lahan tanpa irigasi.Para pemuda dn suami di kampung kebanyakan merantau di kota Jakarta jadi pekerja bangunan atau ke luar Jawa untuk mencari nafkah.

Begitu juga dengan Suamiku, dia pulang dari Jakarta sebagai pekerja bangunan tiga bulan sekali untuk istirahat dn menikmati kebersamaan dengan keluarga. Dan setelah sepuluh hari atau lima belas hari lalu pergi lagi.Sedangkan aku yang dirumah mengurus anak anak dn merawat tanaman jagung di sawah peninggalan orang tuaku .

Hingga pada suatu saat, proyek yang dikerjakan selesai dn harus mencari proyek baru agar bisa bekerja dan mendapat uang.Namun musim penghujan banyak proyek bangunan yang menunda pekerjaan. Suami dn teman temanya sudah kesana kemari mencari pekerjaan baru tapi belum juga berhasil.Akhirnya banyak yang pulang kampung termasuk suamiku, tapi ada juga yang tetap mencari pekerjaan di luar Jakarta.

Setelah beberapa minggu tidak ada kabar dari teman untuk mengajak kerja lagi,suamiku jadi gelisah dan pemurung maka aku lebih berhati hati kalau bicara agar suamiku tidak tersinggung.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Intip Lawan Timnas U-23 di Asian Games : …

Achmad Suwefi | | 01 September 2014 | 12:45

Anda Stress? Kenali Gejalanya …

Cahyadi Takariawan | | 01 September 2014 | 11:25

‘Royal Delft Blue’, Keramik …

Christie Damayanti | | 01 September 2014 | 13:32

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 5 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 9 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 10 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 10 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Gedung DPRD Kab.Tasikmalaya …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kompasianer, dari Sekedar Komentator Hingga …

Sono Rumekso | 8 jam lalu

Legislator Karawang Sesalkan Lambannya …

Abyan Ananda | 8 jam lalu

Di The Hague [Denhaag], ada …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: