Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kasih Sayang Seorang Kakak

OPINI | 02 January 2013 | 22:15 Dibaca: 1405   Komentar: 0   1

Kasih Sayang Seorang Kakak

Memang kasih sayang orangtua itu tidak ada bandingannya, namun kasih sayang seorang kakak pun tidak jauh beda. Kasih sayang mereka sangat berarti dalam hidupku.

Dari kecil, aku selalu membuat susah Kak Tesa. Aku selalu melawan dan membentak Ia jika sedang bertengkar. Terlebih apabila permintaanku tidak dituruti, aku akan membrontak hingga membuat Ia kesusahan mengurusi aku. Terpikirkan olehku “mungkin saat itu aku adalah seorang adik satu-satunya yang sangat egois di dunia ini.” Jika waktu bisa di ulang, aku ingin sekali mengubah sikap yang memalukan itu. Sungguh tidak ada balas budinya diriku. Di saat itu aku belum bisa melihat dan merasakan betapa besar pengorbanan seorang kakak menggantikan posisi orangtua untuk membesarkan dan merawatku dengan penuh kasih sayang.

Setiap bertengkar, Kak Tesa selalu menangis, bodohnya diriku tidak melihat kesedihan yang Ia rasakan. Dulu aku masih kecil dan belum bisa membedakan yang jahat dan baik. Aku melakukan itu karena perasaanku yang memaksa dan tidak bisa di tahan. Rasa emosi dan kesel selalu melekat dihatiku saat itu. Aku masih seperti batu yang tidak bisa lembut kepada orang yang lebih tua terutama Kak Tesa. Kesedihan Ia dapat terlihat ketika dia sedang melamun dan pikirannya kosong. Ia tidak pernah bercerita apabila sedang sedih dan kesal kepadaku.

Kak Tesa selalu berusaha menyimpan kesedihannya sendiri. Apabila ia sedang sedih karena masalah lain, dia pun tidak pernah cerita dan selalu menyembunyikan itu dariku. Disaat itu, ingin sekali aku bisa membagi kesedihan Ia denganku. Aku ingin merasakan kesedihan yang ia rasakan itu, tapi dia tidak pernah mengijinkanku. Bagi dia aku masih kecil dan belum saatnya merasakan kesedihan karena akan menggangu perkembangan dan pertumbuhanku.

Berhubung ibu dan ayah mencari nafkah dari pagi sampai dengan malam, dari kecil Kak Tesa yang selalu merawat dan membesarkan aku hingga tumbuh dewasa. Tanpaku sadari sekarang aku sudah tumbuh dewasa dan kuat seperti dia. Waktu demi waktu yang Ia berikan kepadaku sungguh tak terhitung olehku. Ia rela mengurangi waktu bermain bersama teman-temannya untuk menjaga aku. Sebelum aku sekolah, dia selalu mengajarkan aku membaca dan berhitung. Dia ingin aku menjadi anak yang pandai seperti dia, tapi sayang aku tidak dapat sepandai dia. Hingga aku sekolah pun, Ia selalu mengawasi perkembangan belajarku.

Orang petama yang aku sayang adalah orangtua. Kedua adalah Kak Tesa. Bagiku dia adalah orangtua kedua untukku. Dia bernama Theresia Netty Rhoma. Panggilan sayangku kepadanya adalah “Kak Tesa”. Dia pun mempunyai panggilan sayangnya kepadaku. Berhubung di rumah aku dipanggil semua keluarga dengan sebutan Yetty, dan Ia selalu memanggilku dengan sebutan “DeYet”.

Seorang kakak bisa menggantikan kewajiban orangtua adalah hal yang terpuji dan membanggakan. Oleh karena itu sungguh baiknya jika kita bisa menghormati mereka seperti orangtua kita sendiri seperti dalam 10 Perintah Allah yang keempat “Hormatilah Ibu-bapakmu”. Mereka bisa dijadikan contoh yang baik. Tanpa seorang kakak, kita tidak akan merasakan kasih sayang yang besar selain dari orangtua.

Mungkin tanpa ibu, aku tidak akan ada di dunia ini dan tanpa kakak aku tidak akan seperti ini. Ibu selalu membimbing dan memperhatikan pertumbuhan dan perkembanganku sampai sekarang. Tidak ada hentinya Ibu selalu memberikan semangat kepada diriku meskipun dia tidak selalu disampingku. Pengorbanan yang Ia berikan tidak dapat tergantikan oleh apapun.

Kasih sayang haruslah mampu membuat orang yang disayangi merasa bahagia sekaligus mendewasakannya. Kasih sayang yang natural juga perlu ditumbuhkan pada hubungan kakak beradik. Ingat, persaudaraan di antara kakak dan adik berlangsung selamanya. (Timorianti Br. Marpaung)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 7 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 9 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 10 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: