Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Banyumas Maya

Anak desa yang bersahaja mencoba Belajar Menulis Menjadi Pewarta Warga [Citizen Journalism]

Kematian Gajah di TRMS Serulingmas Banjarnegara

HL | 03 December 2012 | 19:14    Dibaca: 737   Komentar: 0   9

Berita duka itu sudah seminggu menimpanya. Remaja yang bernama Dona kini telah tiada. Telah meninggal  untuk selama-lamanya. Padahal baru beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan dona. Ia tampak ceria saat bermain dengan kakaknya yaitu indra. Lucu saat berebut makanan yang selalu diberikan oleh orang tua asuhnya. Namun pemandangan itu tak kan lagi ditemui karena engkau telah meninggalkan kami.

13545366521751577851

Gajah Serulimas Banjernegara / Dok. Koleksi Pribadi

Berita duka atas meninggalnya gajah di TRMS Seruling Mas menyebar melalui berbagai media baik media cetak maupun media elektronik. Saya pertama kali melihat berita di Koran harian cetak banyumas sangat kaget. Sedih dan sangat berduka tatkala seekor gajah meninggal dunia yang di duga akibat kesetrum listrik. yang dibaliknya karena keteledoran manusia.

Berita menyedihkan dari Kebun Binatang seruling mas bukanlah pertama kali, beberapa bulan yang lalu ada berita yang dimakan oleh harimau yang tidak lain adalah sang pemberi makan. Beberapa tahun yang lalu berita meninggalnya gajah juga terjadi di seruling mas sekitar tahun 2010 karena disebabkan keracunan. Dan beberapa hari yang lalu diduga karena gajah memakan kabel listrik, hem… apa karena kurang makanan yach?, sampai-sampai apa yang di sekitarnya sang gajah dimakannya.

Mengenang sejarah beberapa tahun silam kebun binatang di Banyumas Raya cukup Berjaya. Diantaranya yaitu Kebun Binatang Baturraden dan TRMS Serulingmas Banjarnegara. Memang mungkin bermain dengan alam terutama binatang tidaklah semudah yang kita bayangkan. Kalau saja terjadi saling menghargai antar manusia dan binatang maka akan terjadi hubungan yang baik diantaranya, begitupun sebaliknya.

Saya sejak kecil di banyumas, namun belum sempat melihat aneka satwa di  baturraden, kebun binatang itu telah tidak di fungsikan, dan sebagian besar binatang-binatang penghuninya dibawa ke semarang. Saya juta tak ingin melihat nasib ini terjadi di TRMS Seruling Mas Baturraden.

Setahu saya, kedua kebun binatang itu di kelola oleh pemerintah, apakah ini yang menjadi penyebab kurang begitu kepedulian pemerintah terhadap satwa dan binatang di dalamnya? Hanya bekerja menjalankan tugasnya tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Semoga saja pandangan saya yang salah.

Pada awal tahun 2000 TRMS Serulingmas begitu megahnya, pengunjung begitu ramai, aneka binatang begitu ceria dan menikmati kehidupannya. Namun tatkala beberapa bulan yang lalu saya mencoba berkunjung terlihat begitu sepi, bangunan sudah banyak yang rusak dan belum sempat untuk merehabnya.

Harus bagaimanakah sistem manajemen kebun binatang di Banyumas Raya? Haruskah di kelola oleh swasta atau investor agar lebih professional dan sejahtera? Ataukah hanya di kelola seadanya dan sampai-sampai untuk makanan bagi satwa pun bingung mencarinya.

Saya bukanlah pejabat yang memiliki pangkat, bukan pula pendekar yang ucapannya siap untuk di dengar. Saya hanya rakyat jelata yang tak berdaya. Hanya nyanyian dan doa yang kupanjatkan agar banyumas raya semakin sejahtera, semakin baik pemerintah dan jajarannya. Serta khususnya kebun binatang serulingmas semoga menjadi lebih baik. Mencoba lebih memanusiakan binatang.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Duh, Harga Ijazah Palsu Capai 45 Juta! …

Muhammad Armand | | 27 May 2015 | 10:02

Menelusuri Pesona Elegan Hutan Mangrove di …

Rakhmad Fadli | | 27 May 2015 | 11:18

Sekali Lagi tentang Beras Plastik …

Shalahuddin Ahmad | | 26 May 2015 | 22:21

Repotnya Mahasiswa Sekarang …

Hafiz Fatah | | 27 May 2015 | 02:52

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 5 jam lalu

Ada Apa antara JK dengan La Nyala Matalitti? …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Mengapa Seorang Gunawan dari Pelosok Medan …

Gunawan | 10 jam lalu

KPK Kalah Praperadilan, Hadi Poernomo Jangan …

Pakde Kartono | 15 jam lalu

Tim Transisi Masih Aktif Bekerja, Kemenpora …

Himam Miladi | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: