Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Orang Bijak Palsu

Pemerhati Kehidupan

Aku Ingin Bahagia & Menjadi Orang Sukses

OPINI | 18 January 2013 | 07:43 Dibaca: 2934   Komentar: 0   2

Aku ingin bahagia…begitu ‘teriak’ banyak orang. Ya jelas, siapa sih yang tidak mau hidup berbahagia. Aku ingin menjadi orang sukses! Tentu…siapa yang mau jadi orang gagal. Ichhh ogah banget. Hidup bahagia sebagai orang sukses adalah idaman setiap wanita…eh pria juga ding. Termasuk pria yang nulis artikel ini. Tapi untuk mencapai hidup bahagia sebagai orang sukses tidaklah mudah…tidaklah segampang seperti apa yang banyak dijual oleh para motivator pedagang kata-kata itu . Butuh keikhlasan menjalani prosesnya. Hidup bahagia dan menjadi orang sukses akan terasa mudah jika kita menikmati dan ikhlas berjuang menjalani tahapan demi tahapan dalam proses pencariannya.

Ketika seseorang ‘meneriakkan’ aku ingin bahagia dan menjadi orang sukses. Sebenarnya saat itu juga ia sudah memulai tahapan awalnya. Cuma banyak yang tidak menindaklanjutinya. Berhenti hanya sampai disitu atau berhenti ditengah-tengah sedangkan proses perjalananya masih panjang dan butuh keikhlasan dalam menjalaninya.

13584401171122080075

Aku ingin bahagia & sukses__koleksi DW

Banyak cara yang dilakukan orang dalam mencari bahagia dan sukses. Ada yang berkata aku ingin bahagia dan menjadi orang sukses melalui harta dan kekayaan, yang lain mencari melalui pangkat dan jabatan, ada juga yang mencari melalui wanita dan popularitas. Tidak ada yang salah memang untuk suatu proses pembelajaran dalam hidup. Tapi jika kita melihat orang-orang yang berjalan dijalan itu kebahagiaan yang mereka dapat adalah kebahagiaan semu. Bahkan tak jarang mereka ‘tersiksa’ dengan semua itu. Suksesnya memang mungkin dapat tapi bagaimana dengan bahagianya. Masih tanda tanya.

Bahagia sejatinya ada didalam dan bahagia adalah pilihan hati. So kalau kita sepakat dengan itu, pencarian keluar bisa berarti sesuatu yang membuang-buang energi. Seperti cerita Nasrudin dari Timur Tengah. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.

135844033216129152

Sumber Gbr:suraukini.blogspot.com

Tetangganya bertanya, ” Hey Nas…emang jarumnya jatuh dimana?”

” Di dalam chuy,” jawab Nasruddin.

“Kalau jarumnya jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?” tanya tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, “Karena di dalam gelap, di luar terang.” (Diambil dari buku Gede Prama)

Dalam pencarian keluar tersebut mungkin suksesnya bisa didapat tapi apakah kita cukup bahagia dengan semua kesuksesan yang sudah kita miliki? Itu masalah lain. Ini semua bukan berarti kita tidak perlu mengejar harta kekayaan, pangkat dan jabatan, istri yang cantik atau popularitas. Hanya tujuannya saja yang perlu kita revisi. Lalu untuk apa sebaiknya tujuan kita dalam mencari itu semua. Semuanya dikembalikan pada pribadi anda masing-masing. Yang jelas bahagia itu adanya didalam bukan diluar dan bahagia adalah pilihan hati. Hati yang memilih untuk selalu bersyukur terhadap apapun yang diijinkan terjadi padanya adalah hati yang dekat dengan kebahagiaan.

Aku ingin bahagia….bahagia ala seorang kawan adalah bukan urusan memiliki dan tidak memiliki bahagia didapat ketika kita sudah tidak lagi serakah memilih. Susah diatas senang, sukses diatas gagal, dipuja dicaci, kaya miskin. Seorang kawan yang lain mengatakan bahagia tidak datang secara tiba-tiba. Ia hadir lewat proses yang kita buat sebelumnya. Karena selalu ada sebab dari setiap akibat. Jangan bermimpi menemukan bahagia secara instan, jika pun ada hilangnya juga pasti cepat.

Ada juga yang membagi pencari kebahagiaan itu kedalam 3 kelompok besar yaitu orang-orang materialis, spiritualis dan kombinasi keduanya. Kelompok materialis mengandalkan keluarnya hormon endophine yang dihasilkan otak dalam mencari yang namanya bahagia. Jika ingin terus bahagia tubuh harus memelihara terus keberadaan hormon ini dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan melalui stimulasi lewat pencapaian-pencapaian yang menyenangkan. Pencariaan model begini tidak ada habis-habisnya.

13584404861985456748

Sumber Gbr:depositphotos.com

Kelompok spiritualitas mencari kebahagiaan lewat jalan–jalan pengolahan batin, meditasi, puasa, dan pengekangan hawa nafsu. Cuma masalahnya tak jarang kelompok ini saking sibuknya mencari kebahagiaan jadi lupa kegiatan-kegiatan duniawi lainnya. Sedangkan kelompok yang ketiga menggabungkan kedua cara diatas tergantung situasi dan kondisinya terkadang mereka berjalan dijalan materi lain waktu mereka berjalan dijalan spiritual. Mereka mengalir mengikuti sungai kehidupan.

Kebahagiaan itu unik karena pribadi masing-masing individu juga berbeda-beda. Masing-masing punya ke-khas-an tersendiri dan anda sendirilah yang bisa mengeksplor kebahagiaan model apa yang pas buat anda saat ini.

Salam bijak palsu………….. and…………. salam bahagia penuh sukses!

Aku ingin bahagiaaaaaaa & menjadi orang suksesssssss!!

Artikel lain: Bijak ala Gede Prama & Bob Sadino

membakar surga menyiram neraka || menjemput rezeki impian

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah (Bocoran) Kunci Jawaban UN SMA 2014! …

Mohammad Ihsan | | 17 April 2014 | 09:28

Kapal Feri Karam, 300-an Siswa SMA Hilang …

Mas Wahyu | | 17 April 2014 | 05:31

Tawuran Pasca-UN, Katarsis Kebablasan …

Giri Lumakto | | 17 April 2014 | 09:09

Sudah Dikompres tapi Masih Demam, Salahkah? …

Widhi Handayani | | 16 April 2014 | 21:59

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 4 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 5 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 6 jam lalu

Menakar Pasangan Ideal Capres - Cawapres …

Afdhal Ramadhan | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: