Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kang Miftah

Seneng yang simple simple aja Hp : 0856-910-83182

Kata Siapa Hujan-hujanan Bikin Anak Sakit?

OPINI | 02 December 2012 | 09:00 Dibaca: 612   Komentar: 0   1

13544122372013055699

Dear kompasianers, saya ingin sedikit berbagi mengenai sisi positif hujan hujanan untuk anak maupun orang dewasa. Seperti kita ketahui bersama terkadang saat anak kita bermain hujan hujanan, kita selaku orangtua mengalami kekhawatiran takut si anak terserang penyakit, takut si anak demam, batuk, flu dan sebagainya.

Untuk menjawab kekhawatiran ini, coba sesekali bapak/ibu/akang/teteh serta sahabat sekalian membiasakan diri untuk tidak melarang anak kita berhujan hujanan. Satu kali, dua kali hingga tiga kali. Tujuannya apa? Minimal dengan mendiamkan anak kita bermain hujan hujanan, kita bisa mengetahui sejauh mana kekuatan daya tahan tubuh yang dimiliki anak. Kemudian, selepas anak kita bermain hujan hujanan coba perhatikan apakah si anak langsung mengalami sakit berat?

Hujan hujanan adalah salasatu aktifitas yang paling disukai anak, yang saya tahu kebiasaan tersebut biasanya usia anak menginjak dua sampai tujuh tahun. Dalam hal menyikapi anak yang senang hujan hujanan, saya rasa apa yang saya terapkan dirumah pasti berbeda dengan kebiasaan para orang tua lainnya. Sejak anak anak masih kecil, mereka sudah saya biasakan untuk bermain hujan hujanan. Kalau mereka sedang tidak mood, terkadang saya tantangin.. “ayoo siapa yang mau ikut hujan hujanan”…. Sontak anak saya yang tadinya cuek langsung kegirangan dan segera melucuti pakaiannya kemudian berlari ke halaman rumah sambil berjingkrak ceria.

Kebiasaan ini saya terapkan mengikuti petunjuk orang tua saya. Beliau pernah mengatakan ‘hujan itu bikin sehat, jangan marahin anak kalau anak kita minta hujan hujanan’. Lalu apakah ada korelasinya antara hujan hujanan dengan sakit? Tentu hal ini membutuhkan kajian yang mendalam dan saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawabnya.

Filosofi kenapa orang tua saya tidak melarang anak bermain hujan hujanan, beliau memiliki beberapa argumentasi yang logis. Pertama, hujan adalah berkah dari Allah yang maha berkehendak, Kedua hujan adalah karunia, Ketiga hujan adalah rejeki, Keempat hujan adalah kasih sayang yang Allah berikan untuk seluruh ummat manusia. Air yang diturunkan dari langit sengaja Allah kasih untuk kita. Air adalah sumber kehidupan, Bisa dibayangkan kalau dunia ini tidak diberikan hujan oleh yang Maha pengasih? Tentu kita akan dilanda kekeringan

Dari penjelasan diatas akhirnya saya mulai paham, bila ditarik benang merahnya mengapa Allah memberi berkah, karunia, berbentuk hujan karena Allah sayang. Sebagai wujud rasa syukur atas karunia tersebut maka langkah yang harus di lakukan oleh manusia yaitu dengan bersyukur, menyambut bahagia serta menerima dengan penuh sukacita. Semenjak itu, jika saatnya sang hujan tiba, segera bersiap untuk menemani kedua anak saya menikmati hujan untuk bermain ‘hujan hujanan’

13544129691592308298

Catatan : Bagi yang masih belum percaya dengan tulisan ini, silakan di praktekan ya? Karena kita akan meyakininya jika apa yang saya sampaikan sudah di jalankan oleh bapak/ibu serta temen temen sekalian… Tapi ingaat, kalau hujannya di sertai gledek/petir jangan coba coba ijinkan anak hujan hujanan, hehehee..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 5 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 6 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 12 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 10 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 10 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Andrias Bukaleng Le... | 10 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 10 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: