Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sofyan Salim

Proud to be a Muslim | Manusia "miskin," yang "rakus" Ilmu! | ========================= Blog :http://sofyanmsalim.blogspot.com/ |

Moge Maluku di Belanda dan Budaya Satu Darah

HL | 16 December 2012 | 22:38 Dibaca: 2628   Komentar: 0   2

13556707871740449193

Source : http://img27.imageshack.us/img27/3649/normal1zt.jpg

Pada Tanggal 25 April 1950 ketika RMS (Republik Maluku Selatan) di proklamirkan oleh Dr Chris Soumokil. Operasi pembasmian kelompok RMS pun di lancarkan, tak terkecuali sang proklamator (RMS) yang menurut beberapa sejarawan di eksekusi di pulau Obi (Maluku Utara) namun letak pastinya sampai saat ini belum di ketahui.

Setelah persitiwa itu banyak orang Maluku dengan jumlah besar (12.500 orang) yang pro RMS mangkat ke Belanda. Pada tanggal 22 maret 1951, 14 kapal yang mengangkut orang Maluku tiba di Rotterdam mereka kemudian menetap di benua biru itu sampai saat ini.

Orang–orang Maluku di Belanda tidak hanya berasal dari Pulau Ambon, mereka berasal dari hampir semua pulau yang ada di Maluku. Jumlah mereka yang tinggal di Belanda saat ini sangatlah banyak.

**

1355670915849456992

Source : http://img210.imageshack.us/img210/4232/milquetmotorbendesatuda.jpg

Komunitas Moge Maluku sering mangkal di kafe Zuid, Rijnstraat Amsterdam. Namun kafe itu telah di tutup oleh pemerintah daerah setempat sebab izinnya tidak mau di perpanjang oleh pemerintah daerah itu.

Komunitas Moge (Motor Gede) ini termasuk salah satu yang terbesar di Belanda, mereka adalah Satu Darah, saingan berat mereka sebagai penguasa jalanan adalah Hells Angels yang dua – duanya dituduh oleh pemerintah belanda sebagai kelompok ‘Perdagangan narkoba dan senjata, intimidasi, serta upaya pembunuhan.

Mereka terlihat menakutkan bagi menteri Keamanan dan Kehakiman Ivo Opstelten yang mengatakan bahwa ‘Anggota Hells Angels dan klub sepeda motor Maluku, Satudarah, tak boleh menganggap dirinya kebal hukum’ .

Yang kemudian dibantah oleh Erik Thomas pengacara SatuDarah dengan mengatkan ‘Dia (Opstelten) melontarkan banyak sekali tuduhan. Saya terkejut ketika menteri berkata: ‘kami harus memberantas kejahatan’. Penggunaan bahasanya sangat keras. Saya tidak mengenali yang digambarkan kehakiman. Seolah-olah Satudarah dan mungkin juga Hells Angels, mempunyai semacam ‘pengaruh luas’ di Belanda. Saya sama sekali tidak melihat itu.’

Namun menurut pernyataan Santera Manuhutu (Satu Darah National President) jumlah member mereka (SatuDarah) hanya berkisar antara 350-400 (2011). Mungkin karena koalisi dan pengaruh mereka yang beser di antara Moge yang ada di Holland sehingga mereka sangat di takuti.

Kelmopok ini awalnya hanyalah sebuah kelompok solidaritas orang Maluku yang ada di Holland, tetapi tidak semua anggota kelompok ini adalah orang Maluku, orang Belanda dan etnis lain pun ada dalam klub moge ini.

Solidaritas kelompok ini sangatlah tinggi, sebagai contoh mereka sanggup me-mobilisasi ratusan bahkan ribuan bikers dalam waktu kurang dari setengah hari hanya untuk mengantar jenazah dari anggota Satu Darah yang meninggal ke areal pemakaman.

Bisa di bilang komunitas Moge ini adalah salah satu penguasa jalanan kota – kota di Belanda. Kelompok ini baru berdiri sekitar 22 tahun yang lalu dan memiliki pengaruh sangat kuat di kalang Moge untuk saat ini.

**

Nama SatuDarah di gunakan untuk melestarikan budaya Maluku. Karena budaya itu, semua orang Maluku walau tidak pernah bertemu dan berkenalan akan mengatakan pada orang Maluku lainnya bahwa ‘katong satu dara’ atau ‘katong basudara’ yang membedakan hanyalah kata tapi intinya tetap sama ‘kita satu darah’ atau ‘kita bersaudara’.

Budaya Satu Darah adalah budaya pemersatu yang sangat kuat bagi orang Maluku terlepas dari latar belakang Agama, Suku, Ras dan Budaya ‘asal se ada darah Maluku katong satu darah’. Budaya inilah yang membuat orang Maluku dimana pun dia berada menjadi sangat kuat jika membuat kelompok.

Contohnya ketika saya sebagai orang Maluku pergi ke Jakarta atau kota – kota lain, kemudaian bertemu dengan orang Maluku lainnya yang belum pernah saya temui, maka budaya ini akan membuat saya dan orang tersebut akan menjadi sangat akrab dan terlihat sangat bersahabat tepatnya seperti kak adik.

Budaya itu jualah yang membuat orang – orang Maluku di Holland tidak pernah lupa tanah nenek moyangnya, namun bedanya orang – orang Maluku di Holland tidak menganggap Indonesia sebagai negara mereka namun RMS (yang tidak di akui dunia) sebagai negara mereka!.

**

Source :

Tambahan mereka bahkan ada juga dalam Video Clip Akon (Penyanyi R & B) Berikut:

     
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
    Siapa yang menilai tulisan ini?
      -
    Processing data ..
    Tulis Tanggapan Anda
    Guest User


    HEADLINE ARTICLES

    Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

    Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

    Batik Tanpa Pakem …

    Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

    [BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

    Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

    Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

    Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

    Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

    Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


    TRENDING ARTICLES

    Acara Soimah Menelan Korban …

    Dean Ridone | 9 jam lalu

    Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

    Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

    Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

    Mohamadfi Khusaeni | 11 jam lalu

    Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

    Ifani | 11 jam lalu

    Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

    Jefri Hidayat | 11 jam lalu


    HIGHLIGHT

    Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

    Agus Maryono | 7 jam lalu

    Jokowi Bisa Tangkap Megawati..! …

    Aqshaya | 7 jam lalu

    Sisi Lain dari Film Drakula Untold …

    Yunety Tarigan | 7 jam lalu

    Hati-Hati Buka Usaha Dengan Sistem Sewa …

    Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

    Penyanyi Spesialis Pesta Kawin Hasil Undian …

    Riuh Rendah Cerita ... | 8 jam lalu

    Subscribe and Follow Kompasiana: