Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Amk Affandi

awalnya membaca, kemudian menulis, beranjak ke perbuatan. seorang yang ingin berbagi. coretanku di amk-affandi.com

Mata Pelajaran Unas Jangan Didewakan

OPINI | 29 January 2013 | 09:06 Dibaca: 151   Komentar: 0   3

13594267891387888667

sumber gambar : kazwini13.wordpress.com

Selangkah lagi, memasuki bulan februari. Sekolah semakin sibuk mempersiapkan diri menjelang ujian nasional (unas). Persiapan administrasi, meskipun sebenarnya sudah final pada bulan desember lalu, masih juga ditemukan ceceran dokumen yang belum sempurna. Alhasil sekolah mesti membongkar kembali tatanan struktur administrasi yang telah tersusun rapi.

Wali kelas IX dan guru mata pelajaran semakin sibuk dan wajah harus terlihat serius, bertampang menyeramkan, pasang badan untuk menertibkan siswa yang disinyalir tidak kondusif dalam mengikuti materi palajaran. Bila siswa terlihat takut, terpuaskan hati sang guru. Kalau siswa lamban menerima esensi materi pelajaran, semakin sewot guru pembimbingnya. Wali kelas akan terus memantau gerak-gerik siswa agar mereka dipastikan tidak ada yang melanggar tata tertib.

Orang tua dibuat cemas setelah menerima informasi hasil prestasi anaknya. Hati semakin terpuruk lebih dalam, secara bertubi-tubi mengikuti try out tetapi hasilnya masih tak pernah beranjak dari nilai yang tidak memuaskan. Semakin kecut, bila memikirkan putranya yang akan memasuki sekolah ke jenjang berikutnya. Kalau hasil prestasi siswa selama ini masih menjadi andalan, maka sekolah swastalah yang mesti menjadi rujukan. Sekolah swasta identik dengan dana. Mesti harus merogoh lebih dalam lagi.

Bedah prediksi ujian nasional menjadi kegiatan yang marak. Setiap lembaga seakan belum mantap bila belum melaksanakan kajian prediksi soal unas. Bahkan ada sekolah yang secara sendirian melakukannya dengan mengundang langsung nara sumber. Beberapa bulan yang lalu, saya juga telah menulis perihal kajian prediksi soal unas. Seakan-akan nara sumber malah nyaris menyinggung soal yang akan keluar dalam unas. Kalau pelajaran matematika, mungkin hanya angka yang diganti. Atau bisa jadi cuma dibalik. Yang tadinya bentuknya soal, dibalik menjadi jawaban.

Bila cara pandang yang demikian itu dipertahankan, sampai kapanpun tidak pernah akan merasa selalu kalah. Menjelang ujian nasional akan selalu berada pada suasana yang tidak kondusif untuk ukuran pendidikan. Tegang, menyeramkan, membatasi ekspresi anak, merupakan kondisi yang tidak baik untuk perkembangan siswa. Sekolah, orangtua, komite, lingkungan masyarakat seharusnya menciptakan suasana yang cair. Agar siswa dapat mengerahkan kemampuan untuk menghadapi ujian nasional.

Semester ke dua bagi kelas IX merupakan tahap mendewakan untuk mata pelajaran yang diunaskan. Pelajaran selain itu, harus rela minggir. Berapapun biaya mesti dipenuhi. Sekolah menggelontorkan dana yang melebihi dari mata anggaran yang telah ditetapkan. Demi suksesnya ujian nasional. Jam pelajaran dipadatkan, yang sebelumnya memang sudah padat.

Apakah memang benar demikian tujuan hakiki dari belajar di sekolah? Kalau memang benar demikian, kurikulum, tata tertib, aturan pemberian materi pelajaran harus diarahkan ke ujian nasional. Tak perlu lagi sekolah menyelenggarakan diklat kepemimpinan, ketrampilan, humaniora, kajian puisi dan sastra.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 7 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 11 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Membuat Bunga Cantik dari Kantong Plastik …

Asyik Belajar Di Ru... | 8 jam lalu

Benalu di Taman Kantor Walikota …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Bosan Dengan Kegiatan Pramuka di Sekolah? …

Ahmad Imam Satriya | 9 jam lalu

Ditunggu Kehadiran Buku Berkualiatas Untuk …

Thamrin Dahlan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: