Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Jokowi Juga Bisa Marah

REP | 23 January 2013 | 06:35 Dibaca: 3578   Komentar: 0   2

Sambil menikmati perjalanan menuju sekolah dengan menumpang mobil seorang teman, saya baca mention di twitter. Tulisan tentang jokowi dari teman kompasianer yang saya share di twitter ternyata banyak di retweet. Merekapun memberikan komentar singkat dan mendukung jokowi. Tv one memang kurang profesional dan membuat jokowi marah karena melanggar apa yang sudah disepakati. Tentu kalau kita menjadi jokowi juga akan marah. Apalagi liputan itu untuk 100 hari kinerjanya sebagai gubernur dki jakarta yang baru.

Jokowi juga manusia. Dia juga bisa marah. Hanya saja marahnya jokowi tak seperti ahok wakilnya yang “ngetrend” di youtube ketika memarahi bawahannya. Terjadilah pro dan kontra dari penayangan di youtube itu.

Jokowi berbeda dengan ahok dalam gaya kepemimpinannya. Jokowi dengan adat jawanya dan ahok dengan adat tionghoanya. Namun keduanya punya persamaan visi dan misi. Itulah yang membuat mereka terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur dki jakarta.

Kita tentu maklum memimpin jakarta itu seperti memimpin negara indonesia. Banyak suku dan pendatang berkumpul di ibukota ini. Banyak orang pintar ada di jakarta. Banyak juga orang biasa seperti saya ada di jakarta ini mencari sesuap nasi meski tinggal di bekasi. Walaupun begitu harapan tentang jakarta agar lebih baik tetap saya dukung. Sebab dulu saya ber-KTP Jakarta. Karena harga rumah mahal di jakarta, saya terpaksa beli rumah di BSD, Bekasi Sonooan Dikit, hehehe.

Semoga marah jokowi cuma sebentar dan kembali bekerja seperti biasanya. Banyak pekerjaan yang harus dikerjakan oleh gubernur baru ini. Blusukan ke sana kemari dan melihat dengan jelas ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Jokowi harus bisa mengatasi ketimpangan ini yang terlihat nyata. Saya dukung Jokowi untuk hal ini.

Orang miskin punya hak sekolah, pelayanan kesehatan, dan lain-lain. Mereka bukan orang malas, mereka giat bekerja setiap hari. Hanya saja nasib baik belum berpihak kepada mereka. Jangan bilang kepada mereka kenapa tinggal di jakarta, karena kita pasti tahu jawabnya. Jakarta sebagai ibu kota negara tentu menarik dan membuat mereka akhirnya bertahan di kota metropolitan ini.

Sambil membaca tulisan rene sehardono di koran kompas 29 desember 2012, saya tersenyum. Benar juga apa yang beliau tuliskan “2013: your story in the making (continued)”. Apa cerita anda tahun ini? Semoga bisa terus berbagi seperti jokowi gubernur dki. Teruslah bekerja keras untuk membangun Jakarta.

Jangan marah lagi ya pak gubernur! Cukuplah marah dengan tvone saja. Penduduk dki jakarta menanti gebrakan jokowi memimpin dki. Teruslah bekerja keras pak jokowi. Kami mendukung anda dengan doa dan semangat dalam membangun jakarta lebih baik. Kami tak ingin jakarta mirip “amsterdam” yang akhirnya menjadi “terendam”, hehehe

13589062291511238620

Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Twitter@wijayalabs


Tags: omjay jokowi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 9 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 13 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 17 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: