Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Dues K Arbain (sufi Anak Zaman)

Slogan Sufi Anak Zaman : Jika Allah mencintai manusia, maka akan terwujud dalam tiga kwalitas : selengkapnya

Harusnya Malu Pada PKS

OPINI | 02 February 2013 | 07:45 Dibaca: 5460   Komentar: 62   10

Pemberitaan yang kita dapat baik di media elektronik, media cetak maupun di alam maya tentang kasus yang menimpa Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishak selalu mengetengahkan sisi negatif dari kejadian tersebut. Kita berbondong-bondong menghujat bahwa PKS yang berbasis Agama Islam pun tergiur untuk korupsi. Semua akan berkata bahwa tak ada lagi partai yang patut diteladani. Dan semua akan menghakimi bahwa PKS memang tak layak dipercaya lagi.

Aku bukanlah salah seorang pengurus dari partai tersebut, bukan pula simpatisannya. Tapi aku mencoba melihat sisi baik dari kejadian demi kejadian yang dialami oleh partai tersebut. Beberapa kali kejahatan baik secara etika, moral maupun finansial yang dilakukan oleh insan PKS selalu berakhir mundurnya mereka dari khasanah perpolitikan di tanah air secara sukarela. Sebagai contoh kasus sederhana yang dilakukan oleh Politisi Partai Keadilan Sejahtera Arifinto bulan April tahun lalu yang ketahuan membuka gambar porno saat sidang paripurna DPR akhirnya dengan suka rela tanpa tekanan ia mengundurkan diri sebagai anggota DPR. Dan dengan jantan ia mengakui perbuatannya serta meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen PKS, DPR dan masyarakat Indonesia dalam sebuah jumpa pers di Gedung DPR.

Dan masih banyak kasus-kasus lain yang dilakukan oleh individu-individu dari PKS yang berujung mundurnya mereka dari dunia perpolitikan tanah air. Barangkali kasus (maaf) kentut di depan umumpun akan berujung mundur jika dilakukan oleh pengurus PKS. Lah, di diri mereka sudah tertanam rasa malu (sebagai ciri orang yang beriman, sedangkan manusia tidak pernah luput dari perbuatan salah. Dan budaya mundur jika menyimpang dari norma dan aturan telah tertanam, mulai dari pengurus paling rendah sampai pengurus tertinggi, seperti yang dilakukan oleh Lutfhi Hasan Ishak selaku Sang Presiden yang merupakan pejabat paling tinggi di PKS, walaupun masih berstatus tersangka dan belum tentu terbukti bersalah, tapi dengan lapang dada ia telah mengumumkan pengunduran diri dari kepemimpinannya di PKS. Coba kita perhatikan pada partai lain, mungkin baru Andi Malarangenglah yang melakoninya, yang lain……..? harus disuruh mundur dulu baru mau, bahkan sebagian akan berujung pada kasus-kasus di Pengadilan karena tidak rela jika dilengserkan.

Nah, bercermin dari sini, sebagai salah satu masyarakat Indonesia yang tak luput dan tak bisa lepas dari hak memilih dan dipilih, juga tak diperkenankan untuk Golput, walaupun belum tentu akan menjatuhkan pilihan pada PKS, tapi menurutku PKS masih menjadi partai yang terbaik. Alasannya tentu saja seperti yang telah kupaparkan di atas, dan ini akan berimbas pada partai ini ke depannya, bahwa partai ini memang menghendaki pribadi-pribadi yang mumpuni untuk menjadi pengurusnya, pribadi yang benar-benar jujur dan berjiwa ksatria dengan rasa berkebangsaan yang tinggilah yang bisa duduk di jajaran pengurusnya. Dan pribadi yang berintegritas tinggilah yang menjadi pribadi terpilih. Untuk mewujudkan suatu partai yang benar-benar bersih ya harus menyapu semua kotoran-kotoran di dalamnya. Tentu saja tidak bisa disamakan menyapu kotoran di lantai dengan kotoran yang ada di dalam partai. Tapi dibalik semua itu kita tentu saja masih berharap semua partai yang bertebaran di bumi pertiwi ini bisa menampilkan sosok-sosok yang bersih dan idealis sebagai cermin tingginya moralitas bangsa Indonesia.

Tulisan ini bukan kampanye, bukan iklan, bukan pula bentuk dukungan pada partai ini, tapi dibuat karena aku ingin menulis.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: