Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Nurkholis Ghufron

Alumni MI Darussalam Padar, Mts Darussalam Ngoro, Darussalam Gontor 94, berwirausaha, Suka IT…To declare does'nt selengkapnya

Road To Mecca 24: Intermezo: ONH Termurah di Dunia : Hanya 2.5 jutaan

REP | 24 November 2012 | 06:57 Dibaca: 324   Komentar: 0   1

ONH reguler tahun 2012 adalah berkisar pada 36 juta, ONH ini termasuk murah dibanding dengan ONH negeri sekitar. Saya bertanya langsung kepada jamaah haji Thailand yang ternyata membayar kurang lebih 40.500.000 dengan kurs real saudi 2.500. Padahal letak Thailand lebih dekat ke tanah suci dari pada Indonesia. Belum lagi Mesir, 1.5 jam jika ditempuh dengan pesawat ternyata membayar 65 juta untuk bisa berhaji itupun bukan dengan antrian namun undian. Ada beberapa faktor yang menjadikan ONH bisa sedemikian rupa, namun alasaan klasik biasanya bersandar pada Hotel dan kedekatan dengan masjidil haram tanpa ada penjelasan yang lebih rinci lagi.

Senat Hadziq, Dari Bosnia menuju tanah suci dengan berjalan kaki.(http://www.eramuslim.com)

Namun jangan memuji ONH Indonesia dahulu karana ternyata ada ONH yang jauh lebih murah lagi dari ONH di atas. Hanya saja persyaratan utama adalah super sabar dan tidak mengeluh dengan segala fasilitas yang mandiri di Tanah Suci. Seperti:

  • Tidur di dalam atau di lingkungan masjid
  • Tidak ada jatah makan dari awal sampai akhir.
  • Toilet tersebar di dalam komplek masjid tinggal pilih mana yang kosong.
  • Tidak ada dipan karana memang di dalam komplek masjid.
  • Seluruh perpindahan dengan biaya sendiri.
  • Berangkat naik apa ┬ásaja boleh, numpang Hercules yang mampir dari Congo sehabis kirim pasukan perdamaian juga boleh atau bahkan jalan kaki sangat dianjurkan untuk menambah amal pahala dan memudahkan para malaikat mencatat jumlah langkah kaki karana jika pesawat terbang yang dipakai akan menyulitkan konversinya ke langkah kaki…..he he

Walaupun demikian, haji dengan ongkos murah meriah tidak selamanya kalah dengan haji reguler bahkan Plus karna beberapa faktor , diantaranya adalah:

  • Jarak antar pemondokan dan Masjid lebih dekat dari ONH Plus manapun di dunia bahkan Plus kuadrat pun kalah, karna lokasi pemondokan ada di dalam masjid bahkan bisa standby dekat Ka’bah.
  • Bisa minum air zam-zam sepuas mungkin karna di setiap sudut masjid baik Makkah dan Madinah tersedia 24 jam.
  • Bisa berwudlu dengan air termahal di dunia..yakni Zam ┬ázam setiap saat karna tak takut kecapean. Bayangkan yang jauh dari Masjid biasanya menghemat air Zam-zam karana mengambil air ini dan membawanya ke hotel adalah suatu perjuangan.
  • Tidak ada kata tidak berjamaah karna akan malu jika tetap tidur padahal di sekitar sudah berjejer orang yang akan mendirikan sholat.
  • Bisa berlama-lama memandang Ka’bah yang bagi kita yang tidur di hotel hanya setiap berjamaah saja.

Adalah Senat Haziq dari Bosnia Herzegovina yang menempuh jarak 5.700 Km ke tanah suci dengan membawa bekal 2.5 juta rupiah dengan berjalan kaki dalam waktu 314 hari yang artinya setiap hari beliau menempuh jarak 18.1 kilometer namun jangan salah menetapkan kecepatan langkahnya karana kecepatan rata-rata yang pendek ini karna setiap negara yang dilalui tidak selamanya mulus terutama ketika melewati perbatasan Turki apalagi Suriah yang bergejolak. Kecepatan normalnya Senat Haziq adalah 45 km per satu hari atau 500 km per 11 hari.

Inilah ONH yang termurah di dunia dan mungkin akan disusul dari calon jamaah haji dari Indonesia mengingat fitur-fiturnya tak kalah dengan ONH Plus????

Nurkholis ghufron

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Emak, Emang Enak Nunggu Kereta Sambil …

Masluh Jamil | | 27 November 2014 | 05:41

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | | 27 November 2014 | 01:16

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Munas Golkar Tak Diijinkan di Bali Pindah …

Akhmad Sujadi | | 27 November 2014 | 00:00

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Menteri Dalam Negeri dan Menko Polhukam …

Hendi Setiawan | 11 jam lalu

Menguji Kesaktian Jokowi Menjadi Presiden RI …

Abdul Adzim | 11 jam lalu

Kisruh di Partai Golkar, KMP Pun Terancam …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Riedl: Kekalahan Dari Filipina Buah Dari …

Hery | 13 jam lalu

Maaf Anang, Aurel Tak Punya Suara dan Aura …

Arief Firhanusa | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Museum Basoeki Abdullah …

Agung Han | 8 jam lalu

Prabowo Seharusnya Menegur Kader Gerindra …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Yummy, Manis krenyez krenyez Meringue avec …

Imam Hariyanto | 9 jam lalu

Kiprah Ibu-Ibu Masyarakat Biasa di Tangerang …

Ngesti Setyo Moerni | 9 jam lalu

Potret Susi Pujiastuti Wanita Indonesia yang …

Imam Kodri | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: