
Lahir di Kupang - Timor, Nusa Tenggara Timur. || Sekarang menikmati hidup dan kehidupan sebagai rakyat biasa di Pelosok Nusantara II http://abbah.yolasite.com/ || http://www.jappypellokila.8m.net/ II http://jappy.8m.net/ II
Dibaca:
991
Komentar: 0
3
Kemarin dan hari ini, tidak sedikit media cetak dan online (kemudian di share ke jejaring sosial), cukup ramai dengan pro - kontra boleh tidaknya memberikan Ucapan Natal ke/pada umat Kristen - Katolik. Agaknya, tak semua orang ikuti maunya MUI, termasuk mantan Wapres RI, Jusuf Kalla. JK malah mengucapkan Selamat Natal ke/pada warga NTT.
Ku tak mau berdebat tentang boleh atau tidak Ucapkan Selamat Natal tersebut; sekali lagi ku tak mau berdebat tentang boleh atau tidak Ucapkan Selamat Natal tersebut … karena hal tersebut merupakan panggilan nurani dan suara hati. Boleh dan tidak bolehnya - ya ataupun tidaknya, tergantung input yang masuk ke/dalam nurani masing-masing orang.
Silahkan, anda memberi ataupun tidak ucapkan Selamat Natal …. karena tergantung dari dalam jiwa dan rohanimu; bukan karena orang yang akan diberi ucapan tersebut.
Bagi umat Kristen, pada umumnya, mereka tidak pernah mempermasalahkan dirimu - diriku memberi-mengucapkan Selamat Natal ke/pada dirinya(mereka). Karena memang, bagi seorang Kristiani ia tak boleh meminta atau menuntut ucap dan ucapan selamat, shalom, tabe,’ eirene, dan kata-kata sejenisnya dari siapa pun juga; namun ia wajib memberi ucapan selamat semua orang.
Menurut Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin,
” … umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani; itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah.
Islam menjaga kerukunan dan toleransi; ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal.
Mengikuti ritual Natal adalah haram; Karena itu ibadah (umat lain),”
![]()
tempo.co
- tempo.co
Saran dan Fatwa MUI tersebut, telah dilanggar oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kupang - NTT,
JK, berucap, ”Saya ucapkan selamat Natal bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Jika JK dengan keberanian melanggar saran MUI tersebut, tentu ia mempunyai alasan untuk itu.
Mudah-mudahn safari JK ke NTT dan pengucapan selamat Natal tersebut bukan sebagai upaya tebar nama dan pesona dalam rangka 2014
-