Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Ourstoryingod

The Twin Brothers who want to share their stories. Daniel lives in Bandung, Indonesia, goes selengkapnya

Asal Usul Danau Toba

OPINI | 11 February 2013 | 06:45 Dibaca: 1984   Komentar: 0   0

Danau Toba

danau toba

Danau Toba adalah danau yang menakjubkan, kata banyak pakar geografi dan geologi. Bagaimana tidak, menurut penelitian Danau Toba terbentuk karena aktifitas vulkanis. Mmm, mungkin agak sulit dalam menjelaskannya, tapi intinya dulu Danau Toba adalah puncak gunung merapi. Gunung itu meletus dan meninggalkan lubang yang besar di puncaknya. Nah, karena hujan terus turun dan air itu tidak dapat turun ke lembah, terbentuklah Danau Toba. Bagian tengah gunung yang lebih tinggi tidak digenangi air dan menjadi pulau Samosir kini. Itu adalah asal muasal Danau Toba dari segi sains.

Tapi ada juga cerita rakyat mengenai Danau Toba. Saya sedikit memeriksa dan mencarinya dan menemukan hasil yang memuaskan. Dengan sedikit perubahan, berikut adalah cerita asal muasal Danau Toba.

Dahulu kala, Danau Toba adalah sebuah padang yang sangat gersang dan tandus. Disana tinggallah seorang pemuda yang sangat miskin dan sebatang kara. Untuk menghidupi dirinya, setiap hari dia pergi memancing di sungai hingga suatu hari ia berhasil mendapatkan seekor ikan yang sangat gemuk dan berwarna keemasan. Semula pemuda tersebut sangat girang karena sudah membayangkan bisa makan enak nanti malam. Tetapi ternyata ikan tersebut bisa menangis dan memohon untuk dilepaskan kembali. Akhirnya karena iba, pemuda tersebut melepaskan ikan tersebut ke sungai dan pulang ke rumah.

Keesokan paginya saat bangun tidur, pemuda tersebut sangat terkejut karena melihat seorang gadis cantik sedang menata makanan di meja makan untuk si pemuda. Gadis itu mengaku sebagai ikan yang telah diselamatkan pemuda itu kemarin. Kemudian gadis tersebut berjanji untuk memasak makanan yang enak-enak untuk pemuda tersebut sebagai ucapan terima kasih. Akhirnya suatu hari pemuda tersebut melamar si gadis dan si gadis pun menerimanya. Namun, dengan satu janji yang telah disepakati, yaitu si pemuda tidak boleh menceritakan bahwa asal-usulnya dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Si pemuda menyetujuinya dan berjanji untuk menjaga rahasia tersebut.

Hari-hari bahagiapun datang. Si pemuda tidak henti-hentinya berusaha dan bekerja keras. Dan akhirnya mereka dapat menjalani hidup dengan bahagia dan sejahtera. Kebahagiaan pun bertambah karena mereka dikaruniai seorang anak. Anak yang lucu. Tapi setelah anak itu menjadi besar, si pemuda yang kini telah menjadi bapak kepayahan. Sebab anaknya itu sangat suka makan.

Suatu hari saat sang ayah memancing, sang ibu menyuruh anaknya untuk mengantarkan bekal kepada ayahnya. Di perjalanan sang anak mengintip isi rantang yang ternyata berisi telur ikan, sambal, dan nasi panas. Si anak pun langsung memakan habis isi rantang tersebut dan memberikan rantang yang telah kosong kepada ayahnya. Melihat rantang yang telah kosong, sang ayah sangat marah dan membanting rantang tersebut sambil mencaci anak tersebut dengan sebutan “anak ikan”. Si pemuda telah melanggar janji pada istrinya.

Sang anak berlaripulang dan mengadu ke ibunya. Mendengar cerita tersebut sang istri sangat sedih dan perlahan lahan sisik keemasan mulai menutupi tubuhnya, begitu juga dengan tubuh anaknya dan mereka berdua berubah menjadi ikan.

Saat pulang dari memancing, si ayah terkejut melihat anak dan istrinya telah berubah menjadi ikan. Dia menyadari kesalahannya dan memohon supaya anak dan istrinya berubah menjadi manusia kembali. Namun semuanya telah terlambat. Sang ayah sangat sedih dan terus menangis. Tak lama kemudian hujan deras terus turun dan tanah tempat mereka tinggal telah berubah menjadi danau yang berwarna kebiruan dan terkenal dengan nama Danau Toba. Inilah cerita asal muasal Danau Toba.

Menarik bukan? Entah benar atau tidak cerita tersebut punya satu pesan yang dalam. Satu pesan moral yang sangat penting. Satu pesan yang tidak boleh disepelekan atau dilupakan. Itu adalah tentang memegang janji. Setiap janji yang telah dibuat dan diucapkan haruslah diingat dan dijaga. Janji harus dilaksanakan apapun alasannya.

Danau Toba begitu indah dipandang. Melihatnya membuat kita takjub akan kebesaran Tuhan. Merasakan airnya yang sejuk membuat kita kagum akan karya Tuhan. Merasakan hawa dingin di waktu kebaktian malam mengingatkan kita kembali akan satu hal: Pentingnya Sebuah Perjanjian.

Sumber: http://www.danielnugroho.com/2013/01/asal-usul-danau-toba.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 5 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 5 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 8 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 8 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: