Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Arif Khunaifi

Manusia biasa dari bumi Indonesia…Ingin terus belajar untuk bisa bermanfaat bagi alam semesta…Salam Cinta untuk selengkapnya

Raffi Ahmad, Kulit Duren dan Mobil Bagus

OPINI | 29 January 2013 | 14:31 Dibaca: 1133   Komentar: 0   2

Dua hari lalu saat akan acara DPR (Dinas Pengajian Rutin) di daerah Sukodono, Sidoarjo, saya berkendara di belakang mobil panther hijau dengan nomor polisi W 1270 XN.  Tiba-tiba ada bau duren yang menyengat dari arah depan saya. Tidak lama kemudian dari mobil itu membuang kulit duren, sehingga berceceran di jalan.

Ya, ternyata bau duren tadi dari mobil di depan saya. Apa yang dilakukan ini tentu membahayakan pengendara lain terutama sepeda motor yang bisa terpelest ketika menabrak kulit duren ini. Apalagi orang-orang yang ada di mobil ini membuangnya bukan sekali, tetapi berkali-kali.

13594441651928043502

Raffi Ahmad. dok.pribadi

Sesampai di tempat acara, saya tiba-tiba menerima SMS bahwa artis Rafi Ahmad dan beberapa artis ditangkap pihak BNN karena rumahnya disinyalir sebagai tempat pesta narkoba. Saya sempat berfikir, lalu apa hubungannya saya dengan Rafi Ahmad kok pakai di SMS segala.

Saya baru ingat kalau sehari sebelum ditangkap saya sempat uploud foto Rafi di akun FB saat bertemu dengannya di Surabaya beberapa waktu lalu dalam acara Simfoni untuk Bangsa. Bahkan saat itu Rafi membawa kendaraan sendiri dari Jakarta.

Saya kemudian coba cari berita tentang rumah Raffi, di sana ternyata banyak mobil. Entah itu milik Raffi, Wanda Hamidah,  pengacara dan teman-temannya saya tidak tahu. Yang jelas mobil itu tidak ada yang jelek seperti halnya mobil yang ada di desa-desa.

Dari dua hal yang saya temui baik pembuang kulit duren dari mobil dan mobil-mobil yang parkir di rumah Raffi, sedangkan para pemiliknya ditangkap, dapat saya ambil kesimpulan bahwa mobil yang bagus belum tentu sebagus perilakunya.

Banyak yang terjebak dengan materi dan lupa membenahi diri. Padahal, jika kita sering menyanyikan dan memperhatikan lagu Indonesia. Terdapat ungkapan di sana “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”. Membangun jiwa terlebih dahulu daripada badan, atau paling tidak berjalan beriringan. Ketika jiwa terbangun dengan baik, perilaku badannya akan baik juga.

Semoga saja apa yang menjadi niat tulus dan baik para pendiri bangsa  dapat difahami dan mampu menginpirasi dalam kehidupan sehari-hari kita semua, terutama para pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

Salam Cinta Indonesia.

13594446641653446835

Img: beritahukum.com

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Istiwak, Jam Kuno di Kota Solo …

Agoeng Widodo | | 23 September 2014 | 11:20

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | | 23 September 2014 | 11:04

Mempertanyakan Kebenaran Cerita Masril Koto …

Faizah Fauzan | | 19 September 2014 | 21:17

Buku Agama dan Kolonialisasi Bahasa …

Adian Saputra | | 23 September 2014 | 11:21

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 7 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 9 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Tanam Tanaman dan Bunga Plastik …

Gaganawati | 8 jam lalu

Berkah Sepak Bola Palestina di Tengah Perang …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Si Cantik Jelita …

Nidaul Haq | 8 jam lalu

Billboard, Sarana Sosialisasi Redam Gepeng …

Cucum Suminar | 8 jam lalu

Bisnis Sebenarnya untuk Memanusiakan Manusia …

Agung Soni | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: