Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Rahasia Menulis Cerpen yang Sering Dilupakan

OPINI | 04 February 2013 | 19:30 Dibaca: 359   Komentar: 0   10

Menulis (cerpen) dapat dipelajari dengan dua hal : teori dan praktik. Dengan demikian, kemampuan menulis seseorang akan semakin terasah dan semakin mahir.

Teori

Berbagai tips dan trik menulis cerpen bertebaran melalui buku-buku, jejaring sosial, blog, dan media lainnya. Para praktisi cerpen banyak memberikan tipsnya untuk mereka yang ingin belajar menulis cerpen.

Berbagai karya sastra puisi, novel, termasuk cerpen bertebaran di berbagai media yang dapat digunakan sebagai bahan menulis cerpen. Budaya setempat, fenomena alam, pengalaman diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya juga merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk memperkaya cerpen yang dibuat.

Praktik

Belajar menulis (cerpen) perlu diikuti dengan praktik menulis langsung. Tanpa hal ini, barangkali mustahil seseorang akan mahir menulis cerpen.

Bisa karena terbiasa. Barangkali ungkapan itu yang cocok untuk menggambarkan bagaimana pentingnya praktik menulis cerpen bagi yang ingin mahir menulis cerpen. Sesederhana apapun cerpen yang dihasilkan itu adalah langkah awal mengembangkan kemahiran menulis cerpen. Pada awalnya mungkin hanya bisa menulis sepanjang 2000 huruf (karakter) untuk sebuah cerpen yang dibuat. Selanjutnya 3000 huruf, 4000 huruf, 5000 huruf, dan seterusnya. Ratusan cerpen barangkali telah dibuat meskipun sederhana. Itulah pintu gerbang seorang cerpenis.

Nah, praktik menulis ini yang mungkin sering dilupakan seseorang yang terlalu sibuk mencari tips dan trik menulis cerpen. Saking sibuknya mempelajari teori menulis cerpen, boleh jadi seseorang lupa untuk mempraktikannya, yakni menulis cerpen. Padahal ini adalah sebuah rahasia agar bisa menulis cerpen, yakni : MENULIS, MENULIS, DAN MENULIS.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 4 Pebruari 2013

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 6 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 7 jam lalu

Ajari Anak Terampil Tangan dengan Bahan Alam …

Gaganawati | 9 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspadai Penipuan di Sekeliling Anda …

Syahdan Adhyasta | 8 jam lalu

Janji Kelingking Masa Lalu …

Fitri Manalu | 8 jam lalu

Ibu Negara …

Rahab Ganendra | 9 jam lalu

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 10 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: