Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Iwan Permadi

a freelance tv creative

Reuni Akbar SMAN 45? Perlukah?

OPINI | 06 January 2013 | 21:59 Dibaca: 318   Komentar: 0   0

13574841991178747413

Sebuah kata mutiara/lirik lagu dari grup band Dave Matthews Band, Grup Rock asal Virginia, AS,… “If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn’t jump with them, I’d be at the bottom to catch them” (artinya jika seluruh teman saya melompat dari jembatan, saya tidak akan ikut melompat, namun saya akan ada dibawah untuk menangkapnya). Wisewords seperti ini mirip dengan “A friend in need is a friend indeed” (teman sebenarnya adalah seorang yang hadir ketika diperlukan). Kedua pepatah ini hanya menggambarkan persahabatan diperlukan oleh mereka yang menganggap teman adalah tempat dimana kita bisa berbagi dan memecahkan persoalan yang ada dimana kita tidak sanggup menyelesaikan sendiri. Di dunia modern yang penuh kesibukan dan kerenggangan hubungan antara personal, kegiatan reuni bisa menjadi ajang yang cocok untuk merefresh dan merefleksi apa yang kita telah capai selama ini?

Terlepas suara miring sebagian yang mungkin menganggap reuni adalah ajang buang-buang waktu dan uang, saya pikir pemikiran itu termasuk “lebay” dan nggak jaman “ari gini ”. Sekarang tanpa komunitas baik yang sifatnya bisnis atau hobi, secara praktis dan praksis orang tersebut akan banyak tertinggal di belakang baik informasi maupun perkembangan kedepan. Dengan memperluas koneksi dengan kakak dan adik kelas ada komunikasi intens yang win win solution. Bagi kakak kelas yang telah sukses bisa berbagi ilmu, keahlian dan pendanaannya , bagi sang adik dapat bercermin pada kakak kelas, oh kalau udah tua selain fisik sudah berubah, juga tahapan karir macam apa yang ingin mereka capai sesuai dengan tauladan yang ada. Bagi kakak kelas yang belum sukses, jangan juga kecil hati, dengan berbagi dan berkumpul, dalam arti positif, insyAllah ada jalan keluar, apalagi lewat reuni tidak ada dikotomi senior dan junior  karena semuanya alumni. 

Terlebih lagi aktifnya para alumni ini akan dapat merekatkan antara alumni dan juniornya yang masih mencari jati diri-keakraban yang pada akhirnya akan membuat image dari sekolah ini akan bertambah baik.

SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) 45 yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara berdiri pada awal 1980an, dan dinamai dengan istilah beken waktu itu SMAN 13, kelas jauh (memang jauh , kalau SMAN 13 di kawasan Jalan Dahlia, Tanjung Priok, sedang filialnya di Kelapa Gading yang masih banyak rawa dan tanah kosongnya….he he he). Sejak menghasilkan lulusan 1981 hingga saat ini belum pernah mengadakan reuni akbar ,jadi reuni yang insyAllah tahun ini akan diadakan sekitar bulan Juni atau July 2013 mudah-mudahan kesampaian.

Rapat yang intinya mematangkan perencanaan program, mengakrabkan tiap angkatan,dan mensosialisasikan program “berbagi kisah” ini harus tetap digalang oleh setiap ketua angkatan, sebab ada kecenderungan banyak kisah kalau reuni akbar, tetap aja satu angkatan ngumpul sama temannya sendiri karena nggak kenal dan nggak mau dicap SKSD-sok kenal sok dekat alias L4-loe lagi loe lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: