Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Rizqi Majistra

student of state islamic university yogyakarta

pastikan,lancar mengendarai mobil.

OPINI | 15 January 2013 | 07:31 Dibaca: 624   Komentar: 0   1

13582098481866375038Mengendarai mobil dengan kecepatan yang maksimal memang ada waktunya,manakala keadaan sedang sepi alias kosong dan hal tersebut tetap harus di atur kecepatannya serta berhati-hati saat menyetirnya karena teori bisa saja probability walaupun cepat tapi perlu kestabilan dan hati-hati jadi tidak sembarangan ,apalagi dalam keadaan jalan yang licin dan bergelombang lebih berpotensi pada seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas.karena jalan yang kita gunakan adalah jalan milik umum bukan milik kita pribadi.banyak kendaraan yang berlalu lalang di sekitar kita,seperti motor,angkotan umum termasuk becak yang sering menggunakan lajur lambat .berikut ada beberapa tips yang perlu di perhatikan pada saat mengendarai mobil:

Hal pertama yang perlu di persiapkan adalah mental kita atau kondisi psikologis kita.kita harus membangun mental dan kepercayaan diri dalam mengendarai atau belajar mengendarai mobil. Apabila itu sudah terbentuk dengan baik maka akan memudahkan dalam proses belajar mengendarai mobil.

Kedua , untuk proses pembelajaran pertama atau yang baru pertama kali belajar mengendarai mobil di perlukan seorang instruktur yang handal ,yang lebih penting lagi instruktur yang mempunyai sifat sabar dan pengertian. Ada banyak permasalahan seperti pengalaman teman yang sedang belajar mengendarai mobil. Dia di ajari oleh suaminya,tetapi dia merasa tidak nyaman karena sang suami terlalu over protected dan banyak larangan,sebentar-sebentar salah,dan lain sebagainya.sehingga membuat sang istri atau temanku merasa takut,kadang pula cemberut karena tingkah suaminya tersebut.dan pada akhirnya,dia memutuskan untuk mencari seorang instruktur lain yang bisa mengajari menegendarai mobil lebih sabar lagi.

Ketiga,pada tahap awal belajar yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyeimbangkan gas dan kopling .proses belajar mobil tahap ini dapat dilakukan di lapangan terbuka. Antara kopling dan gas harus berimbang,karena kalau tidak imbang akan menyebabkan mesin mobil mati dan kagok.bagaimana cara menyeimbangkannya dapat diketahui dengan sendirinya pada saat kita sudah terbiasa untuk mengulangi terus menerus dalam belajar mengendarai mobil.

Keempat,apabila sudah lancer belajar mengendarai mobil di lapangan,dapat di lanjutkan dengan tahap yang lebih serius dan begitu sulit bagi pemula untuk memaksimalkan kondisi jalan yang kurang menentu,apalagi di saat jalanan di padati oleh kendaraan berskala besar seperti truck,bis dan mobil muatan lainnya.kondisi di jalan raya harus di butuhkan dengan konsentrasi penuh agar tidak terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan kendaraan lain ikut mengalami kecerobohan pengemudi yang masih pemula dalam membentuk mentalnya sebagai pengemudi baru di jalan raya.karena kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan hal-hal yang tidak di inginkan terutama bagi si pemula.pada tahap ini,masih di perlukan banyak masukan-masukan dalam etika mengemudi yang menjadi tanggungjawab instruktur sepenuhnya,dikarenakan belum terbiasanya bagi si pemula untuk melajukan kendaraanya di jalan raya apalagi dengan kondisi saat itu belum mempunyai surat-surat resmi yang membolehkan bagi si pemula untuk berjalan bebas di jalan raya.

Kelima, kalau sudah masuk tahap pada proses lancarnya si pemula dapat merekomendasikan dirinya kepada pihak yang berwajib untuk mengurus surat-surat resmi,seperti SIM ( Surat Izin Mengemudi) yang harus dilengkapinya dan dapat memulai kehidupan barunya dengan tanggungjawab yang lebih besar yaitu mengendarai mobil sendiri atau kendaraan pribadi untuk menemani keluarga,kerabat dan teman-teman jalan-jalan di setiap mereka membutuhkan seorang pengemudi yang bisa mengendarai mobil agar tidak terjadi kesalahan dalam mengemudi surat-surat resmi yang sudah di lengkapi harus di bawa apabila seseorang ingin mengendarai mobil di jalan raya. tidak melanggar kegiatan lalu lintas dan menyalahi aturan perundangan yang sudah tertulis dalam Undang-undang dalam menggunakan jalan raya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

#BongkarPSSI, Suporter Indonesia Galang …

Primata Euroasia | 8 jam lalu

“Tol Laut” Jokowi, Bagaimana Cara …

Bobby Andhika | 8 jam lalu

Kebijakan SBY Seribu Teman Nol Musuh Tak …

Ferry Rendrahadi | 8 jam lalu

Menyambut Kepemimpinan Baru, Menjalankan …

Idepakday | 8 jam lalu

Ahok, JK, dan Orang Kedua …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: