Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Popie Susanty

Seorang ibu empat anak yang ingin menulis kehidupan

Tips Hadapi Puber Kedua Suami

OPINI | 31 January 2013 | 07:34 Dibaca: 529   Komentar: 0   1

Berkunjung dan berbincang dengan tetangga selalu menggulirkan sebuah percakapan yang hangat dan santai. Sore itu, setelah selesai urusan mandiin anak, mempersiapkan makan malam, Bu Ade selalu menyempatkan diri mengunjungi tetangganya yang jarang ia temui.

“Mbak, suamimu usianya berapa sekarang?” Tanya Bu Ade.

“Sudah lewat 40 tahun Bu, setahun lalu. Usia suami Ibu berapa ?” Bu Titin kembali membalas bertanya.

“Syukur ya sudah melewati usia 40 tahun. Usia suami saya sudah hampir 50 tahun.”

“Memang ada masalah apa ya Bu dengan usia suami?”

“Biasa kata orang tua, kalau usia suami sudah lewat 40 tahun berarti puber keduanya sudah lewat. Apa begitu Mbak ? Apa sudah lewat puber kedua suamimu ?”

“Puber kedua? Maksudnya bagaimana toh Bu?”

“Puber kedua itu biasanya melanda laki-laki usia 40 tahun. Dengan mapannya ekonomi, pangkat, jabatan dan status, laki-laki sering jatuh cinta kepada wanita lain. Entah karena kurang puas dengan pelayanan istri dirumah, atau mencari hiburan, atau bosan dengan rumah tangga yang monoton atau memang mencari cinta pada wanita yang lebih muda dibanding istrinya.”

“Oh gitu ya Bu, saya malah kurang perhatian tuh. Apa karena suami mulai senang bersolek, senang memakai parfum, baju yang rapi dan wangi atau mulai suka marah-marah bila rumah berantakan, anak-anak rewel, selalu memprotes penampilan istri dan lain-lain.”

Pembicaraan masih berlangsung seputar ciri-ciri dan tanda-tanda laki-laki yang memasuki usia 40 tahun. Ada rumah tangga yang suaminya aman-aman saja saat melewati usia 40 tahun, ada yang bergejolak terlalu aktif, ada yang gejolaknya diam-diam saja, ada yang langsung berubah sifat dan tabiatnya.

Tapi, apakah memang benar laki-laki yang memasuki usia 40 tahun mengalami puber kedua ? perlu kajian khusus untuk menelaahnya. Hanya di masyarakat berkembang rumor ini karena banyaknya kenyataan yang terjadi di kalangan laki-laki 40 tahun, baik dari keluarga, tetangga maupun rekan kerjanya. Usia 40 tahun bagi seorang laki-laki adalah puncak karir di kantor, secara ekonomi sudah mapan, penampilan sudah terawat karena naik turun mobil dan tidak pernah terpapar sinar matahari, mulai mengenal paket perawatan di pusat perawatan tubuh, sedangkan sang istri di rumah mulai dari bangun pagi sampai tidur dengan pola hidup yang monoton dari mulai urusan kasur, dapur dan sumur. Jam kerja yang monoton berkutat dengan anak, keluarga ditambah bila sang istri kurang merawat diri dan penampilan, istri kurang memberikan pelayanan kepada suami karena sibuk mengurus anak dan rumah sehingga ada sebuah kesenjangan antara penampilan suami dan istri.

Apa yang dilakukan istri dan suami saat sang suami memasuki usia 40 tahun ?

1. Komunikasi. Tingkatkan komunikasi antar suami istri, komunikasi yang hangat akan menimbulkan pengertian antar suami istri saat sang suami mulai mengalami perubahan

2. Menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Istri atau suami adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan. Saling mengisi dan memahami antara istri dan suami adalah kunci kebahagian rumah tangga.

3. Membuat kegiatan bersama yang menyenangkan antara suami dan istri. Kegiatan ini bisa berupa melakukan hobi bersama seperti travelling, hiking atau sekedar berkebun. Hal ini akan menguatkan ikatan rumah tangga.

4. Lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Keikhlasan dalam menerima semua ketentuan-Nya merupakan salah satu kunci dalam menjaga dan merawat keutuhan rumah tangga. Bila sang suami sudah terlihat puber keduanya dan menginginkan perempuan lain hadir dalam hidupnya, maka sikap seorang istri adalah menerima ini adalah ujian dari Sang Pencipta. Untuk sikap selanjutnya apakah rumah tangga mau diteruskan atau berakhir, silahkan dibicarakan internal antara suami dan istri tapi jangan sampai ada yang menjadi korban, seperti anak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kamar Operasi (OK) : Mengamati Sepenuh Hati …

Rinta Wulandari | | 17 April 2014 | 21:30

Baru Capres, JKW Sudah Banyak yang Demo …

Abah Pitung | | 17 April 2014 | 22:13

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Demo Jokowi di ITB Salah Sasaran dan …

Rahmat Sahid | 15 jam lalu

Jokowi di Demo di ITB, Wajarkah? …

Gunawan | 18 jam lalu

Pernyataan Pedas Jokowi Selama Nyapres …

Mustafa Kamal | 19 jam lalu

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: