Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Idoey Thea

Musafir lalu ...

Hati Seluas Samudera

OPINI | 06 December 2012 | 07:10 Dibaca: 219   Komentar: 0   5

Show must go on …
Semua peran sudah dibagikan,skenario telah tersampaikan dan panggung kehidupan mulai berjalan …

Cerita kehidupan laksana air hujan yang turun dari langit,mengalir pada kerendahan hati para pemeran kehidupan,

Dan tempat paling rendah mengalir di lautan, di sinilah akhir cerita yang kan menguap bersama cahaya …

Menuju ke angkasa,
Menuju langit,

Dan semua pun kembali ke awal …

Wahai musafir lalu ,
Mengalirlah bersama air,
Turunlah dari gunung tinggi kesombonganmu …

Ikutilah fitrahmu untuk meluaskan samudera di dalam hati,dengan segala kerendahan yang ada.

Dan biarkan cahaya mentari membawamu ke tempat yang lebih tinggi …

Wahai musafir lalu,
Bukankah gunung pun akhirnya meletus karena kesombongannya …
Laut pun mengundangmu dengan tsunaminya …

Kenapa kau berusaha menolak peran yang telah dibagikan?
Skenario tak kan bisa diubah,masihkah kau mempertanyakan semuanya …

Untuk apa kau mencemari sungai di hatimu,hanya menghambat laju jalanmu …

Banjir pun datang karena kekotoranmu …

Sucikanlah,
Bersihkanlah,
Rendahkanlah hatimu …
Agar kau tenang di lautan,
Agar hatimu seluas samudera,

Dan kau pun dikembalikan bersama cahaya,
Ke tempat yang lebih tinggi,
Tempat yang sepantasnya untuk dirimu yang suci …

Begitulah janji yang tak pernah diingkari,

Dari Yang Maha Suci,
Dari Yang Maha Tinggi …

Tags: lifestyle

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 17 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 18 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 21 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: