Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Banyumas Maya

Anak desa yang bersahaja mencoba Belajar Menulis Menjadi Pewarta Warga [Citizen Journalism]

Sebaik-baik Manusia Adalah Menyadari Kekurangannya

OPINI | 12 January 2013 | 06:19 Dibaca: 328   Komentar: 0   1

Jangan Meremehkan siapa-siapa selain kamu, karena setiap sesuatu pasti mempunyai kelebihan (mahfudotz).

Sebaik-baik manusia adalah jika yang menyadari akan kekurangannya, dan ia mengakui kehinaanya (kerendahannya), menyadari bahwa diri tidak ada artinya karena memiliki banyak kekurangan. Tetapi jika seseorang selalu merasa sempurna, mulia dan tanpa cacat, maka justru sikap tersebut akan menghalanginya menuju Allah.

Sudah menjadi tabiat manusia, jika dirinya dijauhkan dari kesenangan, lalu ia direndahkan, merasa lemah, dan merasa dalam keterbatasan, maka justru disaat itulah terbuka pintu-pintu cahaya dan mata batinnya, kalau seseorang merasa tak berdaya, maka timbulah inisiatif dan cara berpikir yang jernih. Hal ini karena nafsu tidak lagi mampu menguasai hatinya.

Oleh karena itu sebaik-baik orang adalah yang menyadari kekurangannya dan kembali mengaku kehinaan diri di depan Allah. Sifat ini akan mengantarkan untuk bisa menghamba secara total kepadaNya. Ia akan benar-benar merasa butuh dan hanya bergantung kepadaNya. Sifat sombong dan rasa mulia akan lenyap dari hatinya.

Sebaik-baik waktumu yaitu yang di dalam waktu itu kamu bisa membuktikan wujud kebutuhanmu dan dikembalikan kamu pada waktu itu kepada wujud kerendahanmu.

mati kita saling mengingatkan dalam hal-hal kebaikan. mari kita berjalan bersama menuju mardhotillah. Bahagia di Dunia dan Bahagia juga di Akhirat. tidak ada manusia yang hebat tanpa kekuatan dari sumber kekuatan yang dahsyat yaitu Tuhan YME. selamat berakhir pekan. salam dari desa ^_^.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 9 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 13 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 15 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: