Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Rahasia Menulis Cerpen yang Sering Dilupakan

OPINI | 04 February 2013 | 19:30 Dibaca: 363   Komentar: 0   10

Menulis (cerpen) dapat dipelajari dengan dua hal : teori dan praktik. Dengan demikian, kemampuan menulis seseorang akan semakin terasah dan semakin mahir.

Teori

Berbagai tips dan trik menulis cerpen bertebaran melalui buku-buku, jejaring sosial, blog, dan media lainnya. Para praktisi cerpen banyak memberikan tipsnya untuk mereka yang ingin belajar menulis cerpen.

Berbagai karya sastra puisi, novel, termasuk cerpen bertebaran di berbagai media yang dapat digunakan sebagai bahan menulis cerpen. Budaya setempat, fenomena alam, pengalaman diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya juga merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk memperkaya cerpen yang dibuat.

Praktik

Belajar menulis (cerpen) perlu diikuti dengan praktik menulis langsung. Tanpa hal ini, barangkali mustahil seseorang akan mahir menulis cerpen.

Bisa karena terbiasa. Barangkali ungkapan itu yang cocok untuk menggambarkan bagaimana pentingnya praktik menulis cerpen bagi yang ingin mahir menulis cerpen. Sesederhana apapun cerpen yang dihasilkan itu adalah langkah awal mengembangkan kemahiran menulis cerpen. Pada awalnya mungkin hanya bisa menulis sepanjang 2000 huruf (karakter) untuk sebuah cerpen yang dibuat. Selanjutnya 3000 huruf, 4000 huruf, 5000 huruf, dan seterusnya. Ratusan cerpen barangkali telah dibuat meskipun sederhana. Itulah pintu gerbang seorang cerpenis.

Nah, praktik menulis ini yang mungkin sering dilupakan seseorang yang terlalu sibuk mencari tips dan trik menulis cerpen. Saking sibuknya mempelajari teori menulis cerpen, boleh jadi seseorang lupa untuk mempraktikannya, yakni menulis cerpen. Padahal ini adalah sebuah rahasia agar bisa menulis cerpen, yakni : MENULIS, MENULIS, DAN MENULIS.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 4 Pebruari 2013

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ini Alasan Kenapa BI Gandeng Kompasianer …

Nurul | | 29 March 2015 | 10:03

Dinamika Kesadaran Warga Di Balik Layanan …

S Aji | | 28 March 2015 | 22:37

[UPDATE] Nangkring Hulu Migas: Peningkatan …

Kompasiana | | 26 March 2015 | 12:44

Ruang Berkualitas Mempengaruhi Kualitas …

Alifiano Rezka Adi | | 29 March 2015 | 09:20

Lantunan Kisruh Ahok dan DPRD DKI Jakarta …

Kompasiana | | 29 March 2015 | 13:11


TRENDING ARTICLES

Ahok, Ada Apa Denganmu …

Desi Ratnasari | 4 jam lalu

Yang Meninggal Itu Sebenarnya Olga atau …

Fadli Zontor | 11 jam lalu

JK, ARB Sebaiknya Menyerah Demi Pilkada …

Imam Kodri | 12 jam lalu

Tentang Rapot Merah 4 Bulan Presiden …

Fuady Anwar | 17 jam lalu

Belajar dari Olga Syahputra, Sukses Muda …

Pakde Kartono | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: