Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kang Didno

Guru dari Indramayu yang suka ngeblog, jejaring sosial, kopi darat blogger, jalan-jalan, wisata kuliner, senang selengkapnya

Pengalaman yang Memalukan

REP | 23 November 2012 | 20:17 Dibaca: 1767   Komentar: 0   0

Hari ini saya banyak sekali mendapat hiburan dari anak-anak saat mengajar. Pertama saat saya menjelaskan tentang pelajaran Bahasa Inggris yang berjudul “The Writer’s Embarrassing Experience” yang menceritakan tentang seorang anak yang dibuat malu gara-gara mengira teman yang ada di dekatnya itu teman sekelasnya, tapi ternyata setelah berbalik badan ternyata bukan teman sekelasnya.

Kejadian yang mirip ternyata banyak yang mirip dengan kisah yang ada dalam buku cerita tadi. Salah satu siswi juga pernah mengalaminya, lalu saya suruh menceritakan kejadian yang membuat dirinya malu dihadapan orang lain.

Kejadiannya beberapa waktu yang lalu, siswi saya sedang jalan-jalan di sekitar rumahnya, lalu ketika sedang jalan-jalan melihat seseorang yang memiliki perawakan, baju dan gerak-geriknya mirip sekali dengan teman sekelasnya, tanpa pikir panjang ternyata si anak langsung memanggil nama orang yang mirip temannya tersebut, tetapi ketika orang yang dikira temannya tersebut menoleh, ternyata bukan teman sekelasnya. Karena merasa malu, si anak akhirnya lari dan masuk ke gang dekat rumahnya.

Pengalaman kedua ada juga siswi lain yang menceritakan kejadian memalukan yang pernah dialaminya. Beberapa hari yang lalu di daerah sekitar tempat tinggalnya ada pasar malam. Dia berangkat ke pasar malam dengan teman-temannya, takut terpisah dengan teman-temannya, mereka saling berpegangan tangan satu sama lain ditengah kerumunan orang yang datang melihat pasar malam.

Tetapi ketika berada di tengah-tengah kerumunan, mereka terlepas pegangan tangannya satu sama lain ketika mereka sedang melihat-lihat pakaian yang sedang dijajakan. Lalu si anak tersebut bermaksud untuk memegang tangan temannya lagi, merasa bahwa yang ada disisinya adalah temannya, tanpa pikir panjang si anak tersebut langsung memegang tangan tersebut.

Setelah beberapa detik berlalu si anak menoleh ke orang yang disangka temannya tersebut, dia langsung terkejut ketika dia menoleh ke orang yang dia pegang ternyata bukan temannya, melainkan orang lain yang sedang melihat keramaian pasar malam, lalu si anak dengan refleknya melepaskan pegangan tangan tersebut dan meminta maaf. Sesaat kemudian dia bertemu lagi dengan temannya dan menceritakan kejadian tersebut dan mereka akhirnya tertawa terbahak-bahak.

Itulah senangnya menjadi guru, ada saja bahan tertawaan di kelas, entah dari cerita dari buku pelajaran, atau cerita pengalaman dari siswa.

Tags: humor

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Saudi Melawan Buta Huruf …

Mariam Umm | | 25 December 2014 | 15:54

Aktivitas Sehat, Mudah dan Murah untuk …

Amirsyah | | 25 December 2014 | 19:33

Bocah Itu Berumur 2 Juta Tahun …

Ronny Noor | | 25 December 2014 | 13:21

Orangtua Bertanya Catur Kepada Susan Polgar …

Cut Ayu | | 25 December 2014 | 14:00

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Tim Anti-Mafia Migas Pun Harus Berpikir …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Pesta Diskon dan Kasir Curang …

Adi Kurniawan | 14 jam lalu

Susi Laporkan TNI, Polri, dan Kejaksaan, …

Imam Kodri | 15 jam lalu

Indonesia, Tirulah Salatiga …

Bambang Setyawan | 15 jam lalu

Melihat Perayaan Natal Perdana Era Presiden …

Spd Fahrizal | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: